Unik! Aksi Guru SMK Muhammadiyah 1 Semarang Peringati Hari Santri
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Suasana ruang guru mendadak riuh saat deretan pendidik berdiri canggung di depan kamera ponsel pintar mereka. Dalam rangka memperingati Hari Santri, para guru memberanikan diri meracik pesan keagamaan singkat demi menyapa siswa di ruang maya.
Momen hangat ini berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026 di SMK Muhammadiyah 1 Semarang. Di sekolah ini, para pendidik merayakan kegiatan hari santri smk melalui terobosan anyar bernama motivasiah digital smk.
Langkah kreatif tersebut mengajak seluruh guru dan karyawan meracik video taushiyah berdurasi dua hingga tiga menit. Sambil mengutip ayat Al-Qur’an atau hadis, mereka membagikan pengalaman spiritual sesuai karakter masing-masing. Para guru lantas mengunggah karya tersebut ke akun media sosial pribadi sebagai bentuk inovasi guru smk dalam berdakwah.
Oase Kebaikan di Tengah Arus Digital
Melalui aksi ini, para pendidik ingin menyiram linimasa media sosial dengan konten bernuansa keislaman yang sejuk. Langkah sederhana tersebut menjadi wujud nyata pemaknaan hari santri semarang yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dampaknya, pesan moral tidak lagi mengendap di dalam kelas, melainkan meluncur deras menyapa generasi milenial.
Aksi meramaikan media sosial ini lahir dari kesadaran mendalam akan pentingnya keteladanan pendidik di dunia digital. Kepala SMK Muhammadiyah 1 Semarang, Lukman Hakim S.Pd, MM, menegaskan bahwa guru harus hadir memberi contoh nyata di linimasa.
“Guru dan karyawan SMK Muhammadiyah 1 Semarang harus menjadi role model bagi murid-murid dalam mengisi konten media sosial dengan nilai-nilai positif dan kebaikan,” ujar Lukman.
Menjadi Teladan Nyata Bagi Siswa
Pendekatan tersebut membuktikan bahwa ajakan kebaikan terasa lebih membekas ketika pendidik menyampaikannya lewat tindakan langsung. Pendidik tidak boleh sekadar memberi instruksi dari balik meja tanpa bersedia ikut mengarungi dunia maya anak didik mereka.
“Seyogyanya kita tidak hanya menyuruh dan menganjurkan siswa kita, namun memberi contoh langsung kepada siswa,” kata Lukman menambahkan.
Langkah ini sekaligus membentengi para siswa dari kepungan informasi negatif di internet. Lewat kehadiran motivasi islam hari santri, sekolah berikhtiar menjaga moralitas generasi muda di jagat maya.
“Karena kalau media sosial tidak didominasi dan diisi dengan kebaikan, maka akan dipenuhi dengan hal-hal dan konten yang tidak baik,” tutur Lukman menekankan makna hari santri era digital.
Transformasi Dakwah Mendidik Generasi
Selain menyajikan terobosan digital, sekolah juga menggelar apel resmi serta beragam lomba keislaman. Para siswa tampak antusias mengikuti kompetisi pidato, tahfidz, qiroah, kaligrafi, hingga adzan. Perpaduan parade tradisional dan kreasi konten ini mempertegas keberadaan kegiatan unik hari santri di lingkungan sekolah.
Pada akhirnya, keberanian para guru menembus rasa canggung di depan kamera merupakan wujud dakwah yang sesungguhnya. Meneladani nilai keagamaan kini tidak lagi sebatas retorika di atas mimbar, melainkan keikhlasan memberi teladan nyata di layar kaca murid-muridnya.