Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Pemanfaatan AI di Sekolah Jadi Fokus Utama Pendidikan di Semarang

10 April 2026, 21:14 WIB • 3 menit baca
Foto suasana acara resmi di dalam sebuah ruangan pertemuan dengan dinding berwarna hijau muda. Di bagian depan, terdapat spanduk putih besar dengan tulisan biru dan kuning: "PELANTIKAN DAN SERAH TERIMA JABATAN KEPALA SEKOLAH MUHAMMADIYAH MAJELIS DIKDASMEN DAN PNF PDM KOTA SEMARANG" bertanggal 10 April 2026. Di bawah spanduk, seorang pria berpeci hitam berdiri di balik podium kayu sedang memberikan sambutan. Di samping kiri podium, terdapat bendera Merah Putih dan bendera hijau Muhammadiyah. Di bagian atas spanduk, terpasang foto resmi Presiden dan Wakil Presiden RI serta sebuah unit AC. Di latar depan, tampak deretan tamu undangan yang duduk di kursi biru sedang menyimak acara dengan khidmat.
AKSELERASI DIGITAL: Suasana pelantikan dan serah terima jabatan Kepala Sekolah Muhammadiyah di Gedung PDM Kota Semarang, Jumat (10/4/2026). Dalam agenda strategis ini, Majelis Dikdasmen menekankan pentingnya Pemanfaatan AI di sekolah dan pelatihan coding bagi guru guna mempercepat digitalisasi pendidikan serta meningkatkan daya saing lulusan di era teknologi kecerdasan buatan.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Melalui Pelantikan Kepala Sekolah Muhammadiyah, PDM Kota Semarang resmi memulai era baru Pemanfaatan AI di Sekolah untuk mengakselerasi kualitas lulusan yang kompetitif. Agenda strategis ini berlangsung khidmat di Gedung PDM lantai 5 pada Jumat (10/04/26).

Langkah tersebut bukan sekadar seremoni rutin, melainkan upaya serius dalam mempercepat Digitalisasi Sekolah Muhammadiyah. Sejumlah pimpinan baru kini memikul mandat untuk membawa institusi pendidikan Islam ini tetap relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Inovasi Lewat Teknologi Kecerdasan Buatan

Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Semarang, Drs. Sutarto, M.M., menegaskan bahwa mutasi dan promosi bertujuan memicu kreativitas di lingkungan sekolah. Ia menilai bahwa seorang pemimpin harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman agar sekolah tidak tertinggal.

“Kita tidak bisa menghindari teknologi informasi. Oleh karena itu, kami mendorong para guru agar kreativitasnya muncul melalui pelatihan coding dan optimalisasi Pemanfaatan AI di Sekolah,” ungkap Sutarto dengan penuh optimisme.

Ia juga menambahkan bahwa teknologi AI sangat krusial dalam membantu siswa memahami pola penyelesaian masalah yang kompleks. Melalui Inovasi Pendidikan Islam yang modern, sekolah Muhammadiyah berkomitmen membekali anak didik dengan kemampuan berpikir kritis dan analitis.

Menyeimbangkan Teknologi dengan Karakter

Meskipun teknologi menjadi ujung tombak, aspek Pendidikan Karakter Islami tetap menjadi fondasi yang tidak tergoyahkan. Dr. Bunyamin, M.Pd., Wakil Ketua PDM Kota Semarang, mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi harus selalu beriringan dengan bimbingan spiritual.

Ia menekankan bahwa proses pembelajaran harus mampu melahirkan generasi yang hatinya terbimbing oleh cahaya Ilahi. “Logika nalar harus membawa anak-anak pada pengakuan atas kebesaran Allah. Inilah esensi dari Inovasi Pendidikan Islam yang sesungguhnya,” jelas pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan ini.

Selain itu, ia menitipkan pesan agar guru lebih waspada dalam mengawasi lingkungan sekolah. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan siswa dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama jam istirahat.

Sinergi Pimpinan dan Masyarakat

Sekretaris PDM Kota Semarang, Drs. H. Suparno BM, S.Ag., M.Si., menutup rangkaian acara dengan ajakan untuk memajukan institusi secara kolektif. Ia berharap pimpinan baru dapat menciptakan kekhasan sekolah melalui strategi Digitalisasi Sekolah Muhammadiyah yang kreatif agar semakin diminati masyarakat.

Dalam kesempatan ini, majelis resmi melantik para pemimpin baru yang akan mengemban amanah. Sumarmi, S.Pd. kini menjabat sebagai Kepala SMP Muhammadiyah 1, Wiwik Sugiyati, S.Pd. memimpin SMP Muhammadiyah 5, dan Suryotomo, S.Pd. menjadi Kepala SMP Muhammadiyah 6. Sementara itu, Suharno, S.Pd. dan Rojudin, S.Pd., M.Si. masing-masing mendapatkan perpanjangan tugas di SD Muhammadiyah 06 serta SMP Muhammadiyah 3. Posisi pimpinan lainnya diisi oleh Aezun, S.Pd. sebagai Plt Kepala SMA Muhammadiyah 1 dan Lukman Hakim, S.Pd., M.M. sebagai Plt Kepala SMK Muhammadiyah 1.

Melalui komitmen kuat terhadap Pemanfaatan AI di Sekolah, pimpinan baru ini diharapkan mampu membawa sekolah Muhammadiyah Semarang menjadi pusat keunggulan pendidikan yang modern dan beradab.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Adib Abyan
Bagikan: