Turun Gunung! 10 Mahasiswa ITESA Semarang Hidupkan Literasi Data Desa Kendal
Kendal, muhammadiyahsemarangkota.org — Statistik seringkali dianggap sebagai deretan angka yang membosankan dan jauh dari kehidupan nyata di pelosok desa. Buktinya, 10 mahasiswa dari Program Studi D3 Statistika ITESA Muhammadiyah Semarang siap mematahkan anggapan tersebut mulai Senin (13/04/2026). Alhasil, para anak muda ini resmi diterjunkan untuk memperkuat literasi data desa melalui Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) milik BPS Kabupaten Kendal.
Langkah ini menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk melihat bahwa data adalah napas dari pembangunan yang tepat sasaran. Pasalnya, mereka tidak hanya duduk di balik meja, tetapi akan mendampingi aparatur desa dalam mengolah informasi yang berkelanjutan hingga Juli mendatang. Dampaknya, penguatan literasi data desa ini diharapkan mampu mengubah cara desa dalam mengambil kebijakan penting di masa depan.
Belajar Makna Statistik yang Sesungguhnya
Selanjutnya, dosen pembimbing ITESA Semarang, Mohammad Nasikhin, melihat momentum ini sebagai ruang belajar yang mahal. Buktinya, pengajar muda ini mengapresiasi BPS Kendal karena telah membuka pintu lebar bagi akademisi. Dampaknya, magang ini menjadi wadah mahasiswa memahami realitas sosial melalui angka.
Nasikhin percaya bahwa statistik adalah instrumen krusial untuk membangun fondasi desa yang mandiri.
“Statistik bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan instrumen penting dalam membangun desa,” ujar Nasikhin saat ditemui di sela kegiatan.
Ternyata, pemilihan lokasi magang pun mengikuti peta kebutuhan data milik pihak BPS. Dampaknya, para mahasiswa hadir sebagai tenaga segar di lokasi-lokasi yang paling strategis. Hal ini menunjukkan sinergi kampus dan pemerintah menjadi solusi nyata bagi persoalan data di akar rumput.
Menciptakan Desa yang Mandiri Secara Data
Kemudian, Nasikhin menitipkan pesan mendalam agar para mahasiswa mampu menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari para mentor profesional. Buktinya, setiap arahan teknis dari BPS wajib diikuti dengan disiplin tinggi guna menghasilkan data yang berkualitas bagi daerah. Alhasil, kontribusi kecil dari para mahasiswa ini diharapkan menjadi langkah awal terciptanya ekosistem desa yang benar-benar sadar akan pentingnya data.
Pihak kampus berharap kolaborasi ini melahirkan manfaat yang luas bagi pembangunan Kabupaten Kendal secara keseluruhan.
“Semoga kontribusi kecil mahasiswa ini dapat membantu BPS Kendal dalam mewujudkan Desa Cantik,” pungkas Nasikhin dengan nada optimis.
Perjalanan para pencinta statistik muda ini menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan harus kembali ke tengah masyarakat. Sejatinya, memperkuat literasi data desa adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran dan berkeadilan.