Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Jangan Biarkan Usia Menguap! Ini Rahasia Hidup Berkah dengan Manajemen Waktu dalam Islam

24 April 2026, 13:56 WIB • 2 menit baca
Dr. Budi Santosa saat menyampaikan materi manajemen waktu dalam Islam pada Khutbah Jumat di Masjid Asy-Syifa.
Dr. Budi Santosa, M.Si., Med., saat memberikan khutbah tentang pentingnya menjaga amanah waktu di hadapan jamaah Masjid Asy-Syifa, Jumat (24/4/2026).

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Banyak orang hari ini terjebak dalam kesibukan luar biasa namun tanpa arah yang jelas. Padahal, prinsip manajemen waktu dalam Islam menawarkan keseimbangan sempurna antara urusan dunia dan akhirat. Dr. Budi Santosa mengingatkan kita semua untuk kembali memahami esensi masa sebagai titipan Ilahi. Mengelola detik demi detik kehidupan bukan sekadar soal produktivitas kerja, melainkan sebuah bentuk ketaatan kepada Sang Pencipta.

Suasana khidmat menyelimuti Masjid Asy-Syifa pada Jumat (24/04/26) saat Dr. Budi Santosa, M.Si., Med., berdiri di mimbar. Wakil Rektor I Unimus tersebut mengajak jamaah merenungkan sumpah-sumpah Allah dalam Al-Qur’an yang sering menggunakan dimensi waktu. Fenomena ini menjadi bukti sahih bagi sang khatib bahwa waktu adalah amanah besar bagi setiap manusia.

Membangun Manajemen Waktu yang Berkah

Menurut sosok akademisi ini, kerugian terbesar muncul saat kita membiarkan waktu luang berlalu tanpa nilai ibadah sedikit pun. Ia menekankan bahwa manajemen waktu yang berkah bermula dari kesadaran bahwa usia terus berkurang setiap detiknya. Oleh karena itu, seorang Muslim tidak seharusnya menunda kebaikan hanya karena merasa memiliki banyak kesempatan.

“Waktu yang sudah lewat tidak memiliki tombol putar ulang. Ia melesat pergi dan membawa serta bagian dari umur kita,” ungkap Dr. Budi dalam pesannya.

Cara Mengatur Waktu bagi Muslim Modern

Lantas, bagaimana langkah nyata untuk membenahi jadwal kita? Ia membagikan panduan praktis mengenai cara mengatur waktu bagi Muslim di tengah hiruk-pikuk dunia digital. Langkah pertama adalah menetapkan prioritas yang selaras dengan nilai-nilai tauhid. Selanjutnya, setiap individu harus mengisi setiap celah waktu dengan aktivitas yang memberikan dampak positif bagi sesama.

Penerapan manajemen waktu dalam Islam ini secara otomatis akan membentuk karakter yang disiplin. Ketika seseorang mampu menghargai waktu, maka kualitas hidup pun akan meningkat secara signifikan. Hidup yang tertata bukan hanya membuat kita lebih produktif, tetapi juga memberikan ketenangan batin yang luar biasa.

Refleksi Keberkahan Masa

Sebagai penutup, khutbah tersebut memberikan refleksi mendalam bahwa manajemen masa adalah ciri orang beriman yang cerdas. Kita perlu menyadari bahwa setiap peluang adalah aset berharga yang harus dipertanggungjawabkan kelak. Dengan mengelola waktu secara bijak, kita sedang menanam benih keberkahan yang akan dituai di dunia maupun di akhirat.

Baca juga :

Ibadah Kok Kendur? Simak Cara Ampuh Jaga Istiqamah Beribadah Sepanjang Waktu

Fikih Waktu 2026: Cara Mengatur Waktu untuk Keberkahan dan Investasi Akhirat

Meraih Rahmat Allah di Waktu Ashar: Tuntunan Shalat Sunnah Qabliyah Ashar (2 atau 4 Rakaat?)

Kontributor: Halim Zaki
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: