Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Ibadah Kok Kendur? Simak Cara Ampuh Jaga Istiqamah Beribadah Sepanjang Waktu

17 April 2026, 17:48 WIB • 3 menit baca
Foto yang diambil dari sudut pandang tinggi (high angle) menunjukkan suasana bagian dalam sebuah masjid yang didominasi warna hijau dan putih. Di bagian depan, seorang khatib mengenakan baju koko putih dan peci hitam berdiri di atas mimbar kayu berwarna cokelat yang memiliki ukiran matahari khas Muhammadiyah. Di hadapannya, puluhan jamaah pria duduk rapi di atas karpet hijau, mengenakan berbagai jenis pakaian seperti kemeja batik dan baju koko. Ruangan masjid memiliki pilar-pilar besar dengan motif garis hitam-putih, serta pencahayaan yang terang dari lampu gantung di area mihrab.
BEKAL AKHIRAT: Ustadz Rosyid Ridlo saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid At-Taqwa PDM Kota Semarang, Jumat (17/4/2026). Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya menjaga konsistensi (istiqamah) dalam beribadah sepanjang tahun, tidak hanya di bulan Ramadan, sebagai langkah nyata mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat yang kekal.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Suasana khidmat menyelimuti Masjid At Taqwa PDM Kota Semarang saat Ustadz Rosyid Ridlo berdiri di atas mimbar pada Jumat (17/4/2026). Dalam pesannya, ia mengajak jemaah untuk merenungkan kembali tujuan hidup yang sesungguhnya di tengah hiruk pikuk dunia. Ia menekankan bahwa dunia hanyalah persinggahan sementara, sehingga setiap muslim wajib fokus mengumpulkan bekal untuk kehidupan akhirat yang kekal.

Salah satu tantangan terbesar umat Islam saat ini adalah menjaga ritme ibadah agar tetap stabil, terutama setelah melewati bulan suci. Ustadz Rosyid Ridlo mengingatkan bahwa ciri keimanan yang sejati terletak pada konsistensi atau istiqamah beribadah dalam situasi apa pun. Iman seseorang tidak boleh hanya berkilau di bulan Ramadan, melainkan harus tetap menyala sepanjang tahun sebagai bentuk pengabdian total kepada Sang Pencipta.

Melalui pegangan teguh pada Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah, seorang muslim akan memiliki kompas yang jelas dalam melangkah. Landasan ini menjadi tameng utama agar manusia tidak mudah terombang-ambing oleh godaan zaman yang semakin kompleks. Dengan iman yang kokoh, setiap langkah kehidupan akan terasa lebih bermakna dan terarah menuju keridaan Allah.

Meneladani Beratnya Perjuangan Rasulullah dalam Istiqamah

Menariknya, Ustadz Rosyid Ridlo mengisahkan betapa beratnya menjaga konsistensi keimanan, bahkan bagi seorang Rasulullah ﷺ sekalipun. Beliau menceritakan sebuah riwayat bahwa kesungguhan dalam beristiqamah membuat rambut Rasulullah sampai memutih. Hal ini menjadi pengingat keras bagi para jemaah bahwa menjaga ketaatan membutuhkan keseriusan dan tafakur yang sangat mendalam.

Dalam khutbahnya, ia menyitir perintah Allah dalam Surah Hud ayat 112 yang meminta setiap mukmin tetap berada di jalan yang benar. Perintah ini menuntut setiap hamba untuk tidak menyerah pada keadaan, sesulit apa pun tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Fokus pada akhirat bukan berarti meninggalkan dunia, melainkan menjadikan setiap aktivitas duniawi sebagai ladang pahala yang berkelanjutan.

“Katakanlah: Aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqamahlah. Hadis ini menjadi pedoman sederhana namun mendalam bahwa setelah beriman, langkah berikutnya adalah menjaga konsistensi dalam keimanan dan amal,” ungkap Ustadz Rosyid Ridlo saat menyampaikan pesan Rasulullah ﷺ.

Memperbaiki Kualitas Ibadah demi Bekal Abadi

Menjelang akhir khutbah, Ustadz Rosyid Ridlo mengajak seluruh jemaah untuk mulai membenahi kualitas ibadah harian mereka. Ia mendorong setiap individu agar lebih rajin bershalawat dan mengharapkan syafaat Rasulullah ﷺ di hari kiamat nanti. Peningkatan kualitas ini menjadi investasi terbaik yang tidak akan pernah merugi saat manusia kembali ke hadapan Allah.

Seiring berjalannya waktu, konsistensi dalam amal saleh akan membentuk karakter muslim yang tangguh dan bijaksana. Ustadz Rosyid Ridlo berharap jemaah pulang membawa semangat baru untuk terus memperbaiki diri tanpa henti. Bekal akhirat yang dipersiapkan sejak dini akan menjadi penolong utama menuju kehidupan yang abadi dan penuh kebahagiaan.

“Amal ibadah tidak seharusnya hanya meningkat pada bulan Ramadhan saja, tetapi harus terus kita jaga dan tingkatkan sepanjang waktu,” tegas Ustadz Rosyid Ridlo dalam pesannya.

Baca Juga :

Panduan Amalan Pasca Ramadan yang Wajib Diketahui dalam Menjaga Api Ibadah

Berhasil atau Gagal? Kenali Tanda Ibadah Ramadan yang Berbekas

Kontributor: Rizqi Aulia
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: