Aturan Ihram Haji 2026 Berlaku Ketat, Jemaah Pria Kloter 28 SOC Dilarang Pakai Celana Dalam
MADINAH, muhammadiyahsemarangkota.org – Jelang keberangkatan ke Makkah pada Sabtu (9/5/2026), panitia memberlakukan aturan ihram haji 2026 secara ketat. Ratusan jemaah haji Semarang kloter 28 SOC wajib mematuhi pedoman tersebut. Panitia memandu jemaah melafalkan niat ihram Bir Ali dari dalam bus. Kebijakan tersebut juga tegas melarang jemaah pria memakai celana dalam.
Ziarah Wada’ dan Selisih Waktu
Sebelum memakai kain ihram, jemaah laki-laki berfisik prima menjalani agenda khusus. Mereka berkumpul di pintu nomor 330 Masjid Nabawi pada Sabtu subuh. Rombongan memulai ziarah tepat pukul 05:15 Waktu Arab Saudi (WAS).
Waktu pelaksaan ini setara dengan pukul 09:15 Waktu Indonesia Barat (WIB). Sebagai panduan bagi keluarga, terdapat selisih waktu empat jam. Mengingat selisih waktu empat jam, waktu di Indonesia berjalan lebih dulu daripada waktu Arab Saudi. Selama waktu tersebut, jemaah melaksanakan Ziarah Wada’ atau pamitan di Makam Rasulullah SAW.
Persiapan dan Larangan Celana Dalam
Setelah kegiatan ziarah selesai, panitia segera mempercepat persiapan pendorongan. Usai ziarah, ritme persiapan pendorongan bergerak sangat cepat. Ketua Kloter 28 SOC, Tina Mariana, merilis instruksi tertulis. Ia meminta jemaah mengeluarkan koper besar selambatnya pukul 06:00 WAS (10:00 WIB).
Di samping itu, ketua kloter menuntut kepatuhan penuh terhadap aturan ihram haji 2026. Jemaah harus mandi sunah, memotong kuku, dan merapikan rambut. Mereka juga wajib mengoleskan wangi-wangian sebelum memakai kain ihram.
Guna memastikan hal ini, Tina mewajibkan para Ketua Rombongan (Karom) menyisir seluruh jemaah laki-laki. Karom harus memastikan bapak-bapak tidak memakai celana dalam atau pakaian berjahit menjelang pelafalan niat.
Niat dari Bus dan Pembayaran Dam
Menjelang siang, jemaah kembali menuju Masjid Nabawi membawa tas kabin kecil. Menjelang siang, jemaah membawa tas kabin kecil kembali menuju Masjid Nabawi. Mereka melaksanakan salat Zuhur jamak takdim dengan Asar. Armada bus bertolak menembus batas kota Madinah tepat pukul 14:00 WAS.
Saat melintasi miqat Bir Ali, jemaah melafalkan niat komunal dari dalam bus. Selain itu, Karom sangat menyarankan jemaah membaca niat ihramisythirat atau bersyarat. Anjuran ini penting guna mengantisipasi potensi kendala selama perjalanan darat. Mengingat jauhnya jarak tempuh, lama perjalanan sekitar 6 jam, panitia merancang skenario ibadah sesuai aturan ihram haji 2026.
Sementara itu, Dr. Mafrukhi memberikan keterangan eksklusif kepada muhammadiyahsemarangkota.org pada Sabtu (9/5/2026). Ia membagikan informasi terkini tepat pukul 06:39 WIB atau dini hari 02:39 WAS.
“Kemungkinan sampai Mekah malam, sehingga pelaksanaan umroh wajib besok paginya,” ungkap Ketua Kafilah KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang tersebut.
Pada kesempatan itu, Mafrukhi memastikan panitia telah mengelola urusan dam jemaah secara rapi. “Semua jamaah haji tamattu, mendahulukan umroh baru haji, sehingga semua jamaah wajib bayar dam,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia merinci skema pembayaran denda ini. “Sebagian bayar dam di tanah air yang ditangani KBIHU bekerja sama dengan LAZISMU (lembaga filantropi MUhammadiyah, Red.). Sebagian lagi bayar dam di tanah suci melalui lembaga resmi Adahi (program penyembelihan hewan dam di tanah suci oleh otoritas Arab Saudi, Red.),” pungkas Mafrukhi.
Pantau terus laporan terkini dan terlengkap setiap hari, kabar jemaah haji Muhammadiyah Kloter 28 SOC Semarang, langsung dari Tanah Suci. Hanya di Muhammadiyahsemarangkota.org