Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Suasana Arafah Terkini, Jemaah Semarang Guyon Takut Gemuk

26 Mei 2026, 15:03 WIB • 3 menit baca
Jemaah haji Muhammadiyah Semarang Kloter 28 SOC duduk santai menikmati fasilitas kasur dan menerima pembagian makanan di dalam tenda Arafah ber-AC jelang wukuf.
NYAMAN DAN BERKAH: Jemaah haji KBIHU Muhammadiyah Semarang (Kloter 28 SOC) beristirahat santai di atas kasur lipat sambil menikmati pembagian buah segar di dalam tenda Arafah yang dilengkapi AC, menjelang pelaksanaan khutbah wukuf, Selasa (26/5/2026). Kelimpahan katering dan fasilitas yang memadai membuat jemaah bisa mempersiapkan fisik dan mental dengan optimal. (Foto: Dok. Kloter 28 SOC)

ARAFAH, muhammadiyahsemarangkota.org– Fajar belum sepenuhnya pecah di Mina ketika rombongan jemaah haji Muhammadiyah Semarang merasakan kegelisahan. Padahal, tiga buah bus maktab sudah menderu di depan karpet, siap mengangkut mereka ke Padang Arafah jauh sebelum azan Subuh berkumandang untuk bersiap menyongsong suasana Arafah terkini.

Oleh karena itu, kekhawatiran sempat menyelimuti hati pengurus kafilah saat armada penjemput tiba mendahului waktu.Ketua Kafilah KBIHU Muhammadiyah Kloter 28 SOC Semarang, DR Mafrukhi, mengisahkan detik-detik mendebarkan tersebut.

“Dari pihak kami tetap bertahan berangkat setelah subuh dengan alasan tarwiyah, salat subuh harus di Mina. Kami sebenarnya khawatir kalau tiga bus tidak mau nunggu dan memberangkatkan kloter lain,” ungkap Mafrukhi mengonfirmasi ketegangan pagi itu.

Demi mengejar waktu, sang imam memimpin ibadah fajar dengan melantunkan surat-surat pendek. Begitu salam penutup bergema, pengurus segera menengok keluar. Hasilnya, rasa lega luar biasa membuncah melihat bus ternyata masih setia menunggu.

Melengkapi catatan tersebut, Petugas Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kloter 28 SOC, Ustadz Drs. H. Nurbini, M.Si, mencatat pergerakan magis pagi itu. Setelah bergegas menaiki bus dalam dua trip perjalanan, rombongan akhirnya mulai bergerak sekitar pukul 04:40 Waktu Arab Saudi (WAS) atau 08:40 WIB.

“Kita berangkat secara bergelombang selepas shalat subuh. Alhamdulillah lancar, tidak macet,” jelas Ustadz Nurbini.

Selain itu, cuaca pagi yang bersahabat dan arus lalu lintas yang lengang membuat perjalanan menuju Padang Arafah jauh dari kata melelahkan. Kondisi ini melampaui ekspektasi awal tim yang memprediksi jemaah baru akan tuntas tiba pada pukul 09.00 pagi. Nyatanya, jemaah terakhir sudah menginjakkan kaki di Arafah pada pukul 07.00 WAS.

Kenyamanan Istimewa di Tenda Jemaah Haji 2026

Setibanya di lokasi, sambutan hangat katering haji Kloter 28 SOC langsung memanjakan 357 jemaah yang telah berkumpul utuh (satu jemaah mengikuti safari wukuf lansia). Lebih lanjut, Mafrukhi melaporkan, sarapan berupa nasi dengan lauk telur dadar dan terong bercampur teri sudah tersedia hangat di meja.

Sementara itu, suasana di dalam tenda jemaah haji 2026 pun menghadirkan decak kagum. Bahkan, panas terik Padang Arafah tak lagi menjadi momok berkat fasilitas pendingin udara dan kasur yang memadai. Sang Ketua Kafilah menyoroti kontras fasilitas dan suasana Arafah terkini yang jauh lebih memanusiakan jemaah.

“Keadaan Arafah dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu sudah banyak perubahan. Kondisi WC jauh lebih banyak dan bangunan yang permanen dan bagus,” jelas Mafrukhi.

“Di dalam tenda sekarang disediakan kasur plus bantal, AC juga cukup sehingga tidak terasa panas.”

Selanjutnya, sebagian besar jemaah memanfaatkan momen ini untuk tertidur lelap meredakan kelelahan fisik usai Tarwiyah. Sementara Ustadz Nurbini dan tim kloter pun berkeliling memastikan seluruh anggota rombongan mendapatkan hak istirahatnya dengan maksimal.

Antara Talbiyah, Kopi, dan Takut Gemuk

Sambil menanti datangnya waktu wukuf yang akan mulai saat Zuhur sekitar pukul 12:18 WAS, keberkahan logistik seolah mengalir tanpa henti. Secara rutin, petugas terus membagikan aneka makanan dan minuman ke setiap sudut ruangan. Akibatnya, kelimpahan ini menciptakan atmosfer yang makmur dan memicu candaan segar antarjemaah di dalam tenda putih.

“Sampai banyak jemaah yang berkomentar pulang haji bobot tubuh bertambah,” kelakar Mafrukhi menceritakan suasana humanis warganya di tengah penantian khutbah wukuf.

Menariknya, jemaah mengisi lembaran waktu senggang itu dengan rupa-rupa aktivitas yang menenteramkan jiwa. “Sebagian membaca talbiyah, sebagian lagi bincang-bincang sambil ngopi di luar tenda,” tambah Mafrukhi dalam laporannya.

Pada akhirnya, potret suasana Arafah terkini dari kacamata jemaah haji Muhammadiyah Semarang membuktikan bahwa ibadah fisik yang berat pun bisa terasa sangat ringan. Terlebih lagi, limpahan rezeki dari katering haji Kloter 28 SOC serta sejuknya tenda jemaah haji 2026 menjadi bukti nyata bahwa kemudahan selalu hadir menyertai keteguhan iman. Kini, mereka siap secara fisik dan batin untuk memanjatkan doa terbaik di puncak wukuf.

Bagi Anda yang ingin memantau live wukuf suasana Arafah terkini jemaah haji kloter 28 SOC Semarang bisa mengikutinya di channel youtube https://www.youtube.com/@nurbiniamat902

Bagikan: