Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Ada Kasur Busanya, Intip Fasilitas Mabit Muzdalifah Terbaru Manjakan Jemaah Haji Semarang

27 Mei 2026, 17:32 WIB • 3 menit baca
Suasana malam hari ratusan jemaah haji Indonesia saat mabit Muzdalifah, duduk dengan rapi di atas hamparan kasur busa empuk berwarna hijau dan karpet merah.
Kondisi terkini para jemaah haji asal Semarang saat menjalani ibadah mabit muzdalifah dengan fasilitas kasur busa empuk yang representatif. Peningkatan kenyamanan ini membuat jemaah bisa beristirahat dengan baik dan khusyuk menunaikan salat fajar berjemaah sesuai sunah Rasulullah SAW.

Mina, muhammadiyahsemarangkota.org — Kondisi terkini pelaksanaan ibadah haji di tanah suci terus memunculkan kabar baik yang mendinginkan hati pihak keluarga di tanah air. Oleh karena itu, sebuah laporan langsung dari sela-sela kepadatan puncak haji mengabarkan kenyamanan luar biasa yang dirasakan para jemaah. Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kloter 28 SOC Semarang, Ustadz Drs. H. Nurbini, M.Si., membagikan situasi tersebut secara aktual pada Rabu (27/5/2026).

Dalam laporan terkininya, Wakil Ketua PDM Kota Semarang tersebut menyampaikan bahwa jemaah KBIH Muhammadiyah Kota Semarang sudah tiba kembali di Mina. Sebelumnya, seluruh rombongan telah sukses menyelesaikan rangkaian wukuf di Arafah, lalu melanjutkan agenda mabit di Muzdalifah pada malam harinya. Menariknya, panitia membagi rombongan jemaah ke dalam dua skema perjalanan demi menjaga kesehatan fisik mereka di lapangan.

Kelompok pertama terdiri dari 130 jemaah yang masuk kategori lansia, risiko tinggi (risti), serta para pendamping. Sebab, kelompok rentan ini harus mengambil jalur murur atau melintas tanpa menginap di Muzdalifah demi keselamatan jiwa. Sementara itu, sisa jemaah lainnya tetap melaksanakan agenda mabit di Muzdalifah secara penuh meskipun sempat mengalami keterlambatan kedatangan.

Jemaah Rasakan Kenyamanan Maksimal Berkat Alas Kasur Busa Empuk

Terkait durasi kedatangan, rombongan jemaah pertama mulai mendarat di Muzdalifah sekitar pukul 23.45 waktu setempat. Selanjutnya, sisa jemaah lainnya berdatangan secara bergelombang hingga seluruh rombongan berkumpul penuh menjelang pukul 01.00 dini hari. Meski sempat terlambat, para jemaah langsung meluapkan rasa senang setelah melihat fasilitas mabit Muzdalifah yang kini jauh lebih mewah.

Area tempat mabit jemaah saat ini terhampar secara rapi dan sangat representatif bagi fisik para jemaah. Pasalnya, pengelola maktab tidak hanya menyediakan hamparan karpet biasa seperti pelaksanaan haji pada tahun-tahun sebelumnya. Sebaliknya, panitia kini menggelar kasur busa empuk yang mirip dengan fasilitas di tenda Mina dan Arafah.

“Mabit di Muzdalifah tempatnya yang lumayan nyaman sekarang. Tidak hanya ada karpet, tetapi juga ada kasur busa seperti halnya di Mina-Arafah. Alhamdulillah, ini jemaah yang mabit pada senang karena bisa mabit dan bisa shalat fajar, shalat subuh di Muzdalifah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah,” lapor Ustadz Nurbini langsung dari tanah suci.

Berkat kenyamanan fasilitas tersebut, seluruh jemaah betah bertahan untuk mendirikan salat fajar atau salat subuh berjemaah di Muzdalifah. Artinya, jemaah Kloter 28 SOC Semarang sukses meniru sunah esensial yang pernah diamalkan oleh Rasulullah SAW dahulu. Dalam sejarahnya, Rasulullah memang selalu menyempatkan diri mendirikan salat fajar di Muzdalifah sebelum bertolak menuju Mina.

Evakuasi Kilat Sebelum Terik Matahari Menyengat Mina

Pasca-salat subuh selesai, proses pemulangan jemaah menuju tenda Mina berjalan dengan sangat lancar tanpa kendala berarti. Sebab, armada bus mulai mengangkut rombongan jemaah secara bertahap sekitar pukul 05.30 waktu setempat. Hasilnya, seluruh jemaah Kloter 28 SOC sudah menapakkan kaki kembali di tenda Mina sekitar pukul 07.00 pagi.

Kondisi cuaca di sekitar area maktab juga masih terasa sangat teduh dan belum terpapar oleh sengatan panas matahari. Hal tersebut terjadi karena Maktab 15 mengambil kebijakan luar biasa dengan mengerahkan armada bus tambahan melewati pintu masuk Muzdalifah. Padahal, jalur keluar reguler biasanya sering memicu kemacetan panjang yang melelahkan fisik jemaah haji.

“Alhamdulillah belum panas karena Maktab 15 mengambil sikap yang kami anggap luar biasa dengan ada bis tambahan yang melewati pintu masuk ke Maktab 15 di Muzdalifah. Selanjutnya, untuk lempar jumrah aqabah hari ini, tanggal 10 Dzulhijjah, insya Allah akan dilakukan nanti pada asar. Karena jemaah biar istirahat terlebih dahulu,” pungkasnya.

Memasuki agenda selanjutnya, para jemaah menjadwalkan pelaksanaan ibadah lempar jumrah aqabah pada waktu asar nanti. Kondisi tersebut dipilih karena koordinator lapangan memprioritaskan waktu istirahat yang cukup bagi jemaah yang mulai kelelahan. Walaupun jadwal semula membolehkan lempar jumrah sejak pukul 09.00 pagi, panitia membebaskan jemaah untuk berbaring rileks terlebih dahulu di dalam tenda.

Kontributor: Rizqi Aulia
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: