Lega! Fase Armuzna Jemaah Haji Selesai, Ini Agenda Krusial Esok
MADINAH, muhammadiyahsemarangkota.org – Kabar baik akhirnya datang dari Tanah Suci setelah seluruh fase Armuzna jemaah haji selesai hari ini. Panitia langsung menggelar evakuasi massal guna menjauhi tenda Mina yang sempat sangat berdesakan. Kini, jemaah Kloter 28 SOC sudah mengamankan posisi di hotel dan siap mengejar ibadah penentu esok pagi.
Perjuangan Menembus Kepadatan Mina
Proses pemindahan jemaah dari perkemahan Mina menuju pemondokan berlangsung sangat lancar sejak Sabtu (30/5/2026) subuh. Panitia juga bergerak cepat mengangkut rombongan menggunakan armada bus khusus. Langkah taktis ini efektif untuk menghindari penumpukan massa di jalur utama maktab.
Sementara itu, pihak pembimbing ibadah mengonfirmasi bahwa pergerakan tersebut menandai akhir ritual fisik terberat. Rombongan KBIH Muhammadiyah Kota Semarang kini dapat melepas lelah di dalam kamar hotel. Mereka berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian puncak haji dengan selamat.
Tim Pembimbing Ibadah KBIH Muhammadiyah Kota Semarang di hotel Rose Almasheir di Wilayah Raudhah, Nurbini mengumumkan kepulangan massal tersebut secara langsung. “Alhamdulillah hari ini tanggal 13 Zulhijah tanggal 13 Zulhijah (Sabtu, 30 Mei, Red.) sudah kembali ke hotel. Tadi pagi sekitar jam 07.00 mulai diberangkatkan menuju ke hotel. Sampai sudah terangkut semua sampai di hotel kira-kira jam setengah 9,” ujar Nurbini .
Tantangan Fisik dan Jemaah Sakit
Kondisi lapangan sepanjang fase Armuzna memang menuntut ketahanan fisik yang luar biasa dari setiap jemaah. Keterbatasan ruang di dalam tenda Mina memaksa rombongan harus saling berbagi tempat tidur. Situasi yang sangat padat ini berlangsung selama empat hari berturut-turut.
Selain masalah tenda, faktor jarak yang jauh menuju tempat pelemparan jumrah juga memicu kelelahan massal. Beberapa jemaah bahkan membutuhkan penanganan medis darurat akibat sengatan cuaca ekstrem. Tim medis terpaksa memberikan cairan infus secara langsung di lapangan.
“Dalam keterbatasan tempat yang berdesak-desakan, terdapat juga jemaah haji yang akhirnya sakit harus diinfus. Dan juga ada yang kelelahan saat perjalanan lempar jumrah karena jarak yang cukup jauh bisa antara 9 sampai 10 km pulang pergi,” kata Nurbini menjelaskan kendala di lapangan.
Fokus Rukun Terakhir: Jadwal Tawaf Ifadhah Bada Subuh
Meskipun harus berjalan kaki hingga puluhan kilometer, semangat rombongan haji Semarang ini tidak luntur. Jemaah lanjut usia dan jemaah risiko tinggi tetap menunjukkan tekad kuat. Mereka memilih menyelesaikan seluruh prosesi secara mandiri tanpa kursi roda.
Selanjutnya, Nurbini menegaskan bahwa antusiasme tinggi tersebut menjadi modal utama untuk menghadapi tahapan pamungkas. Rombongan tidak memiliki banyak waktu santai karena agenda berikutnya sudah menanti. Pengelola kloter telah menetapkan jadwal tawaf ifadhah bada subuh secara ketat.
“Alhamdulillah sudah selesai prosesi armuzna, tinggal satu lagi rukun haji yaitu tawaf ifadhah. Yang insyaallah akan dilaksanakan pada tanggal 14 Zulhijah pagi hari besok bada subuh,” tutur Nurbini menutup laporannya.