Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Biasa Pegang Besi Proyek, Pekerja Lapangan Ini Sadar Wudhunya Keliru Lewat Agenda Baitul Arqom

21 Juni 2026, 10:23 WIB 3 menit baca
Foto dokumentasi barisan peserta perempuan berhijab abu-abu dan mengenakan seragam batik bercorak hitam, oranye, dan kuning sedang duduk tertib menyimak materi di dalam ruang pertemuan Hotel Grasia Semarang. Foto kenangan ini diabadikan dalam berkas WhatsApp Image 2026-06-21 at 10.17.05 (1).jpg yang merepresentasikan keseriusan manajemen dalam membangun fondasi karakter keislaman melalui program dakwah karyawan sinarmu di lingkungan industri konstruksi.
Suasana khidmat para karyawati saat menyimak pemaparan materi keislaman dalam Baitul Arqom PT Sinar Muhindo di Hotel Grasia Semarang, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali jajaran manajemen dan staf lapangan agar mampu mengemban misi dakwah karyawan sinarmu yang kaffah di lingkungan kerja maupun masyarakat luas.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Sebuah pengakuan jujur dari seorang pekerja lapangan seketika menyedot perhatian puluhan peserta di Hotel Grasia Semarang. Pekerja kasar yang sehari-hari berlumur debu bangunan itu mengaku baru memahami tata cara bersuci yang benar sesuai sunah. Kisah perubahan spiritual yang sarat makna ini terungkap dalam agenda Baitul Arqom PT Sinar Muhindo pada Sabtu (20/6/2026) kemarin. Kegiatan intensif ini diikuti oleh 63 peserta yang terdiri atas jajaran manajemen dan staf lapangan.

Pihak perusahaan sengaja menggelar pembinaan rohani ini sebagai wadah utama penguatan dakwah karyawan Sinarmu. Total ada 63 orang yang ikut serta dari keseluruhan 85 karyawan yang bernaung di bawah bendera perseroan. Direktur Utama PT Sinar Muhindo, Dedy Ahyadi, secara terbuka membagikan cerita perubahan perilaku para bawahannya pasca mengikuti pelatihan tersebut. Dedy Ahyadi menjelaskan bahwa rutinitas bising di area proyek sering kali membuat para pekerja tidak sempat memperdalam ilmu agama.

“Wudu saya betul-betul terperbaiki kemarin di tahun kemarin. Dulu wudhu saya sampai dengkul, ternyata di atas mata kaki cukup. Artinya, sangat bermanfaat Baitul Arqom ini kepada teman-teman di Sinarmu. Yang menyampaikan ini adalah orang yang posisi di lapangan. Tiap hari berkecimpung dengan besi, beton, bekisting, dengan keramik, sehingga dia enggak sempat mungkin untuk ngaji,” ungkap Dedy Ahyadi menirukan ucapan jujur karyawannya.

Jajaran pimpinan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, direksi, dan staf PT Sinar Muhindo Konstruksi berfoto bersama usai penutupan Baitul Arqom di Hotel Grasia Semarang, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan intensif yang diikuti oleh 63 peserta guna memperkokoh komitmen dakwah karyawan sinarmu di sektor industri konstruksi nasional.

Targetkan Pemahaman Agama yang Kaffah

Dedy Ahyadi menegaskan bahwa PT Sinar Muhindo merupakan amal usaha resmi di bawah naungan Majelis Ekonomi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng. Agenda pembinaan spiritual ini sudah memasuki tahun ketiga pelaksanaan dengan dampak nyata yang terus meluas. Manajemen berharap lewat kegiatan ini seluruh pekerja memiliki kesadaran tinggi untuk aktif memakmurkan ranting Muhammadiyah di rumah masing-masing.

Pihak perusahaan juga tidak tanggung-tanggung dalam mengapresiasi keseriusan para peserta selama menyerap materi dari para instruktur. Manajemen menyediakan hadiah utama berupa paket umrah gratis ke tanah suci serta belasan jam tangan pintar smartwatch. Fasilitas tersebut sengaja panitia siapkan untuk memancing fokus para pekerja saat mendalami materi keislaman. Kegiatan ini sekaligus bertepatan dengan momentum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) kedelapan perseroan.

Dukung Penuh Fungsi Amal Usaha

Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., yang hadir langsung memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan spiritual manajemen tersebut. Tafsir menegaskan bahwa sebuah amal usaha Muhammadiyah tidak boleh hanya mengejar keuntungan materi semata. Seluruh pimpinan dan staf wajib memegang peran sebagai juru dakwah sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Langkah nyata ini menjadi kunci utama kesuksesan program dakwah karyawan Sinarmu.

“Amal usaha tidak sekedar sebuah lembaga usaha, tetapi juga lembaga dakwah. Maka seluruh karyawan dan pimpinan itu adalah warga Muhammadiyah yang memiliki profesi dan keadaan tertentu, tetapi juga mereka adalah para juru dakwah untuk melakukan internalisasi, sosialisasi, dan dakwah nilai-nilai Islam,” tegas Tafsir.

Tafsir juga mengaku bangga melihat perkembangan pesat perseroan yang kini tumbuh sukses di industri konstruksi nasional. Meskipun baru berusia delapan tahun dengan modal awal minim, perusahaan ini berhasil meraup keuntungan maksimal dari berbagai proyek miliaran rupiah. Kepercayaan konsumen terhadap profesionalisme mereka bahkan sudah menembus pasar non-muslim dan berbagai unit usaha swasta lainnya.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: