Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Bukan Dibentak, Ini Tips Parenting Islami Gaya Nabi Ibrahim Kunci Anak Saleh

21 Juni 2026, 20:14 WIB 3 menit baca
Dr Aang Kunaepi MAg menyampaikan materi tips parenting islami di hadapan ratusan jemaah Pengajian Ahad Pagi Masjid At Taqwa Pedurungan Lor Semarang.
Dokumentasi suasana Pengajian Ahad Pagi PRM Pedurungan Lor di Masjid At Taqwa Semarang pada 21 Juni 2026. Menampilkan narasumber Dr. Aang Kunaepi, M.Ag. yang sedang menyampaikan ceramah bertema Meneladani Pola Asuh Nabi Ibrahim kepada Generasinya dengan fokus metode dialog orang tua dan anak.

PEDURUNGAN, muhammadiyahsemarangkota.org Potret buram kenakalan remaja yang kian marak belakangan ini memicu keprihatinan besar di kalangan pendidik dan pemuka agama. Guna mengatasi fenomena tersebut, penerapan tips parenting islami melalui metode dialogis yang hangat kini mendesak untuk diterapkan kembali oleh setiap orang tua di rumah.

Urgensi Islamic Parenting di Era Modern

Pendekatan penting mengenai pola komunikasi ini mengemuka dalam Pengajian Ahad Pagi Semarang pada Ahad (21/06/26) Acara tersebut berlangsung secara khidmat di Masjid At Taqwa Pedurungan Lor, Jalan Purwomukti Raya Nomor 48A.

Hadir sebagai pembicara utama adalah Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Dr. Aang Kunaepi, M.Ag. Ia memaparkan materi penting mengenai rekonstruksi pendidikan keluarga berdasarkan kisah keteladanan para nabi.

Dosen tetap FTIK UIN Walisongo Semarang tersebut memaparkan 11 pilar penting untuk mendidik generasi yang bertauhid. Ia menilai bahwa tantangan zaman saat ini menuntut orang tua untuk memiliki pemahaman pengasuhan yang jauh lebih matang.

Metode Dialogis Tanpa Kekerasan

Salah satu pilar krusial yang ia soroti adalah model komunikasi dua arah yang penuh kasih sayang antara orang tua dan anak. Ia melarang keras pola pengasuhan otoriter yang mengedepankan bentakan atau kekerasan verbal.

“Nabi Ibrahim berdialog dengan penuh kelembutan kepada Ismail,” ujar Dr. Aang Kunaepi di hadapan para jemaah yang hadir.

Langkah komunikatif tersebut merujuk pada Al-Qur’an Surah Ash-Shaffat ayat 102 saat Nabi Ibrahim meminta pendapat anaknya sebelum mengambil keputusan. Gaya komunikasi persuasif ini terbukti efektif dalam melunakkan hati anak sehingga mereka menjadi lebih penurut.

Solusi Nyata Mengatasi Krisis Moral

Selanjutnya, ia mengaitkan hilangnya pola komunikasi religius ini dengan berbagai fenomena negatif remaja saat ini. Lingkungan yang buruk serta minimnya bekal agama di rumah tangga mempercepat kerusakan karakter anak usia sekolah.

Ancaman tersebut nyata karena banyak anak usia dini yang sudah terjerumus pada perilaku menyimpang. Oleh karena itu, ia mendesak para orang tua agar segera mengevaluasi kembali arah pendidikan keluarga mereka.

“Pendidikan Ibrahim berorientasi pada akhlak mulia,” tutur akademisi UIN Walisongo Semarang tersebut saat memberikan solusi atas potret buram generasi muda.

Penanaman akhlak luhur ini tidak boleh ditunda karena masa kanak-kanak merupakan fase perkembangan yang sangat fundamental. Karakter dasar seorang anak idealnya dibentuk secara konsisten melalui pembiasaan ibadah harian.

Kemandirian dan Kekuatan Teladan Nyata

Di samping aspek komunikasi, pilar pengasuhan nabi juga mewajibkan orang tua untuk melatih kemandirian anak sejak dini. Anak-anak perlu diajarkan untuk memiliki ketangguhan mental serta semangat berkorban demi menegakkan kebenaran.

Dalam penerapannya, figur ayah dan ibu harus memosisikan diri sebagai contoh nyata dalam setiap aktivitas keagamaan di rumah. Hal ini penting karena anak-anak cenderung meniru perilaku konkrit daripada sekadar mendengarkan nasihat lisan.

“Anak belajar dari keteladanan orang tua,” ucap Dr. Aang Kunaepi menegaskan pilar utama dalam Islamic parenting tersebut.

Melalui keselarasan antara dialog yang santun, keteladanan ibadah, serta fondasi tauhid yang kokoh, masa depan anak akan terselamatkan. Sinergi seluruh aspek ini diharapkan mampu membentengi generasi muda dari dampak negatif perkembangan zaman.

Kontributor: Humas Masjid At Taqwa Pedurungan
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: