Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Rangkul Bukan Pukul, Gerakan Perempuan Ini Perkokoh Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah Tanpa Menghakimi

22 Juni 2026, 12:20 WIB • 4 menit baca
Foto dokumentasi Ketua PDA Kota Semarang Aminah Kurniasih, S.Pd., M.Pd. yang mengenakan kacamata, jilbab kuning cerah, dan busana batik bermotif hijau-emas dengan selempang kuning bertuliskan "PD. 'AISYIYAH KOTA SEMARANG" sedang berbicara secara tenang di balik podium stainless steel. Di latar belakang, tampak sebagian spanduk hijau tua bertuliskan "RESEPSI MILAD 'AISYIYAH" serta sebagian foto tokoh pejabat daerah berjas hitam di sisi kiri.
Ketua Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Kota Semarang, Aminah Kurniasih, S.Pd., M.Pd., saat menyampaikan pidato sambutan dalam Resepsi Milad ke-109 di Gedung Serba Guna UNIMUS, Semarang, Sabtu (20/6/2026). Momentum milad ini menjadi pijakan kuat pengurus untuk memperluas jangkauan dakwah kemanusiaan aisyiyah melalui pendekatan sosial yang inklusif, damai, dan solutif bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat golongan.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Gerakan dakwah di era modern tidak boleh lagi memakai cara-cara kaku yang gemar menghakimi atau memusuhi kelompok tertentu. Organisasi perempuan harus hadir membawa solusi nyata atas berbagai problem sosial yang tengah melilit kehidupan masyarakat bawah. Pesan kedamaian yang sejuk dan inklusif inilah yang menggema kuat dalam acara Resepsi Milad ke-109 Aisyiyah di Gedung Serba Guna UNIMUS, Sabtu (20/6/2026) kemarin. Momentum akbar ini menjadi tonggak penting untuk memperluas dampak dakwah kemanusiaan Aisyiyah.

Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Semarang menegaskan komitmen mereka untuk mulai menyentuh seluruh lapisan komunitas tanpa tebang pilih. Mereka siap merangkul kelompok masyarakat yang dianggap bermasalah guna memberikan pendampingan yang humanis. Langkah konkret ini berjalan selaras dengan pidato Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag. Fachrur Rozi mendorong organisasi otonom perempuan ini untuk terus menebar energi perdamaian ke seluruh penjuru daerah.

“Dakwah Aisyiyah harus mulai merangkul semua komunitas, baik komunitas yang dianggap baik atau komunitas yang dianggap bermasalah. Mereka semuanya harus dirangkul, tidak dipukul, apalagi dihakimi. Mereka perlu diberikan solusi, sehingga Aisyiyah hadir memberikan solusi terhadap problem sosial masyarakat, bukan yang menghakimi masyarakat,” tegas Fachrur Rozi dalam pengajian akbarnya.

Gempur Kasus Stunting dan Bumikan Ayat Al-Qur’an

Gerakan nyata di lapangan langsung terwujud melalui aksi sosial penyerahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak berisiko stunting. Ketua PDA Kota Semarang, Aminah Kurniasih, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penanganan gizi buruk menjadi prioritas utama organisasi. Pihak pengurus menyalurkan paket makanan bergizi tinggi ini secara merata ke seluruh pimpinan cabang se-Kota Semarang. Langkah taktis ini bertujuan untuk menyelamatkan masa depan generasi emas bangsa dari ancaman kekerdilan fisik.

“Untuk menyemarakkan kegiatan ini, maka dari Majelis Ekonomi itu menyelenggarakan apa UMKM ini dari anggota Aisyiyah sendiri. Kemudian nanti kami juga menyampaikan materi apa pemberian makanan tambahan atau PMT untuk stunting di seluruh cabang se-Kota Semarang,” tutur Aminah Kurniasih.

Aminah Kurniasih menambahkan bahwa program penanganan stunting ini tidak hanya berupa bagi-bagi logistik pangan semata. Tim pengurus di tingkat cabang rutin menggelar sesi edukasi kesehatan keluarga lewat sinergi erat bersama Dinas Kesehatan. Selain itu, barisan lapak UMKM milik anggota juga ikut menyemarakkan area luar gedung pertemuan. Sektor ekonomi kreatif sengaja manajemen angkat demi memperkuat kemandirian finansial para kader perempuan di akar rumput.

Keberhasilan gerakan ini juga mendapat penguatan filosofis yang mendalam dari Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah, Dr. Eni Winaryati, M.Pd. Eni Winaryati memaparkan catatan sejarah panjang eksistensi organisasi yang terus bertahan kokoh melintasi zaman sejak era Kartini. Ketahanan luar biasa ini lahir karena para kader konsisten membumikan ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam bentuk amal usaha nyata. Bagi Eni Winaryati, esensi sejati dari tema perdamaian dunia wajib bermula dari ruang lingkup terkecil, yaitu keluarga sakinah melalui program unggulan Qaryah Thayyibah Aisyiyah.

“Tema itu tidak usah muluk-muluk kita perdamaian yang seluruh yang besar, tapi perdamaian keluarga, perdamaian desa, itulah yang menjadi kita bumikan dan kita wujudnyatakan dalam seluruh segmen kegiatan. Itulah Aisyiyah, terdepan, selalu terdepan, selalu menjadi yang utama, selalu yang menjadi yang pertama, dan program-programnya menginspirasi tidak hanya untuk level lokal Indonesia tapi juga mendunia,” pungkas Eni Winaryati secara paripurna.

Aisyiyah Siapkan Karpet Merah bagi Generasi Penerus

Resepsi milad bertema Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan dengan Mewujudkan Perdamaian ini juga dihadiri perwakilan Walikota Semarang melalui Bagian Kesra. Kehadiran pimpinan pleno wilayah Jateng serta perwakilan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) semakin mempertegas luasnya jaringan kemitraan mereka. Namun, di balik kemeriahan seremoni, fokus utama organisasi kini mulai bergeser secara serius untuk menggarap potensi anak-anak muda perempuan.

Fachrur Rozi secara terbuka mengaku sangat tertarik dengan perkembangan kader-kader muda di Nasyiatul Aisyiyah (NA), IPM, dan IMM. Menurut Fachrur Rozi, menggarap potensi angkatan muda merupakan investasi mutlak untuk merawat kelangsungan kepemimpinan masa depan. Semangat kompetisi dalam kebaikan (fastabiqul khairat) wajib terus menyala di dada para remaja agar tidak kalah aktif dari para ibu senior.

“Bicara dengan Aisyiyah itu bicara hari ini. Bicara dengan NA, dengan IPM, dengan IMM, angkatan muda Muhammadiyah, itu bicara masa depan. Maka saya berharap anak-anak muda yang hadir di sini bisa mengambil pelajaran untuk dalam tanda petik tidak mau kalah, fastabiqul khairat dengan Ibu-ibu seniornya,” pungkas Fachrur Rozi penuh optimisme.

Melalui sinergi lintas generasi ini, wajah persyarikatan di Kota Semarang diyakini akan semakin menggembirakan dalam lima tahun ke depan. Semangat dakwah kemanusiaan Aisyiyah terbukti konsisten hidup melalui tindakan nyata, bukan sekadar untaian kata di atas kertas.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: