Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Lulusan Terbaik Unimus Bongkar Realita Kuliah Sambil Kerja

1 Juli 2026, 17:54 WIB 3 menit baca
Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., memberikan sambutan dari podium berhias bunga pada Sidang Terbuka Wisuda Ke-49 Universitas Muhammadiyah Semarang, 30 Juni 2026, di hadapan jajaran senat dan di depan backdrop acara.
Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., menyampaikan pidato sambutan di hadapan lulusan dalam acara Wisuda Ke-49, 30 Juni 2026, di Semarang.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.orgPerjuangan menahan lelah dan tangis akhirnya terbayar lunas bagi lulusan terbaik Unimus. Momen Wisuda ke-49 Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) pada Selasa (30/6/2026) ini mengungkap kerasnya pengorbanan para sarjana. Ratusan mahasiswa sukses membuktikan ketangguhan mereka saat menghadapi himpitan finansial dan tuntutan akademik sekaligus.

Kisah Haru di Balik Toga

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si.Med., sebelumnya merinci data kelulusan. Kampus ini resmi mencetak 669 alumni baru dari berbagai jenjang keilmuan. Selanjutnya, universitas memberikan penghargaan khusus kepada 12 mahasiswa berprestasi.

Tanti Lestari dari Program Magister Ilmu Laboratorium Klinis memimpin daftar membanggakan tersebut. Ia berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi yakni 3,98. Tentu saja, pencapaian gemilang ini membutuhkan pengorbanan yang sangat luar biasa.

Perwakilan lulusan terbaik lantas membagikan realitas perjuangan mereka selama menempuh studi. “Di balik toga yang kami kenakan hari ini tersimpan banyak cerita yang tidak diketahui banyak orang.

Ada rasa lelah yang harus disembunyikan, kegagalan yang harus dihadapi, air mata karena takut tidak mampu menyelesaikan cita-cita, hingga perjuangan teman-teman yang harus jauh dari keluarga, bekerja sambil kuliah, dan menghadapi berbagai kesulitan hidup,” ungkapnya.

Meskipun memikul beban berat, para mahasiswa memilih untuk terus bertahan. Mereka menjadikan keyakinan dan doa sebagai kekuatan utama demi meraih cita-cita.

Bekal Ilmu dan Akhlak

Selain menceritakan perjuangan pahit, perwakilan lulusan juga menyampaikan apresiasi mendalam. Ia berterima kasih kepada almamater yang telah mendidik dan menempa mental mereka.

“Nilai-nilai yang kami dapatkan di kampus akan menjadi bekal untuk melangkah di kehidupan berikutnya. Hari ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari babak baru untuk berkarya dan mengabdi kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Rektor Unimus, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., menyambut hangat pencapaian para alumni. Ia mengingatkan bahwa kelulusan ini adalah titik awal sebuah pengabdian sejati. Kampus tidak sekadar memberikan kompetensi akademik, tetapi juga konsisten menanamkan nilai-nilai keagamaan.

“Kami ingin lulusan Unimus menjadi pribadi yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus memiliki akhlak mulia. Keberhasilan karier dan keberkahan hidup berawal dari penghormatan kepada orang tua, integritas, dan pengamalan nilai-nilai agama dalam setiap profesi yang dijalankan,” tuturnya.

Pantang Berhenti Belajar

Sejalan dengan arahan Rektor, Badan Pembina Harian (BPH) Unimus turut memberikan pesan penutup. BPH mendorong seluruh alumni untuk terus meningkatkan kompetensi diri tanpa henti. Bahkan, para sarjana pantang berhenti belajar setelah resmi lulus dari kampus.

Oleh karena itu, karakter tangguh wajib berjalan beriringan dengan kecerdasan akademik. Kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab menjadi modal utama dalam memenangkan persaingan dunia kerja. Pada akhirnya, para alumni harus siap menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Kontributor: Humas UNIMUS
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: