Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Kolaborasi Kampus dan Industri: Mahasiswa Magang ITESA Pegang Sistem Queen City Mall

31 Juli 2026, 21:04 WIB 2 menit baca
Diskusi kolaborasi kampus dan industri antara perwakilan manajemen PT SR Land Properties dan mahasiswa magang ITESA Muhammadiyah Semarang di depan laptop.
Sinergi lintas generasi: Perwakilan manajemen PT. SR Land Properties bersama mahasiswa magang dari ITESA Muhammadiyah Semarang tengah meninjau progres pengembangan sistem digital perusahaan pada sesi monitoring dan evaluasi. Ini menjadi wujud nyata keberhasilan kolaborasi kampus dan industri.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.orgTiga mahasiswa ITESA Muhammadiyah Semarang membuktikan bahwa anak muda bisa diandalkan di dunia kerja sungguhan. Lewat program magang ini, mereka sukses menciptakan sistem canggih untuk memantau kelancaran operasional perusahaan properti raksasa tersebut, sebuah wujud nyata kolaborasi kampus dan industri.

Pemandangan berbeda terlihat di ruang rapat PT. SR Land Properties, Semarang, pada Jumat (31/7/2026). Para eksekutif perusahaan duduk satu meja bersama tiga mahasiswa muda. Kunjungan perdana ini bukan sekadar penuhi formalitas akademik belaka.

Mendobrak Tradisi Lewat Kepemimpinan Inspiratif

Momen pertemuan tersebut menjadi panggung pembuktian nyata bagi para mahasiswa. Manajemen perusahaan memanfaatkannya untuk mempercepat arus transformasi bisnis digital mereka.

Memberikan urusan krusial kepada anak magang tentu membutuhkan keberanian khusus. Namun, kepemimpinan inspiratif dari Direktur PT. SR Land Properties, Furqon Karim, sukses meruntuhkan keraguan itu. Ia menolak memberikan tugas sepele kepada Rara, Ameliatus, dan Rahmat.

Mahasiswa Pegang Kendali Sistem Penting

Menyikapi kepercayaan besar tersebut, setiap mahasiswa langsung menggarap solusi spesifik. Rahmat Riyansyah kini merangkai barisan kode untuk melahirkan Marcom Analytics. Sistem analitik ini bertugas mengevaluasi efektivitas pemasaran perusahaan berbasis data.

Bergerak ke divisi lain, Ameliatus Sholichah membangun sistem otomatisasi absensi lapangan. Inovasi cerdas ini membebaskan Divisi HR dari kerumitan pendataan manual. Sementara itu, Rara Dwi Davisca merancang dasbor pemantauan pembayaran Queen City Mall secara real-time.

Mencetak Lulusan Sesuai Kebutuhan Industri

Rektor ITESA Muhammadiyah Semarang, Nurul Huda, Ph.D., menegaskan pentingnya program inovatif ini. Ia menilai magang berbasis proyek memberi dampak ganda bagi mahasiswa.
“Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman bekerja di lingkungan profesional, tetapi juga dituntut menghasilkan solusi teknologi,” tegasnya.

Menyambung penjelasan tersebut, Nurul menyoroti tujuan akhir dari metode pembelajaran ini. Pihak kampus ingin memastikan ilmu dari bangku kuliah benar-benar terpakai di lapangan.

“Inilah bentuk pembelajaran yang kami dorong agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri,” tambahnya.
Sejalan dengan visi kampus, Furqon Karim sangat mengapresiasi sinergi yang telah terjalin. Ia melihat potensi besar dari keterlibatan talenta muda di perusahaannya.

“Keterlibatan mahasiswa dalam proyek digitalisasi ini kami harapkan mampu memberikan inovasi, sekaligus mempercepat digitalisasi perusahaan,” ungkapnya antusias.

Pada akhirnya, langkah berani ini menjadi cetak biru pendidikan masa depan. Institusi akademik yang adaptif kini bertemu dengan dunia usaha yang terbuka. Kolaborasi kampus dan industri membuktikan bahwa memberi kepercayaan pada generasi muda adalah investasi terbaik melawan pengangguran.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: