Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Lepas Pesantren Rp6 Miliar Tanpa Ragu! Keluarga Ini Hibahkan Aset ke Muhammadiyah

5 Agustus 2026, 20:47 WIB • 2 menit baca
Penerima Wakaf Award memegang sertifikat penghargaan di atas panggung Pengajian Hari Ber-Muhammadiyah Kabupaten Sleman didampingi pimpinan daerah dan ketua panitia.
Momen penyerahan penganugerahan Wakaf Award kepada keluarga wakif di atas panggung Hari Ber-Muhammadiyah Sleman sekaligus momentum menggelorakan gerakan wakaf uang bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sleman, muhammadiyahsemarangkota.org — Kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pendidikan berbasis Islam kini makin menguat. Rasa percaya tersebut mendorong banyak keluarga dermawan menyerahkan aset berharga demi masa depan generasi penerus bangsa.

Bukti kebaikan tersebut terlihat nyata di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Seperti dilansir langsung dari portal berita resmi Muhammadiyah.or.id, keluarga Hj. Supraptinah mantap mewakafkan Pesantren “King Sulaiman” senilai Rp6 miliar kepada Persyarikatan Muhammadiyah.

Penyerahan aset berupa tanah dan bangunan pesantren tiga lantai di Pakem ini berlangsung bertepatan dengan agenda Hari Ber-Muhammadiyah Sleman pada Sabtu (1/8/2026). Atas kedermawanan tersebut, Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman menganugerahkan penghargaan khusus Wakaf Award.

Pihak keluarga mempercayakan pengelolaan pesantren tersebut melalui Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pakem. Selanjutnya, keluarga berharap persyarikatan mampu mengemban amanah dalam melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang berakhlak mulia.

Harapan Lahirkan Huffaz

Kemudian, kedermawanan warga Sleman ternyata tidak berhenti pada penyerahan kompleks pesantren saja. Sebab, Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman juga menyerahkan apresiasi serupa kepada Sugili Putra.

Pria dermawan ini mewakafkan lahan seluas 384 meter persegi yang berdiri kokoh sebuah bangunan musala. Hasilnya, kedua hibah aset tersebut langsung menjadi amal usaha produktif yang membawa manfaat luas bagi warga sekitar.

Tentu saja, kepercayaan publik ini menjadi bukti nyata keseriusan Muhammadiyah dalam mengelola aset keumatan secara transparan. Kehadiran sarana ibadah dan pendidikan akan memperkuat dakwah Islam di kawasan lereng Gunung Merapi.

“Kami memutuskan mewakafkan pesantren ini agar lembaga yang telah kami rintis dapat berkembang jauh lebih baik di bawah pengelolaan Persyarikatan,” ungkap Hj. Supraptinah membeberkan alasan utamanya.

Gebrakan Rp50 Ribu Per Bulan

Di samping mengapresiasi para wakif beraset besar, panitia memanfaatkan momen ini sebagai ajang edukasi publik. Karena, masyarakat umum sering kali menganggap ibadah wakaf hanya milik orang-orang berharta melimpah.

Guna mendobrak anggapan kaku tersebut, Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman, Agung Nugraha, membeberkan manfaat besar gerakan wakaf uang. Bahkan, warga kini bisa ikut berinvestasi akhirat mulai dari Rp50.000 per bulan.

Lalu, dana yang terhimpun dari gerakan rutin ini akan menyokong langsung pembangunan Klinik Al Farouq Muhammadiyah Pakem. Sehingga, partisipasi warga berpenghasilan sedang tetap memberi dampak besar bagi pelayanan kesehatan masyarakat.

“Melalui penghargaan ini kami ingin memberikan pemahaman bahwa wakaf tidak harus berupa tanah yang luas. Wakaf uang pun dapat menjadi amal jariyah yang sangat besar manfaatnya,” tegas Agung Nugraha dalam sambutannya.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: