Selamat Jalan Sa’di Zen Noor, Sosok Pembina Kader dan Tokoh Senior Muhammadiyah
Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Duka mendalam menyelimuti keluarga besar persyarikatan di Kota Semarang. Tokoh senior Muhammadiyah, Sa’di Zen Noor, menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu (12/8/2026). Almarhum berpulang dengan meninggalkan rekam jejak pengabdian yang sangat panjang bagi syiar Islam, dan jenazahnya telah dimakamkan di TPU Gasem Sendangguwo.
Semasa hidupnya, almarhum terkenal sebagai sosok sesepuh yang sangat telaten, gemati, serta tulus merawat para kader muda. Rekam jejak kepemimpinannya terbentang luas sejak aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII), Pemuda Muhammadiyah, hingga Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Dr. Fachrurozi, M.Ag., memberikan penghormatan khusus atas kepulangan sang senior. Pihaknya menilai almarhum merupakan figur inspiratif yang membuktikan konsistensi berjuang hingga akhir hayat serta rela menyerahkan sebagian hartanya demi kemajuan dakwah di Kota Semarang.
“Sa’di Zen Noor adalah sosok yang sangat patut menjadi teladan bagi kita semua. Almarhum terus berjuang sampai akhir hayat dan merelakan sebagian hartanya melalui wakaf untuk pengembangan dakwah di Kota Semarang,” puji Fachrurozi saat mengenang keteladanan almarhum.
Dermawan Pembina Ideologi
Selanjutnya, kedermawanan almarhum mewujud nyata lewat hibah tanah bernilai tinggi untuk kemajuan dakwah. Pria dermawan ini mewakafkan tanah di Ngaliyan untuk bangunan masjid, lahan kurang lebih dua hektar di Mijen, serta aset strategis di Jalan Raya Mangkang.
Dalam keterangannya, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM Jawa Tengah, Dr. H. KRAT AM Jumai, mengenang kebaikan almarhum sejak tahun 1997. Pihaknya merasakan langsung dorongan semangat, pendampingan, hingga bantuan dana pribadi almarhum sewaktu memimpin Ikatan Remaja Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang.
“Ikhlas dan tulus Sa’di Zen Noor kepada kader Muhammadiyah luar biasa besar. Beliau selalu berpesan agar kader-kader Muhammadiyah tetap istiqomah dalam berjuang di persyarikatan,” ungkap AM Jumai saat memberikan penghormatan terakhirnya.
Di samping itu, pengabdi tulus ini tercatat sebagai Ketua Lazismu Kota Semarang yang pertama. Kiprahnya bersama jajaran pengurus berhasil meletakkan fondasi awal tata kelola zakat yang profesional di Kota Lumpia.
Benteng Pemikiran Umat
Sementara itu, Wakil Ketua PDM Kota Semarang, Drs. H. Nurbini, M.S.I., turut memberikan kesaksian atas dedikasi almarhum. Pihaknya pernah berjuang bersama dalam jajaran Pleno PDM Kota Semarang periode Muktamar 2005-2010.
“Sa’di Zen Noor merupakan sosok pleno yang sangat telaten dan teguh memegang amanah organisasi. Pengabdian almarhum memberi warna kuat bagi perjalanan Muhammadiyah Kota Semarang,” tutur Nurbini dalam keterangannya.
Selain memikirkan kemandirian organisasi, perhatian almarhum terhadap keselamatan ideologi generasi muda sangatlah tinggi. Almarhum rutin membagikan literatur sejarah bahaya laten ideologi merusak agar anak-anak muda Muhammadiyah senantiasa waspada terhadap infiltrasi gerakan asing.
Lalu, kebiasaan almarhum menghadiri agenda temu alumni Pemuda Muhammadiyah menjadi bukti kehangatan silaturahmi yang tidak pernah padam. Sosok senior yang kini beristirahat tenang di Gasem Sendangguwo ini selalu hadir memberi senyuman dan wejangan menyejukkan hingga akhir hayatnya.
Kini, sang pejuang keteladanan itu telah berpulang memenuhi panggilan Sang Pencipta. Namun, deretan tanah wakaf, bangunan masjid, serta benih-benih kebaikan yang almarhum tanam di hati para kader akan terus mengalirkan pahala jariyah tanpa putus.