Juara 1 Internasional! Ini Cara Mengatasi Susah Tidur Hipertensi ala Mahasiswa UNIMUS
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Lima mahasiswi Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) sukses mengharumkan nama bangsa melalui sebuah penemuan brilian. Kelompok calon perawat ini merumuskan cara mengatasi susah tidur hipertensi secara praktis tanpa menggunakan obat kimia. Mereka menciptakan inovasi digital yang terbukti ampuh membantu pasien beristirahat lelap setiap malam.
Prestasi membanggakan ini mereka raih dalam ajang International Expo 2026 di Semarang, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Lewat karya inovatif bernama SLEEP-7, tim ini berhasil menyabet gelar Juara I. Penemuan tersebut sukses memukau dewan juri sekaligus menyingkirkan ratusan peserta dari berbagai negara.
7 Langkah Terapi Mandiri
Inovasi cerdas ini lahir dari tangan Kesuma Wardhani dan empat rekannya dari kelas 2C. Para mahasiswi tersebut memadukan teknik relaksasi tubuh dengan teknologi ponsel pintar. Panduan interaktif ini mengemas tujuh langkah terapi yang terbukti efektif menenangkan sistem saraf.
Sebagai bentuk penerapan, pasien cukup memindai kode QR melalui layar gawai sambil berbaring santai. Setelah pemindaian selesai, panduan video tutorial relaksasi akan langsung muncul memandu gerakan. Pendekatan digital ini membuat pasien seolah memiliki perawat pribadi dari kamar rumah.
Lebih dari Sekadar Trofi
Meskipun sukses membawa pulang piala internasional, para mahasiswi ini tidak hanya mengejar kemenangan. Mereka justru menghabiskan banyak waktu untuk melayani warga sekitar selama pameran berlangsung. Ratusan pengunjung expo tampak antusias memanfaatkan fasilitas cek kesehatan gratis di stan mereka.
Ketua tim SLEEP-7, Kesuma Wardhani, merasakan kebahagiaan tersendiri saat bisa turun tangan langsung membantu warga. Pengalaman berinteraksi dengan pasien nyatanya memberikan kepuasan batin yang jauh lebih besar. Ia mengungkapkan perasaannya secara terbuka usai pengumuman pemenang.
“Alhamdulillah, kami tentu sangat bersyukur dan bangga bisa meraih Juara I. Namun pengalaman paling berharga bagi kami bukan hanya ketika nama tim diumumkan sebagai pemenang. Kami senang karena selama expo bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat, memberikan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah secara gratis, sekaligus mengenalkan pentingnya kualitas tidur bagi pasien hipertensi,” ujar Kesuma.
Berangkat dari pengalaman berharga tersebut, ia menegaskan komitmen timnya untuk terus menyempurnakan karya ini. Penemuan digital ini tidak boleh mandek hanya sebagai produk pameran semata.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan SLEEP-7. Kami ingin inovasi ini tidak berhenti sebagai produk mahasiswa atau karya lomba. Harapan kami, SLEEP-7 dapat terus disempurnakan, diteliti, dan suatu saat benar-benar dapat digunakan secara lebih luas untuk membantu pasien hipertensi,” tuturnya.
Mendobrak Batas Ruang Kelas
Semangat pengabdian mahasiswa ini berpadu erat dengan visi dosen pembimbing mereka, Prima Trisna Aji. Pakar keperawatan tersebut selalu memotivasi mahasiswanya untuk merancang solusi nyata. Ia menilai pendidikan sejati harus memberi dampak langsung bagi kualitas hidup masyarakat luas.
“Sejak awal target kami sebenarnya bukan semata-mata menjadi juara. Kami ingin mahasiswa berani berpartisipasi, berani membawa gagasannya keluar dari ruang kelas, dan yang paling penting inovasi tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan. Ketika kemudian mendapatkan Juara I, tentu kami sangat bersyukur. Bagi kami, juara adalah bonus dari proses panjang yang telah dilakukan mahasiswa,” jelas Prima.
Menyusul kemenangan tersebut, sang dosen kini mendampingi tim untuk mendaftarkan paten karya mereka. Langkah maju ini tentu menjadi babak baru bagi pengembangan inovasi tidur nyenyak tersebut. Pada akhirnya, kerja keras kelompok mahasiswa ini membuktikan bahwa kepedulian sosial selalu berhasil melahirkan inovasi yang mendunia.