Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Siap Dibangun, Muhammadiyah Senior Care untuk Muliakan Lansia

18 Agustus 2026, 12:16 WIB • 2 menit baca
Sembilan jajaran pengurus MPKS PP Muhammadiyah dan tokoh lokal berfoto bersama di depan bangunan bercat hijau dengan gestur tangan kanan di dada kiri.
Jajaran pengurus MPKS PP Muhammadiyah meninjau calon lokasi Muhammadiyah Senior Care di Bogor guna mendorong pemberdayaan lansia agar tetap aktif, produktif, dan bermartabat.

BOGOR, muhammadiyahsemarangkota.org – Menolak anggapan bahwa masa tua adalah beban, Muhammadiyah mengambil langkah nyata untuk merangkul para lansia secara utuh. Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah siap menyulap kawasan Layangsari, Bogor Selatan, menjadi hunian terpadu Muhammadiyah Senior Care (MSC) yang memanusiakan warga senior.

Melansir dari laman SuaraMuhammadiyah.id, proyek di atas lahan seluas 1.500 meter persegi ini tidak sekadar menjadi tempat penitipan lansia. Pengurus pusat merancang fasilitas ini sebagai pusat pemberdayaan lansia agar mereka tetap aktif berkarya dan memiliki ruang sosial yang sehat.

Tim MPKS PP Muhammadiyah telah meninjau langsung kesiapan lokasi vila tersebut pada Sabtu (15/8/2026). Pendekatan humanis menjadi ruh utama dalam pengelolaan pusat pelayanan sosial ini.

Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Mariman Darto, menegaskan pentingnya penataan kelembagaan serta kesiapan SDM sebelum beroperasi secara resmi. “Tempatnya sangat bagus dan cocok untuk kita dirikan Muhammadiyah Senior Care. Penguatan kelembagaan diperlukan agar pengelolaan pelayanan sosial memiliki dasar yang jelas,” ujar Mariman Darto pada Sabtu (15/8/2026).

Memetakan Kebutuhan Warga dan Melatih Empati Pendamping

Proses pendirian tempat ini diawali dengan pemetaan kondisi sosial warga senior di sekitar Layangsari. Oleh sebab itu, tim pengelola dapat menyusun program pelayanan yang benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Mariman Darto juga menyoroti pentingnya kompetensi serta tingkat kesabaran para pendamping lansia. Pasalnya, mendampingi warga senior membutuhkan ketulusan dan kemampuan mendengar yang baik.

“Mengelola lansia itu tidak mudah, harus banyak mendengar. Karena usia lansia betul-betul membutuhkan pendengar yang baik atas gagasan dan ide mereka,” kata Mariman Darto dalam keterangannya pada Sabtu (15/8/2026).

Keterampilan komunikasi tersebut menjadi fondasi utama dalam menciptakan suasana hunian yang hangat. Selanjutnya, para pendamping siap memberikan perawatan yang berfokus pada kebahagiaan lansia.

Mengubah Potensi Senior Menjadi Pendukung Pergerakan Organisasi

Langkah strategis ini menjadi jawaban atas data BPS yang mencatat jumlah lansia Indonesia mencapai 34,07 juta jiwa. Angka tersebut mencakup 11,97 persen dari total populasi nasional.

Ketua MPKS PWM DKI Jakarta, Iqbal Rais, menyampaikan bahwa program ini melampaui kegiatan keagamaan formal. Maka dari itu, pengelola memadukan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dengan aktivitas seni, musik, serta diskusi kelompok.

“Lansia bukan beban. Kita ingin menguatkan, memproduktifkan, dan mengaktifkan mereka agar menjadi pendukung utama gerakan Persyarikatan,” tegas Iqbal Rais

Gagasan ini membuktikan bahwa program pemberdayaan lansia sanggup menjaga produktivitas warga senior secara nyata. Dengan demikian, kawasan Senior Care di Bogor ini siap menjadi tolok ukur pelayanan sosial yang memanusiakan manusia di Indonesia.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: