Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Lebih dari Sekadar Lomba, Aisyiyah Kota Semarang Siapkan Ibu-Ibu Benahi Kampung

29 Agustus 2026, 15:21 WIB • 2 menit baca
Peserta perempuan berhijab merah muda sedang berorasi di hadapan juri dalam Lomba Mubalighot pada acara Milad Aisyiyah Kota Semarang ke-59.
Penampilan salah satu peserta Lomba Mubalighot saat dinilai oleh dewan juri dalam rangkaian acara Milad Aisyiyah Kota Semarang ke-59 di Gedung PDM, Sabtu (29/8/2026). Ajang ini merupakan sarana seleksi untuk menjaring daiyah perempuan tangguh yang siap diterjunkan langsung ke masyarakat.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Tepuk tangan meriah di arena kompetisi dakwah rupanya menjadi saksi lahirnya agen perubahan baru di tengah masyarakat. Melalui momentum Milad Aisyiyah 59, Aisyiyah Kota Semarang mulai mencetak daiyah perempuan Semarang yang tak cuma jago pidato, tetapi langsung diterjunkan untuk membina warga melalui pengajian Muhammadiyah.

Ratusan warga antusias memadati Gedung PDM Kota Semarang pada Sabtu (29/8/2026) pagi. Sejak pukul 08.00 WIB, mereka menantikan penampilan 15 peserta delegasi dari 18 pimpinan cabang. Para peserta ini saling unjuk kebolehan berorasi di atas mimbar.

Fokus Cetak Daiyah Tangguh

Menginjak usia ke-59 tahun, organisasi perempuan ini menolak perayaan seremonial biasa. Panitia menjadikan ajang perlombaan sebagai momentum mengukur kekuatan dan menemukan potensi kader terbaik.

“Khusus Lomba Mubalighot, kami ingin mengidentifikasi kader-kader yang memiliki potensi menjadi mubalighot dan daiyah,” ujar Ketua Panitia, Prof. Listiyaning Sumardiyani. Langkah taktis ini memastikan para peserta tidak sekadar berburu piala. Prof. Listiyaning menegaskan bahwa pembinaan jangka panjang langsung menanti para kader potensial tersebut.

“Potensi tersebut akan didata dan dikembangkan agar para kader tidak berhenti di panggung perlombaan, tetapi benar-benar terjun berdakwah di tengah masyarakat dan lingkungan Muhammadiyah,” tambahnya.

Perkuat Syiar di Akar Rumput

Selain mencetak penceramah unggul, panitia juga menyoroti pentingnya standar kesehatan anak. Mereka mengadakan lomba Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) khusus jejaring TK ABA. Evaluasi ini menjamin anak usia dini belajar dalam lingkungan pendidikan yang steril.

Rangkaian kompetisi ini pada akhirnya mengukur langsung kekuatan internal organisasi. Siti Aminah, salah satu tokoh panitia, menyoroti nasib lulusan sekolah tabligh. Ia memastikan para srikandi ini siap memimpin berbagai pengajian Muhammadiyah.

“Ini akan kami terapkan dan terjunkan di pengajian-pengajian,” tegas Siti Aminah mengonfirmasi penugasan tersebut.

Menuju Puncak Resepsi Akbar

Puncak penugasan kader unggulan ini akan berlanjut pada bulan depan. Panitia tengah menyiapkan resepsi akbar pada 27 September 2026 di Kecamatan Pedurungan. Perayaan puncak Milad Aisyiyah 59 ini siap melibatkan berbagai elemen lintas organisasi.

Kolaborasi tersebut mengukuhkan komitmen pengabdian tanpa henti dari para anggotanya. Aisyiyah sedang menegaskan gerakannya terus hidup dan para daiyah perempuan Semarang siap memperluas manfaat nyata bagi bangsa.

Kontributor: Imam S Abu Maulana
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: