Sumpah Pemuda Lintas Agama, Nasyiatul ‘Aisyiyah Semarang Inisiasi Aksi Tanam Pohon dan Sarasehan Ekologis
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Semangat Sumpah Pemuda bergelora dalam aksi nyata penyelamatan lingkungan di Vihara 2500 Buddha Jayanti, Pudakpayung, Sabtu (31/10/2026). Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Kota Semarang bersama elemen pemuda lintas agama menggelar aksi penanaman pohon dan sarasehan ekologis bertajuk Grow Together, Unite for Tomorrow.
Inisiasi kolaboratif ini lahir dari persahabatan erat tokoh muda PDNA Kota Semarang, DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Pemuda Katolik, serta Global Peace Youth Indonesia Semarang. Sebab, momentum Sumpah Pemuda menjadi pemantik utama bagi generasi muda lintas iman untuk merajut persaudaraan sembari menjaga kelestarian bumi.
Suasana sejuk kawasan vihara terasa kian hangat saat belasan pemuda dari pelbagai latar belakang keagamaan bergotong royong menanam bibit pohon. Bahkan, ragam organisasi kepemudaan lintas iman lainnya turut hadir memadati lokasi untuk merawat harapan masa depan lingkungan yang lebih hijau.
Kontribusi Kecil Pemuda Semarang untuk Isu Ekologis Nasional
Aksi nyata ini menjadi bukti kepedulian pemuda terhadap krisis lingkungan yang tengah melanda berbagai wilayah Indonesia. Ketua PDNA Kota Semarang, Prasasti Nugrahaning Gusti, S.H., menegaskan bahwa kepedulian ekologis harus diwujudkan melalui langkah konkret tanpa memandang sekat perbedaan.
“Kita mungkin memang tidak berada di Kalimantan, tetapi kita berada di sini ikut memberikan kontribusi kecil melalui penanaman pohon. Ini bentuk kepedulian kita sebagai pemuda lintas agama bahwa kita bersatu berpadu untuk bumi yang lebih baik,” ujar Prasasti Nugrahaning Gusti di Semarang, Sabtu (31/10/2026).
Prasasti menambahkan, gerakan Grow Unity ini merupakan pijakan awal untuk kolaborasi kebaikan yang lebih luas pada masa mendatang. Sebab, keharmonisan hubungan antarumat beragama makin bermakna saat dirangkaikan dengan ikhtiar menjaga kelestarian alam bersama.
“Harapan kami kegiatan ini tidak berhenti hari ini. Kedepan akan ada lebih banyak organisasi pemuda lintas iman yang bergabung untuk bergerak bersama menjaga lingkungan,” tambah Prasasti optimis.
Sarasehan Ekologis Pertajam Komitmen Menjaga Bumi
Rangkaian acara berlanjut dengan sesi sarasehan interaktif yang mengupas tuntas isu keilmuan kehutanan serta pemulihan ekosistem nasional. Selain itu, perwakilan Lurah Pudakpayung turut menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif luar biasa yang diusung para pemuda tersebut.
Lurah Pudakpayung menilai penanaman pohon ini selaras dengan predikat kawasan sebagai Kampung Pemuda Pancasila. Sebab, perjuangan pemuda zaman kini telah bergeser dari melawan penjajah menjadi aksi menjaga bumi demi generasi mendatang.
“Jika dulu pemuda bersatu melawan penjajahan, sekarang pemuda bersatu lewat kegiatan positif menanam pohon. Aksi hari ini memastikan anak cucu kita mewarisi lingkungan yang bersih dan sehat,” tegas Lurah Pudakpayung dalam sambutannya.
Melalui penanaman pohon dan dialog sarasehan ini, Nasyiatul ‘Aisyiyah bersama jaring pemuda lintas agama Semarang membuktikan bahwa simfoni kebhinekaan sanggup menghadirkan keteduhan bagi bumi dan kemanusiaan.