Siapkan Nakes Tangguh, Alumni FIKKES UNIMUS Bangun Kolaborasi Tenaga Kesehatan Lintas Profesi
SALATIGA, muhammadiyahsemarangkota.org – Sekat antarprofesi medis kini mulai runtuh demi menghadapi tantangan dunia kesehatan modern. Alumni Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kini resmi membangun kolaborasi tenaga kesehatan lintas keahlian. Langkah proaktif ini bertujuan menyiapkan lulusan medis yang tangguh sekaligus merancang masa depan profesi yang lebih baik.
Pergerakan kolektif tersebut terwujud nyata dalam acara Capacity Building dan Pelantikan IKA FIKKES. Kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari, tepatnya pada Jumat hingga Sabtu, 28-29 Agustus 2026. Ratusan praktisi kesehatan berkumpul di Hotel Laras Asri Resort, Kota Salatiga, Jawa Tengah, untuk merumuskan langkah konkret memajukan almamater.
Sinergi Nyata Melalui Kompartemen Kesehatan
Penyatuan berbagai disiplin ilmu medis ini tentu tidak terjadi secara instan. Ketua Panitia Capacity Building, Dr. Sufiati Bintanah, SKM, M.Si., menyatakan para pengurus sudah merencanakan agenda besar tersebut sejak dua bulan lalu. Ia sangat berharap pertemuan kali ini mampu mewujudkan berbagai program kerja penting yang sempat tertunda.
“Harapannya dengan kegiatan ini semua program kerja bisa terlaksana dengan baik, ya. Karena sebenarnya ikatan alumni ini kan memang sudah lama, tapi pada kesempatan sore hari ini kita akan meng-upgrade ke kegiatan-kegiatan yang belum terlaksana,” tegas Sufiati saat memaparkan arah pergerakan.
Menata Ulang Profesi Medis Masa Depan
Melanjutkan semangat perbaikan tersebut, Ketua IKA FIKKES, Dr. Arwani, SKM, BN, Hons, MN., turut menyoroti pentingnya evaluasi organisasi. Ia memaparkan bahwa forum ini bertujuan mengevaluasi pencapaian sekaligus merancang cetak biru program baru. Hal ini sengaja dilakukan demi mencetak profesi medis masa depan yang adaptif dan solutif.
“Acara ini intinya adalah dalam rangka untuk mengevaluasi program kerja kita, ya. Jadi program kerja IKA FIKES mana yang belum, mana yang sudah, dan juga dalam rangka untuk mempersiapkan program kerja ke depan,” ungkap Arwani merinci tujuan utama kegiatan.
Pengukuhan Pengurus Inti Kompartemen Lintas Jurusan
Momen pengukuhan pengurus kompartemen pada malam itu menjadi tonggak sejarah yang penting. Empat bidang keahlian resmi menetapkan nakhoda baru untuk memimpin pergerakan kolaborasi. Kompartemen Keperawatan kini langsung dikomandoi oleh Ns. Iib Ristu Mutaqin, S.Kep. Ia turut didampingi oleh Ns. Yanuan Ben Olina, S.Kep., MNS., SP.KepK selaku sekretaris.
Beralih ke disiplin lain, Kompartemen Ilmu Gizi memercayakan posisi ketua kepada Wirawan Mukti Jayanto, S.Gz. Mustakim, S.Gz, M.Gz juga ikut mendampinginya untuk bertugas sebagai wakil ketua. Selanjutnya, Ermawan resmi menjabat sebagai Ketua Kompartemen Teknologi Laboratorium Medik. Suhendi pun siap berkolaborasi menempati posisi wakil ketua pada bidang tersebut.
Melengkapi formasi kuat ini, Kompartemen Kebidanan juga telah menetapkan struktur intinya. Bdn. Roja Sekar Arum, S.Keb resmi dilantik menjadi ketua kompartemen. Ia akan langsung berkoordinasi dengan Bdn. Wenni Ida Candrawati, S.Tr. Keb selaku sekretaris. Kehadiran para tokoh andal ini pastinya akan mempercepat eksekusi berbagai program strategis organisasi ke depan.
Kontribusi Riil untuk Lulusan Tepat Sasaran
Kehadiran para praktisi lapangan ini ternyata membawa dampak positif yang sangat masif bagi institusi kampus. Wakil Dekan 1 FIKKES Unimus, Dr. Ns. M. Fatkhul Mubin, S.Kep, M.Kep, Sp.Jiwa., sangat mengapresiasi keberanian alumni dalam membedah ulang kurikulum. Ia melihat masukan dari lulusan sangat krusial untuk menjembatani teori akademik dengan kerasnya realitas dunia medis.
“Masukan dari alumni ini luar biasa. Sehingga kurikulum yang dibikin oleh para prodi di fakultas itu betul-betul bisa tepat sasaran dan yang dibutuhkan oleh masyarakat,” jelas Fatkhul Mubin penuh kebanggaan.
Pada akhirnya, kolaborasi tenaga kesehatan yang terjalin erat di Salatiga ini membuktikan satu hal penting. Kepedulian alumni rupanya tidak pernah berhenti usai mereka menerima ijazah dari kampus. Lewat aksi merombak kurikulum hingga merutinkan donasi beasiswa, mereka telah membentengi generasi penerus nakes agar berdiri jauh lebih tangguh di masa depan.