Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Ancaman Penyakit Pernapasan Meningkat, Rumah Oksigen Muhammadiyah Sediakan Udara Bersih Gratis

1 September 2026, 16:35 WIB • 2 menit baca
Relawan medis memeriksa kondisi kesehatan warga terdampak kabut asap karhutla di posko Rumah Oksigen Muhammadiyah Palangka Raya.
Relawan medis Rumah Oksigen Muhammadiyah Palangka Raya tengah memberikan penanganan pertama kepada warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap karhutla.

PALANGKA RAYA, muhammadiyahsemarangkota.org – Kualitas udara di Kalimantan Tengah kian membahayakan seiring meluasnya kabut asap. Merespons krisis napas ini, Rumah Oksigen Muhammadiyah langsung membuka layanan udara bersih gratis untuk mencegah lonjakan penyakit pernapasan.

Posko kesehatan darurat ini berlokasi di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Kota Palangka Raya. Warga yang terdampak asap mulai mendatangi layanan penyelamatan ini pada Senin (31/8/2026) untuk mendapat pertolongan medis pertama.

Kasus sesak napas yang warga alami umumnya merujuk pada Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Karuthala. Penyakit ini memicu gejala batuk parah akibat masuknya zat beracun dari asap kebakaran hutan ke dalam paru-paru. Karuthala adalah infeksi pada saluran pernapasan yang timbul akibat paparan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan

Respons Cepat Menangani Kualitas Udara Berbahaya

Tim relawan gabungan langsung bergerak taktis membuka posko ini bagi masyarakat sipil dan petugas pemadam. Fasilitas tanggap darurat tersebut terbukti sangat krusial di tengah kepungan kabut asap pekat.

“Rumah Oksigen di Kalimantan Tengah beroperasi mulai pukul 08.00–16.00 WIB. Lokasinya berada di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan RTA Milono KM 1,5, Palangka Raya,” ujar Ketua Lazismu Kalimantan Tengah, Muhammad Fitriani, dilansir dari muhammadiyah.or.id.

Menyikapi skala bencana tersebut, ia menjelaskan bahwa organisasinya mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak 115 relawan turun menyisir titik-titik krisis. Pasukan kemanusiaan ini meliputi tenaga medis, ahli logistik, hingga personel pemadam kebakaran.

Dukungan Penuh bagi Kelompok Rentan

Gerakan kemanusiaan ini mendapat pengawalan ketat dari Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau MDMC Kalteng. Tim pengendali lapangan terus memastikan bantuan medis menjangkau kelompok warga yang paling rentan.

“Kami berupaya menghadirkan layanan yang dapat langsung dirasakan masyarakat maupun para relawan yang berada di lapangan,” tegas Ketua LRB/MDMC Kalimantan Tengah, Heru Setiawan.

Selain menanti pasien datang, tim gabungan turut bergerak proaktif menembus pekatnya asap. Relawan membagikan masker N95, mendistribusikan paket nutrisi, dan mengoperasikan armada mobil oksigen keliling.

Antisipasi Kebutuhan Logistik Darurat

Melalui sistem rotasi yang rapi, operasi penyelamatan ini sudah berjalan aktif sejak pekan lalu. Penyelenggara merencanakan posko layanan oksigen tersebut terus beroperasi hingga pertengahan bulan depan.

“Masa operasional tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan serta status tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah,” kata Ketua Poskor Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Inayati Muharini.

Menghadapi kualitas udara yang kian memburuk, relawan kini berpacu menggalang tambahan logistik. Mereka mendesak pengadaan tabung oksigen segar, pasokan obat-obatan, serta alat pelindung diri (APD) bagi petugas medis di lapangan.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: