38 Provinsi Unjuk Seni Budaya di Semarang, Pawai Ta’aruf MTQ Nasional 2026 Berlangsung Meriah
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Kota Semarang menjelma menjadi panggung megah kebinekaan Indonesia pada Sabtu (12/9/2026) pagi. Sebanyak 38 kafilah provinsi dari seluruh penjuru Nusantara tumpah ruah memadati jalanan dalam Pawai Ta’aruf pembuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, melepas langsung parade spektakuler tersebut di depan Balai Kota Semarang. Iring-iringan kendaraan hias serta parade busana adat bergerak memukau ribuan warga menuju garis finish di Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Deretan atraksi budaya mewarnai pawai pembuka ini. Pengantin Aceh, Cenderawasih Papua, hingga replika mobil hias Laksamana Cheng Ho menyatu dalam harmoni. Kemeriahan kian menggema lewat dentuman 100 personel marching band serta alunan 62 penampil hadrah dari MAJT.
Simbol Syiar Inklusif dan Toleransi dari Kota Semarang
Tidak sekadar parade visual, perhelatan akbar ini membawa misi perekat persatuan bangsa. Agustina Wilujeng menegaskan bahwa Pawai Ta’aruf menjadi ruang terbuka untuk saling menyapa, mengenal, serta mempererat tali persaudaraan sesama anak bangsa.
“Pawai Ta’aruf ini simbol syiar untuk saling mengenal. Kita ingin menunjukkan karakter Semarang sebagai tuan rumah yang inklusif, damai, dan penuh toleransi,” ujar Agustina Wilujeng di Semarang, Sabtu (12/9/2026).
Pesan kerukunan makin menguat lewat kehadiran barisan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang. Bahkan, semangat inklusivitas ini terpancar saat sekolah-sekolah berbasis keagamaan non-Muslim turut antusias mempelajari Mars MTQ Nasional.
“Selamat menunjukkan karya terbaik. Mari kita gabungkan semangat harmoni dan Semarang untuk Indonesia,” tambah Agustina Wilujeng optimis.
Semarak Rangkaian MTQ Nasional Berlanjut ke Simpang Lima
Kemeriahan pesta religi dan budaya ini berlanjut dengan gelaran Festival Halal serta Festival Busana Muslim di kawasan Simpang Lima Semarang. Selain itu, ratusan ribu pelajar dijadwalkan bakal menggemakan Mars MTQ Nasional secara serentak pada malam harinya.
Kehadiran sosok seniman legendaris Mandra di atas mobil hias kontingen DKI Jakarta turut menambah daya tarik warga. Dengan demikian, Pawai Ta’aruf berhasil membuktikan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an dan kebudayaan sanggup berjalan selaras dalam bingkai kebhinekaan.
Melalui kemegahan perhelatan ini, Semarang sukses memancarkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: dari Al-Qur’an, merajut persaudaraan Nusantara.