Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Tips Jitu Kenalkan Nabi pada Anak Sejak Dini Lewat Bahasa Cinta Sehari-hari

12 September 2026, 18:36 WIB • 2 menit baca
Ust. Muhammad Burhan Khaerudin mengenakan peci hitam dan baju batik sedang membaca materi di hadapan layar presentasi parenting TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal.
Suasana saat Ust. Muhammad Burhan Khaerudin menyampaikan materi dalam kegiatan edukasi keluarga dan parenting di lingkungan sekolah.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Menanamkan kecintaan kepada Rasulullah sejak dini sering kali menantang bagi para orang tua. Padahal, mengenalkan Nabi pada anak bisa dilakukan secara hangat lewat penerapan bahasa cinta sehari-hari di rumah.

Kajian Maulid Nabi yang penuh kekhusyukan digelar di aula TK ABA 27 Semarang pada Jumat, 11 September 2026. Acara ini menghadirkan Kepala SD Muhammadiyah 12 Semarang, Ust. Muhammad Burhan Khaerudin, sebagai penceramah utama.

Menghidupkan Bahasa Cinta Keluarga

Dalam sesi materinya, Burhan memaparkan bahwa ekspresi cinta umat kepada Nabi Muhammad SAW memiliki banyak bentuk nyata. Orang tua dapat memilih pendekatan yang paling selaras dengan keseharian buah hati.

“Bentuk bahasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW sangat bermacam-macam,” ujar Burhan di hadapan para wali murid.

Bentuk cinta tersebut mencakup words of affirmation melalui bacaan selawat dan pujian akhlak. Selain itu, ada quality time lewat waktu khusus untuk mempelajari sejarah hidup Rasulullah.

Praktik harian juga meliputi penjagaan kebersihan diri serta pengamalan sunah. Di samping itu, Burhan mengingatkan agar setiap keluarga tidak saling memperdebatkan perbedaan ekspresi cinta tersebut.

“Umat Islam tidak perlu saling menyalahkan atas perbedaan cara mengungkapkan rasa cinta, selama ekspresinya tidak melanggar syariat,” tegasnya.

Meneladani Akhlak Rasulullah

Sebagai panduan utama, ia mengutip Surat Al-Ahzab ayat 21 untuk menegaskan kedudukan Rasulullah sebagai panutan. Menurut pandangannya, Nabi Muhammad adalah sosok ideal yang sangat dekat dengan realitas kehidupan manusia.

“Rasulullah adalah manusia biasa yang mengalami dinamika hidup, sehingga perilakunya sangat realistis untuk kita teladani bersama,” ungkap Burhan menjelaskan alasan utama meneladani Nabi.

Ia menambahkan bahwa kebaikan Rasulullah yang sempurna menjadi standar tertinggi dalam beribadah dan bersosialisasi. Di samping itu, meneladani beliau juga merupakan perintah langsung dari Allah SWT.

Membangun Fondasi Spiritual Sejak Dini

Sebagai penutup, ia mengajak para orang tua untuk konsisten menanamkan nilai-nilai keteladanan tersebut. Melalui pendekatan yang penuh kasih, kecintaan pada Nabi akan mengakar kuat di dalam jiwa anak-anak.

Pada akhirnya, konsistensi orang tua dalam membimbing anak akan melahirkan generasi masa depan yang berakhlak mulia. Langkah kecil ini menjadi wujud nyata kecintaan hamba kepada Sang Pencipta.

Kontributor: Humas TK Aba 27
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: