Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Jangan Biarkan Gadget Mendidik Anak Anda: Ini 5 Kunci Penting Parenting Masa Kini

12 September 2026, 22:14 WIB • 3 menit baca
Ustaz Muhammad Burhan Khaerudin, S.Pd., menyampaikan materi tips parenting anak masa kini di TK ABA 35 Semarang
Ustaz Muhammad Burhan Khaerudin saat memaparkan materi bertema "Menjadi Orang Tua Hebat di Era Digital" di TK ABA 35 Semarang.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Anak zaman sekarang ternyata jauh lebih nurut pada YouTube daripada orang tuanya sendiri. Kondisi ini menuntut pemahaman mendalam tentang tips parenting anak masa kini demi menyelamatkan masa depan mereka dari jeratan gawai.

Fenomena tersebut menjadi sorotan utama dalam Kajian Parenting Wali Murid yang diselenggarakan di TK ABA 35 Semarang pada Sabtu, 12 September 2026. Acara penuh kehangatan ini menghadirkan Ustaz Muhammad Burhan Khaerudin, S.Pd., Kepala SD Muhammadiyah 12 Semarang, sebagai penceramah utama.

Alarm Darurat Pengasuhan Digital

Suasana ruang pertemuan mendadak hening ketika pemateri melontarkan pertanyaan reflektif yang menohok batin peserta. Setiap ayah dan ibu diajak merenungkan kembali realitas pengasuhan di tengah gempuran arus modernisasi saat ini.

“Anak kita sedang tumbuh, tapi kita sedang sibuk dengan apa? Di era digital ini, sebenarnya siapa yang sedang mendidik anak kita?” ujar Ustaz Burhan di hadapan puluhan wali murid yang hadir.

Pertanyaan tersebut membuka kesadaran bahwa pergeseran peran pengasuhan terjadi sangat senyap di dalam rumah. Oleh karena itu, para orang tua harus segera mengambil kembali kendali sebelum terlambat.

Menepis Ilusi Nasihat Tanpa Teladan

Banyak orang tua merasa sudah menjalankan tugas mendidik hanya karena sering melontarkan teguran atau nasihat panjang. Padahal, anak-anak sering kali tidak kekurangan kalimat perintah, melainkan sangat kelaparan akan kehadiran teladan nyata.

“Anak yang banyak ditegur, belum tentu banyak dididik,” tegas Ustaz Burhan saat membedah kesalahan pola asuh yang kerap diabaikan.

Selain itu, dominasi layar gawai terbukti menggerus kedekatan emosional antara anggota keluarga. Situasi ini membuat hubungan orang tua dan anak merenggang secara perlahan dari hari ke hari.

“Jangan sampai YouTube lebih tahu tontonan favorit anak, gim online lebih tahu kesukaan anak, dan media sosial lebih tahu kebiasaan anak, sementara kita sebagai ayah dan ibunya justru tidak tahu apa yang membuat anak kita takut, sedih, atau bahagia,” tambah Ustaz Burhan dengan nada prihatin.

5 Kunci Utama Parenting di Rumah

Sebagai solusi konkret, setiap keluarga wajib mengoptimalkan peran ayah dan ibu dalam keluarga untuk mengimbangi pengaruh teknologi. Panduan praktis tersebut dirangkum dalam lima poin penting yang harus diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Poin pertama mencakup upaya membangun iman yang menjadi fondasi utama dalam mengenalkan nilai ketauhidan kepada anak sejak usia dini. Poin kedua yaitu memberikan teladan nyata karena anak selalu merekam setiap tindakan dan sikap orang tuanya di rumah. Poin ketiga meliputi fungsi pengawas untuk memantau aktivitas anak secara bijak di dunia nyata maupun digital. Poin keempat melibatkan aturan pembuatan batas yang tegas namun tetap penuh kasih mengenai batasan waktu penggunaan gawai. Poin kelima menegaskan posisi sebagai teman bicara yang selalu menyediakan waktu berkualitas untuk mendengarkan setiap keluh kesah buah hati.

Melalui pemahaman tersebut, kolaborasi harmonis lewat sekolah parenting islam terbukti efektif memperkuat benteng pertahanan keluarga. Langkah nyata ini memastikan anak-anak tumbuh menjadi generasi cerdas sekaligus berakhlak mulia.

Masa depan buah hati tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang mereka pegang setiap hari. Kehadiran fisik, cinta tulus, dan keteladanan orang tua tetap menjadi penentu utama keselamatan mereka di dunia maupun akhirat.

Kontributor: Humas TK Aba 35
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: