Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Cetak Calon Pemimpin, SMP Ini Latih Kepemimpinan Karakter Islami Pakai E-Voting Canggih

25 September 2026, 14:52 WIB • 3 menit baca
Siswa SMP Muhammadiyah 3 Semarang sedang melakukan e-voting menggunakan komputer dalam pemilihan ketua organisasi sekolah untuk melatih kepemimpinan karakter Islami sejak dini.
Siswa SMP Muhammadiyah 3 Semarang antusias memberikan hak suaranya melalui bilik suara digital (e-voting) dalam pemilihan ketua Ortom, Jumat (25/9/2026). Inovasi ini menjadi ruang praktik demokrasi sekaligus menanamkan kepemimpinan karakter Islami. (Foto: Dok. SMP Muhammadiyah 3 Semarang)

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Pemilihan ketua organisasi tak melulu soal perolehan suara atau adu popularitas. SMP Muhammadiyah 3 Semarang mengubah ajang rutinan ini menjadi ruang praktik nyata berbasis teknologi canggih. Tujuannya sangat jelas, yakni mencetak calon pemimpin masa depan dan menanamkan kepemimpinan karakter Islami bagi seluruh siswanya.

Kegiatan aksi nyata ini berlangsung meriah di kompleks SMP Muhammadiyah 3 Semarang pada Jumat (25/9/2026). Ratusan pemilih tampak berbaris rapi menunggu giliran. Mereka tidak menanti pembagian buku, melainkan antre masuk ke bilik suara digital.

Pesta demokrasi sekolah ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Tercatat sebanyak 511 orang terdaftar sebagai pemilih sah. Angka ini mencakup 461 siswa, 40 guru dan karyawan, serta 10 guru PPL yang juga ikut memberikan suaranya.

Antusiasme warga sekolah terlihat sangat tinggi. Dari total daftar pemilih tersebut, panitia berhasil menghimpun 474 suara sah yang masuk ke dalam sistem. Angka partisipasi ini menjadi bukti nyata kesuksesan inovasi e-voting di lingkungan sekolah.

Belajar Demokrasi Sejak Dini Lewat Digitalisasi

Pelaksanaan agenda besar ini terwujud berkat kerja keras dua koordinator acara, yaitu M. Reza Ariyanto, S.Pd., Gr., dan Fitri Setiyani. Keduanya bahu-membahu merancang agar sistem pemilihan tanpa kertas ini berjalan lancar. Fitri, sebagai salah satu koordinator, mengawal langsung jalannya proses modern tersebut di lapangan.

Ia memastikan setiap anak bisa beradaptasi dengan metode e-voting ini secara baik. “Jadi semua proses kita pakai komputer. Jadi sudah nggak pakai kertas lagi,” ujar Fitri menjelaskan suasana di lokasi.

Langkah berani ini sekaligus membuka jalan bagi siswa untuk belajar demokrasi sejak dini. Fitri melihat perubahan positif dari transisi digital tersebut bagi para pemilih pemula. “Pembelajaran untuk anak-anak, satu, mereka bisa langsung memilih dengan yang lebih modern. Terus, ya, mereka juga bisa memilih menerapkan sistem demokratis,” tambahnya.

Meneladani Sifat Nabi dalam Kepemimpinan

Meski berbasis teknologi canggih, ruh acara ini tetap berakar kuat pada nilai-nilai spiritual. Sekolah sedang menyiapkan pondasi moral bagi para calon pemimpin masa depan. Melalui hak suara ini, kesadaran berorganisasi siswa mulai tumbuh secara perlahan.

Kepala SMP Muhammadiyah 3 Semarang, Rojudin, S.Pd., M.Si., mendukung penuh langkah strategis tersebut. Ia menegaskan bahwa sistem komputasi ini sangat melatih kejujuran dan rasa tanggung jawab siswanya. “Mereka memberikan one vote one student, artinya satu suara untuk satu siswa, yaitu mereka berlatih demokrasi,” ungkap Rojudin.

Lebih jauh dari sekadar urusan teknis pemungutan suara, Rojudin menyimpan harapan besar. Ia ingin anak-anak didiknya mampu meresapi sekaligus mempraktikkan sifat nabi dalam kepemimpinan. Teladan agung ini menjadi kunci utama bagi kemajuan karakter siswa masa kini.

“Ke depannya diharapkan ketika menjadi pemimpin bangsa… meniru kepemimpinan nabi, yaitu pasti ada amanah, tabligh, juga fathonah,” jelasnya.

Berangkat dari hal tersebut, prinsip memimpin secara adil tanpa melihat gender turut bergema kuat sepanjang acara. “Dengan sifat keempat pemimpin nabi itulah yang akan ditiru anak-anak… dan menjadi pemimpin yang betul-betul pemimpin yang punya karakter yang islami,” pungkas Rojudin optimis.

Pada akhirnya, bilik digital ini bukan sekadar ajang pamer inovasi sesaat. Melalui satu ketukan jari di layar komputer, generasi muda ini merajut asa menjadi pemimpin adil kelak.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: