Tersambung! Jembatan Penghubung RS Roemani dan Masjid At-Taqwa Permudah Akses Ibadah Pasien
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Pasien, keluarga, hingga tenaga medis di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang kini tidak perlu kesulitan lagi jika ingin menunaikan ibadah berjamaah ke masjid. Akses menuju Masjid At-Taqwa kini resmi tersambung langsung melalui fasilitas jembatan penghubung di lantai tiga.
Hadirnya jembatan fisik ini memangkas jarak dan waktu tempuh warga rumah sakit. Tanpa perlu memutar jalan atau terpapar cuaca luar, keluarga pasien dan civitas hospitalia kini bisa berpindah dari ruang perawatan ke masjid secara aman, cepat, dan nyaman.
Tak hanya jembatan, fasilitas ruang tunggu khusus keluarga pasien ICU juga resmi beroperasi. Kehadiran dua sarana baru ini menjadi jawaban nyata atas kebutuhan kenyamanan fisik serta ketenangan spiritual bagi keluarga yang sedang mendampingi pasien kritis.
Akses Ibadah Makin Cepat dan Efisien Bagi Keluarga Pasien
Kehadiran jembatan penghubung lantai tiga ini memberikan dampak besar pada efisiensi mobilitas sehari-hari. Direktur Utama RS Roemani Muhammadiyah, dr. Sri Mulyani, Sp.A., M.Kes., FISQua, menegaskan bahwa kemudahan akses ibadah kini menjadi prioritas utama pelayanan.
“Adanya jembatan penghubung antara Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah dengan Masjid At-Taqwa meningkatkan kemudahan bagi karyawan, dokter, pasien, maupun keluarga yang mau melaksanakan ibadah berjamaah,” ujar dr. Sri Mulyani seusai peresmian di Masjid At-Taqwa, Jumat (18/9/2026).
Sri Mulyani menambahkan, penyediaan ruang tunggu ICU yang memadai juga dibuat untuk memperlancar komunikasi medis. Langkah ini memastikan petugas rumah sakit dapat memanggil atau memberikan informasi penting kepada keluarga pasien secara cepat.
“Harapannya keluarga pasien bisa lebih nyaman menunggu dan lebih efisien dari segi transfer. Ini juga mempermudah komunikasi antara petugas dan keluarga pasien sehingga layanan bisa berjalan lebih baik,” tambah dr. Sri Mulyani.
Kolaborasi Filantropi Memanusiakan Pasien dan Keluarga
Penyediaan ruang tunggu ICU yang dilengkapi tempat istirahat layak, dapur kecil, toilet bersih, hingga area pengisian daya ini lahir dari pemanfaatan zakat produktif LAZISMU KL RS Roemani.
Ketua PDM Kota Semarang, Dr. K.H. Fachrur Rozi, M.Ag., menilai fasilitas ini menjadi bentuk nyata pelayanan yang memanusiakan manusia di saat-saat paling cemas.
“Kalau rumah sakit menyembuhkan jasadnya, masjid menyembuhkan jiwanya, dan zakat memuliakan keluarganya,” tegas Fachrur Rozi.
Melalui tersambungnya akses jembatan dan ruang tunggu ICU ini, RS Roemani Semarang membuktikan bahwa pelayanan medis terbaik harus berjalan seiring dengan kemudahan beribadah dan pemuliaan bagi keluarga pasien.