Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Rahasia Jiwa Tanpa Takut: Menemukan Tanda Ketenangan Hati dalam Islam Lewat Seni Bertawakal

3 Oktober 2026, 18:31 WIB • 2 menit baca
Ustad K.H. Danusiri, M.Ag. berkhutbah di atas mimbar Masjid At-Taqwa Ngaliyan Wates membahas tanda ketenangan hati dalam Islam
Wakil Ketua PDM Kota Semarang, Ustad K.H. Danusiri, M.Ag., saat bertindak sebagai khatib Jumat di Masjid At-Taqwa Ngaliyan Wates, Jumat (2/10/2026).

NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Malam sering kali menjadi saksi bisu ketika kecemasan merayap diam-diam di balik lelahnya tubuh manusia. Padahal, mengenali tanda ketenangan hati dalam Islam menjadi kunci utama untuk meredam rasa gundah di tengah hiruk-pikuk dunia.

Pesan penuh makna ini tersaji hangat saat pelaksanaan Khutbah Jumat di Masjid At-Taqwa Ngaliyan, Wates, pada 2 Oktober 2026. Bertindak sebagai khatib, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Ustad K.H. Danusiri, M.Ag., mengupas tuntas cara merawat keimanan yang kokoh di tengah dinamika kehidupan.

Tiga Posisi Fisik Tolok Ukur Keimanan

Jamaah sering kali mengira ibadah hanya sebatas ritual formal di atas sajadah. Padahal, konsistensi iman tercermin dari bagaimana seseorang menyikapi seluruh aktivitas harian.

Setiap gerak-gerik manusia terbagi dalam tiga postur utama yang mencakup seluruh siklus kehidupan. Rutinitas harian tersebut meliputi posisi berdiri, duduk, hingga berbaring.

“Orang yang beristiqamah mengucapkan ‘Tuhanku adalah Allah’ itu harus konsisten dalam tiga posisi fisik sehari-hari, yakni ketika berdiri, duduk, mahupun berbaring,” ujar Ustad K.H. Danusiri, M.Ag. di hadapan para jamaah shalat Jumat.

Seni Bertawakal di Kala Istirahat

Tantangan iman justru sering menyergap saat seseorang merebahkan tubuh untuk beristirahat malam. Pada saat sunyi tersebut, pikiran kerap terjebak dalam keputusasaan atau kecemasan duniawi yang keliru.

Momen istirahat seharusnya diisi dengan kepasrahan penuh kepada Sang Pencipta. Oleh karena itu, memahami keutamaan tawakal kepada Allah sangat penting agar hati tidak mudah goyah.

“Tantangan terbesar justru sering muncul saat seseorang beristirahat atau berbaring di malam hari, di mana manusia kerap menyerahkan diri pada keputusasaan atau sekadar bertawakal kepada utang,” tambahnya menjelaskan pentingnya kesadaran spiritual sebelum tidur.

Bisikan Gaib Penawar Rasa Takut

Badai masalah sosial dan himpitan ekonomi kerap membuat manusia merasa kehilangan arah pegangan hidup. Namun, janji Allah selalu nyata bagi hamba yang senantiasa menjaga ketauhidan hatinya.

Pertolongan gaib hadir menyapa lewat ketenteraman batin yang mendalam. Pengalaman batin ini menjadi ayat tentang ketenangan jiwa yang menyejukkan sanubari.

“Ketika kita benar-benar konsisten meyakini bahawa Allah adalah pelindung kita, malaikat akan selalu datang membisikkan ketenteraman agar kita tidak merasa takut dan bersedih hati, serta menyambut gembira syurga yang telah dijanjikan,” tegas Ustad K.H. Danusiri, M.Ag. di atas mimbar.

Menemukan Damai Sejati Menuju Keabadian

Kehidupan dunia hanyalah tempat singgah sementara bagi setiap musafir yang berjalan menuju keabadian. Ketika seseorang mampu meluruskan niatnya, mengusir rasa takut dan sedih bukan lagi hal yang mustahil untuk dicapai.

Sebab, kedamaian hakiki lahir dari keyakinan mutlak bahwa Allah adalah satu-satunya penopang hidup yang paling sejati.

Kontributor: Humas At Taqwa Ngaliyan
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: