Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Kolaborasi Tiga Kampus Lahirkan Jurus Baru Kendalikan Hipertensi

20 Oktober 2026, 13:35 WIB • 3 menit baca
Tiga akademisi penulis buku memegang dan menunjukkan sampul buku ajar Nurse-Led Self-Management pada Pasien Hipertensi secara sejajar di depan dinding oranye.
Tiga akademisi lintas perguruan tinggi Jawa Tengah—Ns. Prima Trisna Aji, M.Kep. (UNIMUS), Dr. Elinda Rizkasari, M.Pd. (UNISRI), dan Ns. Marta Tania Gabriel Ching Ching, M.Kep. (UMP)—saat menunjukkan karya buku ajar inovatif Nurse-Led Self-Management pada Pasien Hipertensi. Karya berbasis program Hibah RisetMu ini menggabungkan edukasi tatap muka dan buku saku digital untuk meningkatkan kemandirian penderita hipertensi.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Pengendalian penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi kini tidak lagi bergantung penuh pada obat-obatan medis semata. Sentuhan edukasi terstruktur dan pendampingan teknologi digital terbukti efektif membantu pasien menjaga kestabilan tekanan darah secara mandiri di rumah.

Terobosan kesehatan ini lahir dari kolaborasi tiga akademisi lintas perguruan tinggi di Jawa Tengah. Ketiganya sukses meluncurkan buku ajar inovatif berjudul Nurse-Led Self-Management pada Pasien Hipertensi: Integrasi Edukasi Tatap Muka dan Buku Saku Digital di Layanan Primer.

Tiga sosok di balik karya hebat ini meliputi Ns. Prima Trisna Aji, M.Kep. dari UNIMUS Semarang, Dr. Elinda Rizkasari, M.Pd. dari UNISRI Surakarta, serta Ns. Marta Tania Gabriel Ching Ching, M.Kep. dari UMP Purwokerto. Penerbit Inti Litera menerbitkan karya ini sebagai bagian dari program hilirisasi program Hibah RisetMu.

Hasil penelitian membuktikan bahwa intervensi edukasi gabungan ini mampu menurunkan tekanan darah pasien secara signifikan. Di samping itu, tingkat kepatuhan berobat dan kemandirian pasien juga meningkat tajam.

“Penelitian yang berkualitas tidak seharusnya berhenti pada publikasi ilmiah atau angka statistik semata. Nilai tertinggi sebuah penelitian justru terletak pada kemabilities menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” tegas Prima Trisna Aji mengenai dorongan awal penyusunan buku ini.

Menggabungkan Edukasi Tatap Muka dan Buku Saku Digital

Nilai kebaruan utama dalam buku ini terletak pada penggabungan peran perawat sebagai pendamping langsung dengan pemanfaatan buku saku digital. Pasien dapat mempelajari tips kesehatan, pola makan, hingga pemantauan tekanan darah kapan saja melalui gawai pribadi.

Konsep nurse-led self-management ini menempatkan tenaga perawat sebagai fasilitator utama. Perawat membimbing pasien agar mampu mengambil keputusan medis yang tepat saat berada di luar fasilitas pelayanan kesehatan.

Selanjutnya, integrasi ilmu keperawatan dan ilmu pendidikan dasar membuat materi buku ini sangat komunikatif. Bahasa medis yang rumit berhasil diterjemahkan menjadi panduan harian yang mudah masyarakat awam pahami.

Dr. Elinda Rizkasari menjelaskan bahwa pendekatan pedagogi pendidikan memperkuat daya serap informasi pasien. Penggabungan dua disiplin ilmu ini terbukti mempercepat perubahan perilaku sehat penderita penyakit kronis.

“Ketika ilmu pendidikan dan ilmu kesehatan dipertemukan, kita memiliki peluang lebih besar untuk menciptakan strategi pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku secara nyata,” ungkap Elinda.

Siapkan Forum Bedah Buku Terbuka bagi Masyarakat Luas

Di sisi lain, Ns. Marta Tania Gabriel Ching Ching menilai bahwa keberhasilan layanan kesehatan modern diukur dari kemandirian pasien saat kembali ke rumah. Pemanfaatan media digital menjaga kesinambungan perawatan pasien secara konsisten tanpa batasan jarak.

“Ketika bukti ilmiah, teknologi, dan pendekatan humanis dipadukan, pelayanan keperawatan memiliki peluang lebih besar untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pasien,” jelas Marta.

Menindaklanjuti peluncuran ini, tim penulis akan menggelar agenda bedah buku terbuka untuk masyarakat umum, akademisi, dan praktisi kesehatan. Forum ilmiah ini siap mengupas tuntas teknik penerapan buku saku digital dalam pelayanan puskesmas maupun klinik pratama.

Melalui karya inovatif ini, ketiga akademisi membuktikan bahwa riset kampus sanggup menjawab tantangan kesehatan masyarakat. Sinergi multidisiplin ini menjadi bukti nyata majunya kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Kontributor: prima trisna
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: