Perkuat Tata Kelola ZIS, PDA Kota Semarang Gelar Silaturohim Berkah dan Edukasi Akad Wakaf
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Semarang sukses menyelenggarakan agenda Silaturohim Berkah di Rumah Sehat Aisyiyah, Tlogosari Kulon, Pedurungan, pada Ahad (18/10/2026). Kegiatan strategis ini menggabungkan aksi kepedulian sosial, penyaluran santunan, hingga forum edukasi tata kelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).
Ratusan jemaah, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus persyarikatan memadati lokasi acara sejak pagi. Selain mempererat tali silaturahmi antarwarga, forum ini menjadi wadah penting dalam mengedukasi masyarakat mengenai prinsip literasi keuangan syariah yang tepat.
Ketua PDA Kota Semarang, Aminah Kurniasih, S.Pd., M.Pd., bersama Anggota DPRD Jawa Tengah, Muhammad Farchan, M.T., membuka rangkaian acara dengan menyerahkan paket santunan. Panitia mengalirkan bantuan sosial tersebut secara langsung kepada 15 anak yatim dan 5 warga dhuafa di wilayah setempat.
Pendampingan penuh dari jajaran Lazismu Kota Semarang turut mengawal seluruh prosesi penyerahan bantuan. Langkah nyata ini menjadi bukti komitmen persyarikatan dalam meringankan beban ekonomi masyarakat rentan.
Luruskan Kekeliruan Akad Donatur dalam Pengelolaan Zakat dan Wakaf
Sesi inti kegiatan diisi dengan pemaparan edukasi literasi ZISWAF oleh Ustadz Ikhwanushoffa, S.Pd., M.M. Ia memberikan penjelasan krusial mengenai pentingnya pelurusan akad penyaluran dana agar sesuai dengan kaidah hukum Islam.
Dalam keterangannya, Ikhwanushoffa menyoroti fenomena pembatasan kewenangan amil dan nadzir (akad muqayyad) yang kerap donatur ajukan. Menurutnya, penyaluran dana zakat merupakan wewenang penuh lembaga amil agar dapat terdistribusi secara adil sesuai delapan golongan penerima (asnaf).
“Ada dalam filantropi Islam yang saya anggap bid’ah, satu zakat muqayyad, dua wakaf muqayyad,” ujar Ikhwanushoffa saat menjelaskan aspek teknis pengelolaan dana sosial.
Ia menegaskan agar para muzakki memberikan kepercayaan penuh kepada lembaga pengelola tanpa memberikan syarat yang menyulitkan. “Untuk donatur kalau bayar zakat jangan dipeseni untuk apa, karena itu urusannya amil, agar disalurkan sesuai asnafnya,” pukasnya.
Galang Wakaf Tunai untuk Operasional Rumah Sehat Aisyiyah
Menutupi rangkaian kegiatan, Kepala Kantor Layanan Lazismu PDA Kota Semarang, Dra. Hj. Nur Badriyah, M.EH., menyampaikan pentingnya dukungan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan keumatan. Pihaknya menggalang komitmen wakaf tunai demi menyokong operasional Rumah Sehat Aisyiyah.
Nur Badriyah mengingatkan jemaah bahwa harta yang manusia miliki mengandung hak bagi kelompok masyarakat miskin. Pengeluaran zakat dan sedekah berfungsi sebagai sarana pembersih jiwa sekaligus penenteram kehidupan.
“Untuk menenteramkan, memang harus mengeluarkan dari apa sebagian yang kita miliki, karena memang Allah itu menitipkan sebagian harta fakir miskin, itu adalah lewat apa yang kita dapatkan,” tutur Nur Badriyah.
Sesi penggalangan dana wakaf tunai tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para donatur yang hadir. Masyarakat luas yang ingin berkontribusi dapat menyalurkan bantuan dan wakaf uang secara aman melalui kanal resmi Lazismu Kota Semarang.