Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Membedah Arti Penting Kepribadian Muhammadiyah untuk Menjaga Arah Gerakan Umat

26 Oktober 2026, 15:29 WIB • 2 menit baca
Kepribadian Muhammadiyah dalam Kajian Ahad Pagi PCM Tembalang 2
Suasana Kajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tembalang 2 di Masjid Saubari, kompleks Ponpes Saubari Bening Hati, Semarang.

TEMBALANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Pagi itu, udara Tembalang terasa begitu khidmat ketika para jamaah memadati ruang utama. Di sanalah esensi Kepribadian Muhammadiyah dikupas tuntas untuk memperkuat kembali arah perjuangan umat di tengah modernitas.

Kajian Ahad Pagi tersebut berlangsung pada Ahad, 25 Oktober 2026, bertempat di Masjid Saubari yang berada di kompleks Ponpes Saubari Bening Hati serta SD ‘Aisyiyah Saubari Bening Hati, Tembalang. Acara ini menghadirkan Drs. H. Suparno BM, S.Ag., M.Si., selaku Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang sekaligus akademisi psikologi Undip.

Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa amal kebaikan di ruang publik memerlukan wadah yang tertata agar tidak mudah tercerai-berai. Organisasi hadir sebagai benteng struktural bagi nilai-nilai luhur Islam.

“Kebenaran yang tidak terorganisir akan terkalahkan oleh kebathilan yang terorganisir,” ujar Suparno di hadapan para jamaah yang hadir.

Arsitektur Keimanan dan Organisasi

Pernyataan tersebut merefleksikan pentingnya struktur dalam memperjuangkan nilai moral. Tanpa pengelolaan yang sistemik, sebuah gagasan kebaikan rentan runtuh oleh sistem kebatilan yang berjalan rapi.

Transformasi nilai ini bertumpu pada empat pilar matan yang menopang Kepribadian Muhammadiyah secara utuh. Mulai dari hakekat identitas hingga output karakter, semuanya merajut cetak biru amal usaha yang membumi.

Merawat Gerakan di Akar Rumput

Dalam praktiknya, organisasi islam di indonesia dituntut untuk senantiasa adaptif terhadap dinamika sosial. Konsistensi dakwah memerlukan harmoni antara ketulusan hati, tutur kata, dan aksi nyata.

Melalui momentum kajian ahad pagi muhammadiyah semarang di Masjid Saubari, para kader diajak memperkuat komitmen tersebut. Pendekatan dakwah dan tajdid muhammadiyah memastikan bahwa gerakan Islam berkemajuan ini terus hidup dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: