Lazismu Salurkan Zakat Rp827 Miliar untuk 132 Ribu Jiwa Sepanjang 2025
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Sebanyak 132 ribu jiwa di berbagai penjuru nusantara merasakan langsung uluran tangan dari dana zakat nasional yang dihimpun Lazismu sepanjang tahun 2025 hingga menembus angka fantastis Rp827 miliar.
Capaian gemilang lembaga amil zakat milik Muhammadiyah tersebut mengemuka dalam ajang Muhammadiyah Zakat Summit 2026 yang diselenggarakan di Radjawali Semarang Cultural Center pada Jumat, 6 November 2026. Dari total perolehan nasional yang melampaui target tersebut, wilayah Jawa Tengah memberikan kontribusi masif sebesar 46 persen atau setara dengan Rp378 miliar.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Najmuddin, menyampaikan apresiasi mendalam atas solidnya konsolidasi dan tingginya kepercayaan umat dalam menyalurkan dana sosial keagamaan. Ia menilai bahwa capaian luar biasa ini menjadi bukti nyata kekuatan gotong royong dalam merentangkan jangkauan program pemberdayaan.
“Lazismu Jawa Tengah luar biasa, kontribusi sangat besar hingga 378 miliar,” ungkap Najmuddin.
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, ia menegaskan bahwa dana senilai Rp630 miliar telah sukses disalurkan untuk menjawab persoalan riil di akar rumput. Melalui penguatan jaringan serta tata kelola yang transparan, pihaknya optimistis angka penghimpunan nasional dapat melompat menembus target Rp1 triliun pada tahun berikutnya.
Peran Strategis Sinergi Lintas Sektor
Di sisi lain, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang turut hadir dalam forum tersebut menyambut baik akselerasi program pengentasan kemiskinan yang digalang Lazismu bersama Baznas. Berkenaan dengan hal itu, ia menekankan bahwa pengelolaan dana umat tidak boleh lagi berjalan sendiri-sendiri tanpa arah terukur agar kesejahteraan benar-benar terwujud.
“Ini saya berharap ada kolaborasi, ada sinergi sehingga kesejahteraan itu benar-benar berdampak,” ujar Taj Yasin seusai membuka acara.
Menanggapi tantangan di lapangan, ia mendorong agar para pengelola zakat mengubah orientasi penyaluran dari sekadar konsumtif menuju pemberdayaan yang produktif. Setiap rupiah yang dihimpun wajib dikawal secara detail agar mampu berkembang dan mendatangkan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat.
“Benar-benar bisa melihat secara detail, bukan hanya mentasarufkan saja, akan tetapi juga tasaruf yang bermanfaat dan berkembang. Ini lebih penting menurut kami,” tegasnya.