MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, SEMARANG – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang yang diwakili oleh Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus secara rutin mengadakan kajian yang diperuntukkan bagi masyarakat umum pada hari ahad setiap pekannya. Bertempat di masjid At-Taqwa kompleks RS Roemani Semarang. Untuk tanggal 9 Januari 2022, kajian tersebut diisi oleh narasumber ustadz Prof. Dr. H. Suparman Syukur M.Ag., Beliau menjabat sebagai wakil ketua PWM Jawa Tengah bidang pembina LBMH dan LPP Pontren, dengan menyampaikan tema “Refleksi Tahun Baru dalam Bermuhammadiyah Menuju Potensi yang Berkemajuan”.

Dasar syar’i sesuai dengan firman Allah didalam surat Al-Hasyr ayat 18-20 yang berbunyi :
Surat Al- Hasyr ayat 18
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
Terjemah Arti: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Tafsir Ayat :
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ اتَّقُوا۟ اللهَ (Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah) Yakni berhati-hatilah azab-Nya dengan menjalankan apa yang Dia perintahkan dan meninggalkan apa yang Dia larang. وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ( dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)) Yakni hendaklah kalian mencermati amalan apa yang kalian siapkan untuk hari kiamat.
Surat Al-Hasyr ayat 19
وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمْ أَنفُسَهُمْ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ
Terjemah Arti : Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.
Tafsir Ayat :
وَلَا تَكُونُوا۟ كَالَّذِينَ نَسُوا۟ اللهَ (Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah) Yakni orang-orang yang tidak menjalankan penitah-Nya dan tidak mempedulikan ketaatan kepada-Nya. فَأَنسَىٰهُمْ أَنفُسَهُمْ ۚ (lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri) Allah menjadikan mereka melupakan diri mereka karena mereka melupakan Allah dengan tidak menyibukkan diri dengan amalan yang dapat menyelamatkan mereka dari azab. Pendapat lain mengatakan yakni mereka melupakan Allah di saat lapang, maka Allah melupakan mereka di saat mereka kesusahan. أُو۟لٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُونَ (Mereka itulah orang-orang yang fasik) Yakni orang-orang yang enggan mentaati Allah.
Surat Al-Hasyr ayat 20
لَا يَسْتَوِىٓ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ وَأَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۚ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ
Terjemah Arti : Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah itulah orang-orang yang beruntung.
Tafsir Ayat :
أَصْحٰبُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَآئِزُونَ (penghuni-penghuni jannah itulah orang-orang yang beruntung) Yakni berhasil meraih apa yang mereka harapkan dan selamat dari segala yang mereka benci.


Korelasi Iman dan Taqwa
Iman adalah kepercayaan kepada Allah, sedangkan taqwa adalah pemeliharaan hubungan dengan Allah. Refleksi antara iman dan taqwa adalah sebagai berikut :
1. Keikhlasan
Secara etimologi, kata ikhlas dapat berarti membersihkan (bersih, jernih, suci dari campuran dan pencemaran, baik berupa materi ataupun immateri). Sedangkan secara terminologi, ikhlas mempunyai pengertian kejujuran hamba dalam keyakinan atau akidah dan perbuatan yang hanya ditujukan kepada Allah. Kata ikhlas dalam Kamus Istilah Agama diartikan dengan melakukan sesuatu pekerjaan semata-mata karena Allah, bukan kerena ingin memperoleh keuntungan diri (lahiriah atau batiniah)
Sebagaimana yang tercantum dalam firman Allah Surat Al-A’raf ayat 32 :
قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِيْنَةَ اللّٰهِ الَّتِيْٓ اَخْرَجَ لِعِبَادِهٖ وَالطَّيِّبٰتِ مِنَ الرِّزْقِۗ قُلْ هِيَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَّوْمَ الْقِيٰمَةِۗ كَذٰلِكَ نُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ
Terjemah Arti : Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik? Katakanlah, “Semua itu untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, dan khusus (untuk mereka saja) pada hari Kiamat.” Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu untuk orang-orang yang mengetahui.
2. Tawakal
Tawakkal dikaitkan dengan Ar-Rahman dimana rahmat-Nya yang maha luas tidak akan menyia-nyiakan siapapun yang bertawakkal kepada-Nya. Sesuai dengan firman Allah didalam surat Al-Mulk Ayat 29 :
قُلْ هُوَ الرَّحْمٰنُ اٰمَنَّا بِهٖ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَاۚ فَسَتَعْلَمُوْنَ مَنْ هُوَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Terjemah Arti : Katakanlah, “Dialah Yang Maha Pengasih, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya kami bertawakal. Maka kelak kamu akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata.
Tawakkal juga dikaitkan dengan Al-Aziz (akan mulia dan tidak akan hina sedikitpun orang yang bergantung kepada-Nya, Ar-Rahim (rahmat Allah bagi yang bertawakkal kepada-Nya), Al-Hakim (tidak akan diabaikan siapun yang percaya dengan kesempurnaan kebijaksanaan dan perencanaan-Nya). Sesuai dengan firman Allah didalam surat Asy-Syuara ayat 217 :
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ
Terjemah Arti : Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
Tawakkal juga dikaitkan dengan Al-Hayy dimana orang yang bergantung kepada makhluk berarti ia bergantung kepada sesuatu yang akan mati sewaktu-waktu, dan beruntunglah orang yang hanya bergantung kepada Allah. Sesuai dengan firman Allah didalam surat Al-Furqon ayat 58 :
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهٖۗ وَكَفٰى بِهٖ بِذُنُوْبِ عِبَادِهٖ خَبِيْرًا
Terjemah Arti : Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya
3. Ridha dengan keputusan Allah
Abu Manshur bin Abdullah Al Faraidhi di Samarkand menceritakan dengan sanad dari Qatadah, bahwa dalam menafsirkan ayat :
وَاِذَا بُشِّرَ اَحَدُهُمْ بِالْاُنْثٰى ظَلَّ وَجْهُهٗ مُسْوَدًّا وَّهُوَ كَظِيْمٌۚ
Terjemah Arti : Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah. (QS. An-Nahl : 58)
Menurut Qatadah : itu adalah kelakuan orang-orang musyrik Arab. Allah memberitahukan kepada kita tentang kebusukan kelakuan mereka. Sedangkan orang mukmin benar-benar ridho dengan apa yang telah menjadi keputusan Allah. Keputusan Allah itu lebih baik dari pada keputusanmu sendiri yang kamu senangi. Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah dan Ridholah terhadap keputusan-Nya. Pendapat tersebut sangat bersesuaian dengan ayat Allah Ta’ala yang sudah tidak asing kita dengar :
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
Terjemah Arti : Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 216)
Dari ayat tersebut, jelas bagi kita bahwa dalam urusan dunia maupun yang berkaitan dengan urusan akhirat kita tidak mengetahui mana yang terbaik bagi kita. Oleh karena itu, kita harus ridho menerima apa yang telah ditentukan oleh Allah untuk kita. Maka pantaslah jika seorang mukmin itu menjadikan Allah SWT sebagai wali dalam hidupnya. Karena hanya Allah lah yang tahu apa yang terbaik bagi kita dan selalu menggiring orang mukmin dari kegelapan menuju cahaya keimanan. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al Baqarah : 257.
اَللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَوْلِيَاۤؤُهُمُ الطَّاغُوْتُ يُخْرِجُوْنَهُمْ مِّنَ النُّوْرِ اِلَى الظُّلُمٰتِۗ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Terjemah Arti : Allah pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.
4. Syukur menerima nikmat Allah
Kita dianjurkan untuk mengucap doa syukur nikmat atas segala pemberian Allah SWT. Bahkan di dalam Al Quran disebutkan, jika kita terus bersyukur, Allah SWT menjanjikan akan menambah nikmat. Janji Allah tersebut tertulis dalam surat Ibrahim ayat 7 yang berbunyi :
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Terjemah Arti : Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.
5. Sabar menerima ujian dari Allah
Cobaan yang menimpa kita tentu sudah diatur oleh Allah SWT. Jika kita bersabar, Allah SWT akan melipatkan pahala dan membantu menyelesaikan semua cobaan dan ujian yang dihadapi oleh umatnya dengan cara berdoa.
Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ahqaf ayat 35:
فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ اُولُوا الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَّهُمْ ۗ كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوْعَدُوْنَۙ لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا سَاعَةً مِّنْ نَّهَارٍ ۗ بَلٰغٌ ۚفَهَلْ يُهْلَكُ اِلَّا الْقَوْمُ الْفٰسِقُوْنَ ࣖ
Terjemah Arti : Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati dan janganlah engkau meminta agar azab disegerakan untuk mereka. Pada hari mereka melihat azab yang dijanjikan, mereka merasa seolah-olah mereka tinggal (di dunia) hanya sesaat saja pada siang hari. Tugasmu hanya menyampaikan. Maka tidak ada yang dibinasakan kecuali kaum yang fasik (tidak taat kepada Allah).
6. Ingat selalu pada Allah
Sebagai umat Islam, salah satu cara untuk menghadapi konflik jiwa dan pikiran agar menjadi tenang adalah dengan memperbanyak mengingat Allah SWT dengan berzikir.
Seperti firman Allah Allah SWT dalam Surat al-Baqarah ayat 152:
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
Terjemah Arti : Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.
Allah SWT juga berfirman dalam Surat ar-Ra’d ayat 28 yang berbunyi:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ
Terjemah Arti : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
Penulis : Suparman Syukur
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara