Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Hakikat Seni

Seni berbeda dari agama. Agama, dalam hal ini Islam, adalah Ciptaan Allah. Sementara itu, seni adalah ciptaan manusia. Seni di luar ibadah mahdlah, karena itu manusia bebas berkreasi, sejauh terkait dengan ciptaan Allah, sebagaimana muamalah tidak terlepas sama sekali dengan aturan umum agama. üBerseni termasuk ibadah sejauh terpaut dengan aturan umum beragama. Karena itu, berseni tidak mutlak bebas, tetapi kreasi berseni  merupakan kebebasan yang terbimbing. Ada batas di dalam berkreasi seni. Di dalam batas-batas itu, kebebasan mutlak berseni. Filsafat seni dalam Islam tidak menganut paham seni “ the art for the art” , melainkan menganut paham “the art for the others” .

Seni Sebagai Prasyarat Beribadah

Sebagaimana firman Allah didalam surat Al-A’raf ayat 32 :

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِيْنَةَ اللّٰهِ الَّتِيْٓ اَخْرَجَ لِعِبَادِهٖ وَالطَّيِّبٰتِ مِنَ الرِّزْقِۗ قُلْ هِيَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَّوْمَ الْقِيٰمَةِۗ كَذٰلِكَ نُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ

Terjemah Arti : Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik? Katakanlah, “Semua itu untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, dan khusus (untuk mereka saja) pada hari Kiamat.” Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu untuk orang-orang yang mengetahui.

Ibrah

Makna ziinah adalah perhiasan. Perhiasan hanya tercipta dari karya seni. Selanjutnya, ziinah justru ditekankan kepada aktifitas untuk mendatangani masjid. Aktifitas utama dan satu-satunya hanyalah ibadah. Jadi, seni itu merupakan prasyarat untuk beribadah.

Contoh Pemanfaatan praktis :

Aurat laki-laki hanya antara pusar hingga lutut. Kalau areal itu sudah tertutup, dalam kajian fikih sudah syah shalatnya. Akan tetapi, jika ada orang yang shalat di masjid dengan hanya pakaian seperti itu, tentu akan dihujat oleh orang banyak. mengapap? Nilai-nilai ma’ruf, maslahat, dan seni tidak diperhitungkan yang akhirnya berimbas kepada nilai sosial, yaitu sanksi social terhadapnya pasti terjadi.

Meskipun Muhammadiyah secara jama’i  tidak menyaratkan pakai tutup kepala (pecis, kupiah, atau sebangsanya), namun umumnya dengan gundhulan tidak PD menjadi imam maupun khatib, dan pasti memperoleh sanksi sosial juga. 

Bingkai Seni

1. Dalam rangka menggapai ridha Allah

Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 207 :

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّشْرِيْ نَفْسَهُ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ رَءُوْفٌۢ بِالْعِبَادِ

Terjemah Arti : Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

Penjelasannya :
Implementasi ayat dalam seni adalah mengeluarkan ide, gagasan, rasa,  dan instrument dalam manusia lainnya untuk menghasilkan keindahan adalah semata-mata menggapai ridha Allah.

2. Kebahagiaan dunia-akhirat

Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-An’am ayat 152 :

وَلَا تَقْرَبُوْا مَالَ الْيَتِيْمِ اِلَّا بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ حَتّٰى يَبْلُغَ اَشُدَّهٗ ۚوَاَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيْزَانَ بِالْقِسْطِۚ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۚ وَاِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوْا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبٰىۚ وَبِعَهْدِ اللّٰهِ اَوْفُوْاۗ ذٰلِكُمْ وَصّٰىكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَۙ

Terjemah Arti : Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai (usia) dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabat(mu) dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat.

Penjelasannya :

Realisasi Dua Bingkai

Berdasarkan sumber dari buku Himpunan Tarjih edisi ke 3 edisi 2018 dihalaman 170, pengelompokkan seni dikelompokkan menjadi beberapa macam, antara lain :

1. Seni merupakan manifestasi penunaian fungsi khalifatullah fil ardl, yaitu aktualisasi sifat-sifat Allah dalam batas kemanusiaan.
2. Seni Islami merupakan pemenuhan tugas ibadah (gapaian ridha, rahmat, ampunan, keselamatan).
3. Seni merupakan eksprsi dzikir, mengingat asma Allah yang indah, keagungan, keindahan, dan kekuasaan.
4. Seni merupakan ekspresi doa: permohonan dan penghargaan pada rahmat dan kasih sayang Allah.
5. Seni merupakan ekspresi syukur kepada pemberi nikmat yang berupa fasilitas hidup yang tiada terbatas.
6. Seni sebagai medan beramal shalih, suatu amal yang secara naluri pasti disenangi oleh setiap makhluk yang berakal.

Realisasi Seni Dalam Muhammadiyah

Seni bisa diidentikkan dengan budaya, sejauh budaya berlabuh pada keindahan. Landasan ekspresional seni-budaya adalah sebagai berikut :

  1. Setiap warga persyarikatan, baik dalam menciptakan maupun menikmati seni budaya, selain tetap  tetap menimbulkan perasaan halus dan indah, harus menjadi instrument dakwah amar ma’ruf nahi mungkar.
  2. Menghidupkan sastra, lebih luas seni-budaya Islam sebagai bagian dari membangun peradaban manusia.

Melalui halaqah Tarjih PP di Solo, 2-4 Noveber 2001, seni budaya Islam dirumuskan :

  1. Strategi kebudayaan  koeksistensi, yakni mendalami wawasan seni dengan pendekatan bayani, burhani, dan irfani; dan menghargai seni yang berkembang sejauh dalam teropong manhaj di atas rekomended.
  2. Empati terhadap seni tradisi dan membuka ruang public untuk mengembangkan seni tradisi islami. (Tarjih.3, 2018, h. 175).

Pemanfaatan Terhadap Khasanah Lokal

Terutama dalam dakwah yang bersifat orasional, selingan nyanyi, pantun, media figur wayang, humor sangat perlu. Sebisa mungkin orator menguasai selinan-selingan itu. Sebagai contoh :

1. jika salah sangka dikira menggiring ke arah porno:

Wayah mbengi gugah-gugah
Ngajak tangi kanggo ngibadah
Urip kuwi bungah lan susah
Penting amanah lan istikomah

2. Lagu Mbah Surip

Bangun tidur terus wudlu
Jangan lupa, , ,  tahajudmu
Tidak bangun bangun, , , malang nasibmu
Kencing setan, , , ditelingamu.

3. Lagu Tali Kotang- lirik pertobatan

Dhek biyen wis tak elengke
Sujud bhekti myang gustine
Saikine lha kok lali sembahyange
Opo ora wedi wong urip bakale mati
Gek ndang tobat ayo podho dilakoni
Ojo nganti arang kadhang anggonmu sholat sembahyang
Mbok yo age ayo enggal dhok tumandang
Ojo podho lali  mring gusti  Ilahi Rabbi
Sing gawe urip lan nentoake pati
Siji lan sijine tak tinda ake
Sholat limang wktu sak lawase
Aku tasnah bekti opo sing dadi dhawuhe
Moco qur’an hadis Nabi sak maknane
Wong urip ojo sembrono
Neng ndonyo kakehan dosa
ora makmur jare uripe rekoso
Ono rekasane wis podho lali sholate
Suk yen mati sikso kubur rasa ake (gubahan sugondho rekmo putih Semarang)

Penulis : M. Danusiri
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara