Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.
Ustadz Muhammad Aliun M.Pd. ketika menjadi narasumber kajian HPT Muhammadiyah


MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, SEMARANG – Bagi warga Muhammadiyah, Himpunan Putusan Tarjih layaknya kitab undang-undang. Putusan merupakan produk intelektual tertinggi Majelis Tarjih Muhammadiyah yang sifatnya resmi dan mengikat bagi internal (tidak dipaksakan ke luar organisasi). Disusul produk di bawah Putusan berupa Fatwa dan Wacana ditambah dengan Taujihat.


Dalam kajian Himpunan Putusan Tarjih yang diselenggarakan oleh Pemuda Muhammadiyah dan Remaja Masjid At-Taqwa PDM Kota Semarang dengan narasumber ustadz Muhammad Aliun M.Pd. Dalam kajian Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah kali ini ustadz Aliun membahas tentang Bab Imam Kepada Malaikat.


Ustadz Aliun didalam tausiahnya menyampaikan bahwa sebagai landasan dari iman kepada malaikat ada pada surat Al Baqarah ayat 285 :

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ

Artinya : Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.


Dari penafsiran ayat tersebut dapat dijelaskan bahwa terdapat riwayat shahih dari Nabi bahwa siapa yang membaca dua ayat ini pada malam hari, maka itu cukuplah baginya, yakni dari segala kejahatan (keburukan). Hal itu karena kedua ayat ini meliputi ayat yang agung. Allah telah memerintahkan kepada manusia dalam awal ayat ini untuk beriman dengan segala pokok-pokok dalam firmanya, ”Katakanlah (hai orang-orang Mukmin), Kami berikan kepada Allah apa yang dia turunkan kepada kami.”


Allah mengabarkan dalam ayat ini bahwasanya Rasululoh dan orang-orang yang bersamanya dari orang Mukmin telah beriman kepada pokok-pokok yang agung ini; kepada seluruh Rasul, dan seluruh kitab-kitab, dan mereka tidak melakukan perbuatan seperti orang-orang yang beriman dengan sebagian dan mengingkari sebagian lainya, seperti kondosi orang-orang yang menyimpang dari pemeluk-pemeluk agama lain yang tersesat. dirangkaiannya secara urut kaum Mukminin dengan Rasululoh dan disebutnya mereka sumua dengan satu kabar saja, merupakan kemuliaan yang besar bagi kaum Mukminin. Ayat ini juga menunjukan bahwa Rasululloh sama dengan umatnya dalam hal sebagai sasaran perintah syar’i, pelaksanaan beliau yang sempurna dan bahwasanya beliau itu lebih tinggi dari kaum Mukminin bahkan lebih tinggi dari seluruh Rasul dalam pelaksanaan keimanan dan hak-haknya.


Dan firmanNya, ”Dan mereka mengatakan, kami dengar dan taat,” Konsisten kaum Mukminin ini adalah umum terhadap semua yang dibawa oleh nabi dari al-qur’an dan as-sunah. Dan bahwasanya mereka mendengar beliau dengan maksud penerimaan, ketundukan dan kepatuhan. Kandungan dari itu adalah penghambaan mereka terhadap Allah dalam rangka memohon pertolongan untuk melaksanakanya dan bahwasanya Allah mengampuni mereka atas kelalaian mereka dari kewajiban-kewajiban dan apa yang mereka kerjakan dari hal-hal yang di haramkan. Mereka juga menghambakan diri kepada Allah dalam doa-doa yang penuh manfaat tersebut, dan Allah telah memenuhi doa mereka melalui lisan Nabi mereka yang bersabda (dalam sebuah hadis Qudsi) “Sungguh aku telah melakukannya,”


Doa-doa ini akan di terima dari seluruh kaum Mukminin secara pasti, dan juga dari pribadi-pribadi mereka tersebut. hal itu bahwa Allah menggugurkan siksaan mereka dari kesalahn dan kelupaan, dan bahwa Allah memudahkan syariat-syariatNya dengan sangat mudah, dimana Allah tidak memberatkan mereka dengan kesulitan, beban-beban, dan tambahan-tambahan seperti orang-orang sebelum mereka. Allah tidak memberatkan mereka melebihi kemampuan mereka. Allah juga telah mengampuni mereka, merahmati, dan membalas mereka dari orang-orang kafir. Maka kita memohon kepada Allah dengan nama-namaNya dan sipat-sipatNya dan dengan segala yang dikarunikannya kepada kita berupa sikap konsisten kita kepada agamanya agar dia merealisaikan hal itu buat kita agar Allah membuktikan kepada kita apa yang telah mereka janjikan kepada kita melewati lisan NabiNya, dan agar dia memperbaiki kaum Mukminin.



Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara