Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.
Wakil ketua PWM Jawa Tengah, H. Muhammad Abdul Hisyam S.Ag. ketika menyampaikan materi Risalah Islam Berkemajuan


MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, SEMARANG – Terminasi islam berkemajuan adalah tagline lama yang sudah sangat akrab di telinga warga Muhammadiyah. Islam berkemajuan telah menjadi ruh muhammadiyah sejak awal.  Kata-kata yang terbentuk dari “maju” seperti “memajukan” telah termaktub dalam Statuten Muhammadiyah (1912).  Tahun 1914 rumusan “memajukan” di samping tetap dipertahanan dalam Statuten Muhammadiyah,  ditambah dengan kata-kata “menggembirakan.


Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Mujadalah ayat 11

 يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ

Artinya : Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.

Ayat ini merupakan pemberian adab dari Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang mukmin, yaitu apabila mereka berkumpul dalam suatu majlis dan sebagian mereka atau sebagian orang yang datang butuh diberikan tempat duduk agar diberikan kelapangan untuknya. Hal itu, tidaklah merugikan orang yang duduk sedikit pun sehingga tercapai maksud saudaranya tanpa ada kerugian yang diterimanya. Dan balasan disesuaikan dengan jenis amalan, barang siapa yang melapangkan, maka Allah SWT akan memberikan kelapangan untuknya.


Karakteristik islam berkemajuan ada 5 macam, antara lain :

1. Berlandaskan tauhid
Tauhid adalah keyakinan bahwa manusia adalah makhluk mulia, maka wajib memuliakan sesama manusia. Tauhid juga dapat diartikan sebagai pembebasan manusia dari peribadatan kepada sesama makhluk menuju peribadatan hanya kepada Allah. Islam adalah agama yang memuliakan manusia, dan karena itu memahami ajaran agama harus diletakkan pada prinsip meninggikan deerajat, martabat dan marwah manusia.

2. Bersumber kepada Quran dan Sunnah
Sumber ajaran Islam adalah Al-quran dan Sunnah nabi. Membela Alquran adalah dengan cara mempelajarinya dan mengamalkannnya. Al-quran harus diapresiasi secara spiritual dan intelektual, dan tidak secara magis. Sunnah adalah penjelasan atas Al-quran. Sunnah menggambarkan kehidupan Nabi yang merupakan the living Quran.

3. Menghidupkan Ijtihad dan Tajdid
Ijtihad (mengerahkan pikiran) merupakan upaya sungguh-sungguh untuk memahami atau memaknai Quran dan Sunnah. Ijtihad dihidupkan melalui  pemanfaatan akal dan ilmu pengetahuan secara terus menerus. Tajdid (pembaharuan) diperlukan karena pemahaman agama selalu mengalami tantangan zaman dan situasi masyarakat yang terus berubah.

4. Mengembangkan Wasatiyah
Wasatiyyah artinya unggul. Wasatiyah daapt diwujudkan dalam perilaku sosial, antara lain tegas dalam pendirian , luas wawasan, luwes dalam sikap, menghargai perbedaan pandangan, menolak pengkafiran terhadap sesama muslim, memajukan dan menggembirakan masyarakat, memahami realitas dan prioritas, menghindari fanatisme berlebihan terhadap kelompok/faham agama tertentu, serta memudahkan pelaksanaan ajaran agama.

5. Mewujudkan Rahmat bagi Seluruh Alam
Islam harus membawa kemaslahatan bagi semua makhluk Allah di atas bumi, antara lain hewan, tumbuhan, lingkungan, sumber daya alam.




Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara