Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.


MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, NGALIYAN – Pada hari Sabtu (17/02) sejumlah 29 orang santri baru mahasiswa semester 2 kampus Universitas Islam Negeri (UIN) mulai masuk pondok dalam program ma’had UIN Walisongo Semarang. Pondok Ma’had UIN bekerjasama dengan pondok-pondok lain di sekitar kampus. Khususnya pondok laki-laki, karena pondok wanita sudah mampu di selenggarakan oleh pihak UIN secara mandiri.


Pondok Tahfidz Qur’an Muhammadiyah Kader Ulama (TQMKU) Ahmad Dahlan adalah salah satu mitra UIN Walisongo Semarang yang menerima mahasiswa untuk program tersebut sejak semester lalu. UIN Walisongo Semarang berkepentingan untuk memberikan penguatan agama bagi mahasiswa baru, di semester pertama atau kedua.


Ustadz Yusuf Isnan Setiawan selaku pengasuh pondok TQMKU menyampaikan bahwa pembelajaran di pondok mahasiswa itu berlangsung relatif pendek, karena pada pagi hingga sore hari santri diwajibkan mengikuti kuliah di kampus. Sehingga santri efektif di pondok dari jam 6 sore hingga jam 6 pagi setiap harinya. Dia mengistilahkan pondok six to six. Untuk fasilitas yang ada di pondok TQMKU Ahmad Dahlan saat ini sudah dikembangkan selain fasilitas utama tempat tidur dan dapur, juga ada fasilitas olah raga tenis meja di lt 2, terdapat juga fasilitas futsal dan sepak takraw yang ada di halaman depan.


Ustadz Yusuf kemudian memberikan kalimat kunci, yaitu “Barangsiapa yang tidak pernah merasakan sulitnya belajar, niscaya akan mendapatkan kesulitan dimasa yang akan datang seumur hidupnya.”


Penekanan kegiatan pondok adalah penguatan amalan keagamaan dan aqidah. Termasuk membudayakan kebersihan di lingkungan pondok. Dalam keseharian pengasuh dibantu 2 orang musrif dari mahasiswa yang lebih senior dan punya ilmu keagamaan yang cukup. Kegiatan pondok dimulai jam 4 pagi, dengan shalat sunah dilanjutkan shalat subuh berjamaah kemudian tadarus pagi. Setelahnya baru santri melakukan persiapan kuliah. Pada waktu sore boleh olah raga hingga jam 6 harus selesai, lalu persiapan shalat maghrib lalu tadarus malam. Pembelajaran diberikan bakda isya hingga jam 9, ini di ampu oleh beberapa asatidz yang sudah di jadwalkan. Untuk belajar mandiri dilakukan setelahnya dan diharapkan jam 10 istirahat.





Kontributor : Agung Setia Bhakti
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara