MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, SEMARANG – Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Semarang sukses menyelenggarakan rapat kerja pimpinan (rakerpim) pada hari Sabtu (1/3) bertempat di hotel Candi Indah Convention, Jl. Dr. Wahidin no 112, kelurahan Jatingaleh, kecamatan Candisari.
Dalam rapat kerja pimpinan tersebut dihadiri oleh pleno Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Semarang, perwakilan dari unsur pembantu pimpinan yang terdiri dari 12 majelis dan 12 lembaga, serta perwakilan dari organisasi otonom, antara lain Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Tapak Suci, Hizbul Wathan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), serta Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Ketua PDM Kota Semarang, Drs. H. Fahrurrozi M.Ag. didalam sambutannya mengatakan bahwa Muhammadiyah memiliki rencana program jangka panjang strategis Muhammadiyah dari 2005 sampai 2025 Rancangan 20 tahun yang sudah ditentukan oleh pimpinan pusat dan kemudian diikuti oleh wilayah.
“Yang kita sangat berharap dari rapat kerja ini kemudian melahirkan inti yang kemudian tertuang dalam program yang kemudian bisa kita laksanakan setidaknya setahun kedepan. Sehingga bapak ibu sekalian kita selalu berharap merencanakan apa yang akan kita laksanakan dan kemudian melaksanakan apa yang suka kita rencanakan”. Kata Fahrurrozi.
“kita berharap bahwa bapak ibu dapat memperkuat basis umat di akar rumput , dakwah kultural dan dakwah komunitas Apakah perlu itu kan yang perlu dipikirkan”. Jelas Fahrurrozi.
“Kemudian mengembangkan dakwah media via MPI. Sekali lagi tadi saya sampaikan bagaimana kontenkonten Islam, kontenkonten Muhammadyah, pemberitaan tentang Muhammadyah perlu kita gencarkan, supaya kemudian di grup-grup Muhammadyah tidak menyebarkan informasi yang diluar Muhammadiyah.” Tegas Fahrurrozi.
Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Masrukhi M.Pd. didalam sambutannya mengatakan bahwa Muhammadiyah bergerak dengan sistem organisasi modern. Karena bergerak dengan sistem organisasi modern maka ilmu penjaminan mutu itu masuk di dalam proses organisasi Muhammadiyah.
“Maka kita program-program kita akan selalu berangkat dari baseline. Base line tahun ini itu apa kemudian tahun kedua akan meningkat berapa unit atau berapa persen ya tahun berikutnya meningkat berapa unit dan berat persen. Jadi ada target-target yang harus dijadikan acuan untuk kita kerja”. Kata Masrukhi.
“Dengan sistem KPI ini memang dampaknya akan terjadi kalsterisasi. PDM yang aktif warnanya hijau. PDM yang sedang-sedang saja aktifnya warnanya kuning. PDM yang dinyatakan tidak aktif warnanya merah. Selain itu, diperlukan upaya pengembangan terhadap sekolah dan rumah sakit Muhammadiyah untuk menjadikan mereka sebagai institusi yang unggul”. Jelas Masrukhi.
Agenda rapat kerja pimpinan tahun 2025 diiisi oleh laporan dari setiap kegiatan yang telah dilakukan oleh masing-masing majelis, lembaga, serta organisasi otonom (ortom) selama tahun 2024. Rapat Kerja Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang ini sangat penting untuk merumuskan strategi dan program yang jelas demi mencapai visi dan misi Muhammadiyah, serta memperkuat kolaborasi antar lembaga dan anggota untuk menghadapi tantangan yang ada. Diharapkan hasil dari rapat ini dapat diimplementasikan secara optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta organisasi Muhammadiyah secara keseluruhan.
Kontributor : Agung Setia Bhakti
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara