MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, NGALIYAN – Syekh Palestina Tawfiq Rashed Muhammad Al Husein, B.Acc mengajak masyarakat Indonesia untuk berperan aktif dalam jihad harta. Menurutnya jihad harta ini lebih didahulukan oleh Allah daripada jihad dengan nyawa.
Hal tersebut disampaikan Syekh Tawfiq Rashed dalam rangkaian kegiatan “Roadshow Membangun Kembali Palestina” yang diselenggarakan lembaga kemanusiaan Muhammadiyah Lazismu di Masjid At-Taqwa Ngaliyan, daerah Wates pinggiran barat Kota Semarang, Rabu malam (19/3025).
Ia juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah telah menunjukkan kepedulian yang luar biasa dengan langsung terjun ke lapangan membantu Palestina melalui berbagai aksi kemanusiaannya.
“Saya sangat berterima kasih kepada Muhammadiyah yang telah menyalurkan bantuan langsung kepada saudara-saudara kita di Palestina. Muhammadiyah membuktikan dedikasinya dengan aksi nyata di lapangan,” ujar Syekh Tawfiq di hadapan ratusan jamaah yang memenuhi ruang utama masjid.
Jamaah yang datang terdiri atas berbagai kalangan. Para pemuda, ibu-ibu, dan bapak-bapak yang hadir antusias untuk mendengarkan seruan ini.
“Roadshow Membangun Kembali Palestina” ini dilakukan Lazismu di berbagai kota di Jawa Tengah. Selain Semarang, kota yang disambangi syekh Palestina antara lain: Solo, Banyumas, Pekalongan, Magelang,dan Pati. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menggugah semangat masyarakat dalam memberikan dukungan kepada Palestina yang kini tengah berjuang menghadapi agresi Israel.

Ladang Jihad
Pada kesempatan tersebut Syekh Tawfiq Rashed mengingatkan umat Islam Indonesia bahwa bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk melaksanakan jihad. Tidak hanya jihad melawan hawa nafsu, tetapi juga berperan aktif dalam membantu perjuangan Palestina.
“Palestina adalah lapangan jihad kita saat ini. Saudara-saudara kita di sana dibantai, rumah sakit dihancurkan, dan mereka hanya memiliki dua pilihan: bertahan hidup atau mati syahid,” tegas Syekh Tawfiq dengan penuh semangat.
Selain jihad harta, Syekh Tawfiq juga mengajak umat Islam Indonesia untuk berdoa, terutama di sepuluh hari terakhir Ramadan. Ia jugan meneyukan boikot produk-produk yang mendukung genosida di Palestina. Ia menegaskan bahwa setiap tindakan kecil yang kita lakukan dapat membawa perubahan besar bagi perjuangan rakyat Palestina.
Sebagai bentuk dukungan nyata, acara ini juga diakhiri dengan lelang syal Palestina yang berhasil mengumpulkan sejumlah dana. Dana ini akan disalurkan untuk membantu kebutuhan kemanusiaan di Palestina dan memperkuat upaya Muhammadiyah dalam memberikan bantuan langsung ke lapangan.
Syekh Tawfiq mengakhiri kajian dengan menyerukan kepada umat Islam Indonesia untuk terus menguatkan dukungan bagi Palestina, serta memanfaatkan momentum Ramadan untuk semakin peduli terhadap nasib saudara-saudara mereka di tanah suci.
Aksi kemanusiaan Muhammadiyah dan seruan dari Syekh Tawfiq semakin menegaskan bahwa setiap individu dapat berperan serta dalam membantu Palestina, baik melalui doa, harta, maupun tindakan nyata lainnya.
“Jihad kita bukan hanya di medan perang, tapi juga di medan kemanusiaan,” tutup Syekh Tawfiq, menginspirasi setiap jamaah yang hadir untuk terus berjuang membantu Palestina.
Dalam acara tersebut, Syekh Tawfiq juga memberikan doa khusus kepada Ketua Takmir Masjid At-Taqwa, Prof. Dr. Ahwan Fanani. Dia menyerahkan kenang-kenangan berupa syal Palestina sebagai simbol solidaritas.
Kontributor : Lukmanul Hakim
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara