Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.


MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, SEMARANG – Wakil Ketua PDM Kota Semarang Dr. H. KRAT. AM. Juma’i, SE., MM, mengajak umat Islam untuk memperluas pemahaman tentang makna kurban. Hal itu disampaikan dalam kajian Jumat malam yang berlangsung di Masjid Asma Husna, PKBM Inklusi Astabrata Akademi, Kelurahan Pesantren, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

“Berkurban bukan hanya soal menyembelih hewan. Mengorbankan waktu, tenaga, pemikiran, bahkan ego dalam jalan kebaikan juga termasuk kurban yang bernilai besar di sisi Allah,” ujar Dr. Juma’i di hadapan jamaah yang hadir.

Dalam penyampaiannya, Dr. Juma’i menekankan bahwa siapa pun bisa berkontribusi dalam kebaikan sesuai kemampuannya. Bila seseorang tidak memiliki harta, ia masih bisa berkurban melalui tenaga, ilmu, bahkan pengaruhnya.

“Semua yang kita miliki bisa jadi wasilah kurban selama diniatkan untuk kebaikan,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan tiga prinsip dasar bagi setiap aktivis dakwah, yaitu:

  1. Tertib Ibadah – fondasi spiritual yang harus dijaga dengan disiplin.
  2. Tertib Belajar – meningkatkan kapasitas diri agar bisa memberi lebih.
  3. Tertib Organisasi – mengelola potensi kolektif agar lebih berdampak.

Dr. Juma’i mengutip Surat Ali Imran untuk menegaskan bahwa kemuliaan dan keberuntungan hanya akan diraih oleh mereka yang siap berkorban dan berjuang dalam dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Menurutnya, sukses dalam pandangan Islam tidak diukur dari materi semata, melainkan dari sejauh mana seseorang bermanfaat bagi sesama.

Kajian ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk pemuda, mahasiswa, dan aktivis komunitas. Acara berlangsung dengan suasana hangat dan khidmat, ditutup dengan sesi tanya jawab yang aktif dan interaktif.



Kontributor : Fauzan Iliat
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara