Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Dukung Dakwah Digital, Korps Mubalighat Aisyiyah Dibentuk

17 Juli 2025, 09:28 WIB • 2 menit baca
Dukung Dakwah Digital, Korps Mubalighat Aisyiyah Dibentuk

SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org‑ “Jangan ragu tampil dan bersuara, karena dakwah yang berkemajuan butuh keberanian, kecerdasan, dan ketulusan.”

Sebuah seruan membara dari Siti Kusniati, Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan Aisyiyah Kota Semarang, menjadi momen paling menarik saat Korps Mubalighat Aisyiyah resmi dibentuk pada Ahad (13/07/2025.). Inilah titik penting bagi langkah nyata dakwah perempuan di Semarang.

Awalnya, gagasan ini berawal dari Pelatihan Mubalighat Mei 2025—sebuah program intensif yang menyiapkan perempuan-perempuan tangguh sebagai mubalighat. Layaknya benih yang tumbuh, kini para alumni diberi wadah yang lebih kekinian dan terstruktur: Korps yang berdiri sebagai penyokong dakwah perempuan di era digital. Peresmian berlangsung di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Semarang lantai 5, Jalan Wonodri Baru Raya No 22, Semarang.

Struktur pengurus Korps terbilang solid. Siti Sulistianah dipercaya sebagai ketua, didampingi Isna Margani (sekretaris) dan Djumiyati (bendahara). Empat bidang strategis mendukung mereka: pengembangan materi dakwah, peningkatan kompetensi mubalighat, dakwah digital & media, serta humas & jaringan.

Kenapa dakwah digital jadi pilihan utama? Karena Indonesia mencatat sekitar 204,7 juta pengguna internet, 68,9% di antaranya aktif di media sosial—termasuk 99 juta pengguna Instagram dan 92 juta di TikTok . Data ini sangat berarti, kalau pesan agama dikemas kreatif, impact-nya bisa besar dan efektif, terang Siti Kusniati.

“Kami percaya, jika pesan agama dikemas secara kreatif dan disajikan melalui platform digital yang digandrungi masyarakat, dampaknya akan sangat besar dan efektif menjangkau berbagai kalangan.” ujarnya.

Program Korps Mubalighat Aisyiyah

Program perdananya pun multifaset: kunjungan dakwah ke cabang Aisyiyah se-Semarang; membuat konten inspiratif di Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok; serta menyusun materi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Selain itu, mereka siap merancang acara kolaboratif. Mulai pelatihan bersama hingga pengajian tematik seputar kesehatan, lingkungan, dan ketahanan keluarga—dengan pondasi nilai ketarjihan, yaitu penyegaran cara berpikir dalam berdakwah.

“Kami menyadari bahwa dakwah tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan berbagai pihak, baik organisasi Islam lain maupun komunitas di luar, akan sangat memperkaya program kami,” ujar Ketua Korps Mubalighat Siti Sulistianah.

Lebih dari sekadar seremoni, pembentukan Korps ini memperlihatkan bahwa Korps Mubalighat Aisyiyah siap menjadi ujung tombak dalam merespons tantangan zaman dengan inovasi dakwah. Keberadaan mereka menunjukkan bahwa dakwah perempuan bukan sekadar hadir, tetapi juga terorganisir, strategis, dan sesuai perkembangan teknologi.

Kontributor: Anis
Editor: Riki Apr
Bagikan: