Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Terkuak! Lazismu Semarang Capai Target, Ada Apa?

21 Juli 2025, 13:11 WIB 4 menit baca
Terkuak! Lazismu Semarang Capai Target, Ada Apa?

SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota.org– “Target penghimpunan Lazismu tahun 2025 sudah tercapai di bulan Juli ini!” Pernyataan ini sontak memicu optimisme sekaligus pertanyaan: Apakah ini karena targetnya yang terlalu mudah, atau justru buah dari kinerja luar biasa seluruh tim dan tingginya kepercayaan masyarakat? Momen koordinasi Perhimpunan Lazismu Kota Semarang dengan PDM Kota Semarang pada Jumat (18/07/25) menjadi panggung evaluasi sekaligus apresiasi atas pencapaian gemilang ini.

Melihat kembali ke awal tahun, penetapan target penghimpunan dana oleh Lazismu Kota Semarang tahun 2025 sebenarnya cukup ambisius, yaitu sebesar Rp16.916.504.099. Angka ini sempat terasa berat dan menantang bagi tim.

“Awalnya target ini terasa berat, bahkan bisa dibilang menantang sekali bagi kami. tapi berkat semangat kebersamaan dan konsolidasi yang solid di setiap kantor layanan, hasilnya justru di luar dugaan.” ujar Thomy Setiawan.

Hingga 18 Juli 2025, Lazismu Kota Semarang mencatat keberhasilan luar biasa dalam penghimpunan dana, mencapai total Rp16.463.341.787. Angka ini setara dengan 97,32% dari keseluruhan target untuk tahun 2025.

Dari jumlah tersebut, dana amil menyumbang Rp. 229.569.995, sementara Dana Sosial Keagamaan Lain (DSKL) menjadi kontributor terbesar dengan Rp. 7.756.310.522. Selain itu, infaq berhasil terkumpul Rp. 1.744.075.660, diikuti infaq terikat sebesar Rp. 3.648.098.732, dan dana zakat mencapai Rp. 3.085.286.878.

Pencapaian luar biasa ini bukan hanya menunjukkan bahwa target tercapai, bahkan hampir melampaui ekspektasi dalam waktu yang singkat. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi yang dijalankan, ditambah dengan program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, telah membangun ikatan kuat dan meningkatkan rasa percaya umat.

Kepercayaan Umat: Aset Tak Ternilai yang Harus Dijaga

Pada Rapat Koordinasi Perhimpunan tahun 2025 yang digelar Jumat lalu (18/07/25), Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag, begitu bangga dengan pencapaian tim Lazismu. Dalam sambutan dan arahannya, ia tak henti memuji kerja keras mereka yang telah menjaga amanah ini dengan sangat baik.

“Kepercayaan masyarakat adalah aset tak ternilai. Kita harus menjaganya dengan meningkatkan pelayanan,” ujar Fachrur Rozi, mengingatkan.

Pernyataannya menekankan bahwa keberhasilan Lazismu tak lepas dari tingginya kepercayaan masyarakat, yang tercermin dari besarnya dana yang berhasil dihimpun dari berbagai kategori.

Lebih dari sekadar capaian angka, Fachrur Rozi juga memberikan sejumlah masukan penting untuk peningkatan pelayanan. Salah satu yang disoroti adalah program “peduli guru”.

Jika selama ini bantuan untuk para pendidik seringkali bersifat insidental, beliau berharap agar program ini bisa dilakukan secara rutin, misalnya setiap dua bulan sekali. Tak hanya sebagai bentuk kepedulian, momen ini juga bisa dimanfaatkan sebagai ajang pembinaan bagi kader Muhammadiyah dari unsur guru.

Tak hanya guru, perhatian juga diberikan pada generasi penerus. Fachrur Rozi mengusulkan pemberian beasiswa “Sang Surya” khusus untuk putra-putri kader yang memiliki komitmen untuk mengabdi di Muhammadiyah sebagai kader ulama.

“Beasiswa ini akan menanggung biaya pendidikan mereka selama mengikuti program pendidikan kader ulama, menjamin lahirnya penerus yang berkualitas,” ujarnya dengan tegas.

Geliat Dakwah Sosial Muhammadiyah yang Semakin Dirasakan

Dalam kesempatan yang sama, Fachrur Rozi juga menekankan pentingnya peningkatan proporsi dana dakwah. Tujuannya jelas, agar geliat dakwah di Kota Semarang semakin semarak.

Salah satu langkah konkretnya adalah dengan menyediakan anggaran khusus untuk “sekolah tabligh” yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh PDM Kota Semarang. Ini sejalan dengan visi Muhammadiyah untuk terus menyebarkan kebaikan dan ilmu agama di tengah masyarakat.

Selain dakwah, kegiatan sosial juga menjadi fokus utama. Fachrur Rozi mengingatkan bahwa kehadiran Muhammadiyah di Kota Semarang harus semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Dengan terus meningkatkan program-program sosial, Muhammadiyah dapat menjadi solusi nyata bagi berbagai permasalahan yang dihadapi umat.

Yang tak kalah penting, beliau juga menegaskan, khusus untuk dana zakat, penyalurannya harus sesuai dengan peruntukannya sebagaimana digariskan Al-Quran, yaitu untuk delapan golongan (asnaf). Ini adalah prinsip fundamental yang harus selalu dijaga demi keberkahan dana umat.

Pencapaian target kinerja Lazismu di pertengahan tahun ini, dengan angka-angka yang begitu signifikan, bukan hanya sekadar catatan statistik. Ini adalah refleksi dari kerja keras, kolaborasi, dan kepercayaan yang telah terjalin.

Ini adalah momentum untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memastikan setiap rupiah yang diamanahkan masyarakat dapat memberikan dampak positif yang maksimal.

Kontributor: Fachrur Rozi
Editor: Riki.Apr
Bagikan: