Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Menjaga Aqidah, Fondasi Amal Ibadah yang Diterima Allah

10 Agustus 2025, 21:32 WIB • 2 menit baca
Menjaga Aqidah, Fondasi Amal Ibadah yang Diterima Allah

NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org- Udara Ahad (10/8/2025) pagi yang sejuk menyelimuti Joglo “Sasana Manunggal Rasa”, sebuah bangunan tradisional Jawa yang menjadi balai RT di kompleks Bukit Permata Puri, Kelurahan Bringin, Ngaliyan. Tiang-tiang kayu jati joglo yang kokoh dan berusia lebih dari satu abad menjadi saksi bisu kehadiran puluhan jamaah pengajian Ahad Pagi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bringin di tempat yang biasa menjadi pusat kegiatan masyarakat itu.

Pengajian diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an secara bersama-sama, dipimpin oleh Ketua PRM Bringin, H. Musta’in. Setelah itu, Ustadz Drs. H. Nurbini, MSI, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang menyampaikan ceramah dengan tema “Menjaga Aqidah dari Perbuatan Syirik”.

Dalam pengajiannya, ustadz Nurbini memulai dengan sebuah kalimat yang menjadi inti dari seluruh pembahasan: “Aqidah adalah fondasi bagi seluruh amal ibadah. Tanpa aqidah yang benar, seluruh amal ibadah tidak akan diterima oleh Allah”.

Menurut ustadz Nurbini, pentingnya aqidah ini terlihat dari banyaknya dalil Al-Qur’an dan hadis yang menekankan kewajiban beriman kepada Allah, Rasul-Nya, dan prinsip-prinsip dasar agama.

Ia juga mengutip pendapat Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin yang menjelaskan bahwa aqidah adalah “iman yang wajib dipegang teguh dalam hati dan tidak boleh ada keraguan sedikit pun di dalamnya”.

Dosen di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang itu juga menjelaskan bahwa kerusakan pada aqidah akan berdampak pada seluruh amal perbuatan seorang Muslim. Mengutip Ibnu Taimiyyah, ia menyampaikan, “Jika akidahnya rusak, maka seluruh amalnya juga akan rusak”.

Hal ini senada dengan penegasan Syaikh Al-Albani yang menyatakan, “Tanpa akidah yang benar, seluruh amal ibadah akan ditolak oleh Allah”. Oleh karena itu, setiap Muslim harus memahami dan menjaga aqidah dengan benar agar amal ibadahnya diterima dan selamat di dunia dan akhirat, terangnya.

Secara ringkas, Ustadz Nurbini memaparkan tujuh syarat penting dari kalimat tauhid laa ilaaha illallaah yang harus dipenuhi oleh setiap Muslim. Syarat pertama adalah Al-‘Ilm atau mengetahui maknanya, diikuti dengan Al-Yaqiin yaitu meyakini tanpa keraguan. Setelah itu, setiap Muslim harus memiliki Al-Ikhlash atau keikhlasan dalam beribadah hanya kepada Allah dan Ash-Shidq atau kejujuran dalam mengucapkannya yang dibenarkan oleh hati.

Lebih lanjut, diperlukan juga Al-Mahabbah atau kecintaan terhadap kalimat tauhid ini. Lalu Al-Inqiyad yaitu tunduk dan patuh pada syariatnya. Dan yang terakhir adalah Al-Qabul atau menerima seluruh konsekuensi dari kalimat syahadat ini.

Acara pengajian yang berlangsung di tengah arsitektur tradisional Jawa yang kental ini menjadi pengingat bagi seluruh jamaah akan pentingnya menjaga fondasi keyakinan, sebagai bekal utama untuk meraih keselamatan di dunia dan akhirat.

Kontributor: PRM Bringin
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: