Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Aisyiyah Semarang “Gemparkan” Muhammadiyah Fest, Buktikan Lari Bukan Hanya Milik Anak Muda

1 September 2025, 10:57 WIB • 3 menit baca
Aisyiyah Semarang “Gemparkan” Muhammadiyah Fest, Buktikan Lari Bukan Hanya Milik Anak Muda

SEMARANG SELATAN, muhammadiyahsemarangkota-org- Bayangan kabut pagi masih menyelimuti jalanan Singosari Raya, Semarang, saat ribuan peserta event lari Muhammadiyah Fest 2025 sudah bersiap di garis start. Di antara lautan kaus olahraga dan wajah-wajah muda yang bersemangat, sekelompok ibu-ibu mencuri perhatian. Mereka bukan hanya datang untuk menyaksikan, melainkan ikut ambil bagian dalam lari kategori 3,5 dan 5 kilometer.itu.

Merekalah ibu-ibu tangguh dari Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Semarang. Dengan senyum lebar dan langkah pasti, mereka membuktikan bahwa semangat untuk berolahraga dan berkegiatan positif tidak mengenal batasan usia. Semangat ini pula yang membuat Muhammadiyah Fest terasa berbeda, penuh sukacita, dan kehangatan.

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Semarang,Aminah Kurniasih, mengungkapkan kebahagiaannya bisa berpartisipasi. “Kami dari Aisyiyah Kota Semarang sangat gembira bisa meramaikan Muhammadiyah Festival ini,” ujarnya, Ahad (31/8/2025).

Menurutnya, acara ini bukan sekadar ajang lari, melainkan momentum untuk bersilaturahmi sambil menjaga kesehatan. “Lari 3,5 kilometer dan 5 kilometer ini tantangan yang menyehatkan bagi para peserta. Semoga semuanya sehat dan bahagia,” imbuhnya.

Ketua Majelis Pustaka Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Hadi Santoso, salah satu peserta yang berhasil finish dalam kategori lari 5 kilometer pada event lari Muhamadiyah Fest PWM Jateng, Ahad (31/8/2025)..

Senada dengan itu, peserta lainnya Ketua Majelis Pustaka Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Hadi Santoso, mengapresiasi tingginya antusiasme yang terlihat. Ia menilai acara ini adalah bukti nyata komitmen Muhammadiyah dalam memperhatikan aspek kesehatan kader dan masyarakat.

“Acara yang luar biasa dari Muhammadiyah Jawa Tengah. Ini membuktikan Muhammadiyah tak hanya memperhatikan aspek dakwah agama dan kesejahteraan umat, tetapi juga kesehatan dan kebugaran jasmani,” tuturnya.

Menurut Hadi, kegiatan olaharaga perlu menjadi gaya hidup para kader persyarikatan dalam upaya menjaga kesehatan. Salah satunya dengan kegiatan lari, jenis olahraga yang murah meriah dan bisa dilakukan dimana saja.

Ia bahkan berharap, kegiatan olahraga semacam ini bisa diagendakan secara rutin di ranting atau cabang. “Tak harus formal dalam event besar seperti ini. Cukup kegiatan informal lari atau jogging bersama PRM atau PCM keliling kampung setiap bulan Insha Allah sudah menyehatkan,” imbuh Hadi yang sudah rutin berolahraga lari 5 kilometer setiap dua hari sekali.

Acara yang dibuka langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Tafsir, ini berhasil mengumpulkan lebih dari 1.000 peserta yang mayoritas merupakan kader dan simpatisan Muhammadiyah Semarang. Selain lari, Muhammadiyah Fest juga dimeriahkan oleh berbagai kegiatan lain, seperti bazar UMKM dan hiburan musik dari grup band lokal, menambah semarak suasana.

Sehat dan Gembira

Tafsir dalam wawancaranya kepada Muhammadiyahsemarangkota.org menekankan pentingnya membangun suasana yang sehat dan gembira. Hal ini sejalan dengan gaya dakwah Muhammadiyah.

“Sehat saja tidak cukup, butuh gembira. Maka kita harus membangun suasana yang sehat dan gembira,” seraya menambahkan, kegembiraan adalah kunci utama dari dakwah yang berhasil.

Dukungan positif juga datang dari pemerintah. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno yang turut hadir memberikan apresiasi. Ia berterima kasih kepada Muhammadiyah Jawa Tengah yang telah menyelenggarakan acara positif seperti ini.

“Ini adalah kegiatan yang positif karena mengajak masyarakat untuk mau berolahraga. Olahraga adalah aktivitas yang energinya positif,” ucapnya ketika ditemui di sela-sela acara.

Di tengah kesibukan sehari-hari, Muhammadiyah Fest menjadi oase kebugaran dan kebersamaan. Kisah ibu-ibu Aisyiyah menjadi pengingat, bahwa untuk sehat dan bahagia, yang dibutuhkan hanyalah tekad dan semangat. Mereka telah membuktikan bahwa kebugaran adalah gaya hidup dan usia hanyalah angka.

Kontributor: Adib Abyan
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: