Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Pakar Pangan Eropa Kumpul di Unimus, Dorong Revolusi Kurikulum Demi Ketahanan Pangan Indonesia

3 Oktober 2025, 18:54 WIB 3 menit baca
Pakar Pangan Eropa Kumpul di Unimus, Dorong Revolusi Kurikulum Demi Ketahanan Pangan Indonesia

TEMBALANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menjadi pusat perhatian dunia akademis setelah sukses menggelar konferensi internasional yang didanai Uni Eropa (EU) untuk membahas ketahanan pangan global dan integrasi data science dalam sistem pangan berkelanjutan. Konferensi bertajuk 1st International Conference on Food Sustainability of Data Science (ICD4SS) ini menjadi momen krusial untuk merevolusi kurikulum pendidikan pangan di Indonesia agar lebih responsif terhadap tantangan global.

Acara yang berlangsung di Auditorium GKB 2 Unimus pada 3-4 Oktober 2025 ini menghadirkan pakar-pakar pangan terkemuka dari berbagai negara, termasuk Belgia, Portugal, Irlandia, dan Jerman, serta akademisi dari Unimus dan Universitas Diponegoro (Undip). Kolaborasi ini merupakan bagian dari proyek besar FIND4S (Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data Driven Food System in Indonesia).

Perkuat Kurikulum Nasional dan Posisi Agraris Indonesia

Wakil Rektor IV Unimus, Prof. Muhammad Yusuf, menekankan bahwa ICD4SS adalah langkah strategis untuk menjadikan Indonesia, sebagai negara agraris, penopang utama ketahanan pangan dunia. Ia menyebut pendanaan dari Uni Eropa ini berfokus pada peningkatan standar kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia, agar lebih peduli pada isu food sustainability.

“Proyek ini didanai Uni Eropa. Fokusnya meningkatkan standar kurikulum pendidikan di Indonesia agar lebih peduli pada isu food sustainability. Pangan adalah tumpuan utama dunia, dan Indonesia sebagai negara agraris harus menjadi penopang,” ujar Prof. Yusuf.

Ia menggarisbawahi tantangan besar yang dihadapi sektor pangan, mulai dari dampak perubahan iklim, pertumbuhan populasi, hingga alih fungsi lahan. Menurutnya, masalah ini menuntut solusi lintas disiplin, di mana Unimus sendiri telah aktif melakukan riset pada pangan alternatif, edible film, dan pengawet alami.

Hibah Uni Eropa Pangkas Hambatan Riset

Selain perbaikan kurikulum, hibah Uni Eropa ini memberikan dampak nyata pada peningkatan fasilitas riset kampus. Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Pertanian Unimus, Dr. Nurhidajah, mengungkapkan bahwa dana tersebut telah digunakan untuk pengadaan peralatan laboratorium canggih.

“Hibah Uni Eropa ini sangat bermanfaat untuk pengembangan program studi teknologi pangan. Kami sudah membeli dua alat canggih, yakni spektrofotometer dan texture analyzer, dengan nilai lebih dari Rp 200 juta,” jelas Dr. Nurhidajah.

Menurutnya, sebelumnya mahasiswa dan dosen kesulitan karena harus meminjam alat riset ke luar kampus. Dengan adanya alat baru, riset dapat dilakukan mandiri dan akselerasi publikasi ilmiah dapat terwujud.

Agenda Lanjutan: Publikasi dan Akreditasi Global

Konferensi ini bukan sekadar pertemuan akademis, melainkan awal dari program berkelanjutan yang meliputi pelatihan internasional, publikasi ilmiah bersama, serta revisi kurikulum dengan universitas mitra Eropa.

“Kami berharap kerja sama dan hibah ini bisa terus berlanjut. Dengan begitu, internasionalisasi prodi bisa terwujud dan akreditasi ke depan semakin kuat,” tambah Dr. Nurhidajah.

Kehadiran pakar-pakar dunia, seperti Prof. Dr. Jan F.M. Van Impe dari KU Leuven (Belgia) dan Dr. Rajat Nag dari University College Dublin (Irlandia), menegaskan komitmen internasional dalam proyek FIND4S ini. Melalui langkah strategis ini, Unimus tidak hanya menjadi penyelenggara acara, tetapi juga motor penggerak perubahan dalam pendidikan pangan Indonesia melalui kolaborasi dan inovasi berbasis data science.

Kontributor: Humas Unimus
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: