Setelah pada bagian sebelumnya kita mengurai formula-formula zikir yang janji ampunan dosanya seluas buih di lautan, kini kita akan menyelami formula-formula lanjutan yang memiliki keutamaan tak kalah fantastis. Dari formula ringan yang memberatkan timbangan amal, simpanan harta karun di surga, hingga amalan yang mampu menahan dentuman kiamat.
Sungguh, di tengah hiruk pikuk dunia yang sarat duniawi, Rasulullah saw. telah membekali umatnya dengan serangkaian amalan zikir yang nilainya melampaui segala sesuatu yang disinari matahari. Ini adalah bukti bahwa zikir adalah investasi spiritual yang paling menguntungkan. Berikut adalah contoh-contoh formula zikir lanjutan yang mendatangkan kemanfaatan besar:
- Didoakan Malaikat Selama Berada di Tempat Salat
Orang yang masih berdiam di tempat salatnya, baik untuk berzikir, berselawat, berdoa, atau membaca Al-Qur’an, akan mendapatkan keutamaan istimewa: didoakan langsung oleh para Malaikat.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَاهُ الَّذِي صَلَّى فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ تَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ
(Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Para Malaikat selalu memberi shalawat (mendoakan) kepada salah seorang dari kalian selama ia masih di tempat ia salat dan belum berhadas. Malaikat berkata, ‘Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia.’” HR Bukhari: 426, 1976, Abu Dawud: 396, 472, Nasai: 725, Ahmad: 9916, 10116).
Malaikat adalah makhluk suci; minimal dipahami bahwa mereka tidak pernah berbuat maksiat. Dengan demikian, hati mereka selalu bersih. Jika mereka berdoa, sudah pasti mustajab (dikabulkan).
- Dua Kalimat Ringan yang Memenuhi Timbangan (Mizan)
Sangat merugi jika motivasi yang benar (haq) dari Rasulullah SAW malah disepelekan. Beliau mengajarkan formula zikir yang sangat ringan diucapkan, namun bobotnya luar biasa di Hari Perhitungan.
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
(“Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat di timbangan, dan disukai Ar Rahman, yaitu Subhânallâh wa bihamdihi, Subhânallâh al-‘Aẓîm (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung).” HR Bukhari: 6682, Muslim: 2694). Oleh karena itu, perbanyaklah membaca tasbih dengan formula seperti ini.
- Tasbih dan Tahmid yang Kebaikannya Tak Terhitung Kuantitasnya
Formula zikir ini, meskipun hanya diucapkan tiga kali, memiliki kebaikan yang tak terhitung secara kuantitatif karena bobotnya setara dengan beratnya Arsy Allah dan sebanyak tinta kalimat-Nya.
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
(Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya sebanyak hitungan makhluk-Nya, sejauh keridhaan-Nya, seberat timbangan Arsy-Nya dan sebanyak tinta kalimat-Nya. HR Imam Muslim: 4905).
- Berselawat Satu Kali, Allah Berselawat Sepuluh Kali
Keutamaan berselawat kepada Nabi Muhammad saw. memiliki balasan langsung dan berlipat dari Allah SWT.
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا
(“Barangsiapa yang mengucapkan selawat kepadaku sekali saja, maka Allah akan mendoakannya sepuluh kali.” HR Bukhari: 577, Muslim: 616, Abu Dawud: 439, 1307, Turmuzi: 447, 3547, Nasai: 671, 1266, Ahmad: 6280, 8499, 8527, 9897).
- Hauqalah sebagai Perbendaharaan Surga
Lafal Hauqalah (lâ ḩaula wa lâ quwwata illâ billâh) bukan sekadar ucapan pasrah, melainkan sebuah harta karun di surga kelak.
يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ قَيْسٍ قُلْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ . فَإِنَّهَا كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ
(“Wahai ‘Abdullah bin Qois, katakanlah lâ ḩaula wa lâ quwwata illâ billâh, karena ia merupakan simpanan pahala berharga di surga.” HR Bukhari: 7386).
- Ayat Kursi: Ayat Paling Agung dalam Al-Qur’an
Ayat Kursi (QS al-Baqarah/2: 255) merupakan firman Allah yang paling agung. Keutamaannya sangat besar, termasuk melindungi pembacanya dari gangguan setan menjelang tidur.
هُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ.
يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِى أَىُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَعَكَ أَعْظَمُ ». قَالَ قُلْتُ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُقَالَ فَضَرَبَ فِى صَدْرِى وَقَالَ « وَاللَّهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ
(“Wahai Abul Mundzir, ayat apa dari kitab Allah yang ada bersamamu yang paling agung?” Aku menjawab, Allâhu lâ ilâha illâ huwal ḩayyul qayyûm. Lalu beliau memukul dadaku dan berkata, ‘Semoga engkau mudah memperoleh ilmu, wahai Abul Mundzir.’” HR. Muslim: 810). Jika dibaca menjelang tidur, maka tidak diganggu setan (HR Bukhari: 2311).
- Zikir Lafal Allâh Allâh Mampu Menahan Terjadinya Kiamat
Selagi masih ada hamba Allah yang berzikir dengan lafal Allâh Allâh sebanyak-banyaknya di muka bumi, Kiamat tidak akan terjadi. Inilah salah satu keutamaan kaum tarekat, seperti Qadiriyah wa Naqshabandiyah dan Naqshbandiyah Khalidiyah, yang berzikir lafal ini minimal 5.000 kali, bahkan mursyid bisa mencapai 25.000 kali sehari semalam. Secara syar’i, teknik zikir mereka benar karena dilakukan secara sirr (rahasia) atau khafi (tersembunyi), artinya tidak bersuara dan dalam hati-pikiran.
Dasar formula zikir ini adalah hadis berikut:
عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى لَا يُقَالَ فِي الْأَرْضِ اللهُ، اللهُ
(Dari Anas, bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda: “Kiamat tak akan terjadi hingga di muka bumi tak disebut: Allâh, Allâh.” HR. Muslim: 211, 212, Turmuzi: 2133, Ahmad: 11601, 12199, 12609, dan 13232).
Artinya, berzikir hanya menyebut asma Allah dengan lafal Allah itu adalah benar. Hal ini menjadi penting karena sebagian tokoh agama berpendapat bahwa hanya menyebut lafal Allah tidak termasuk zikir.
Dari hadis ini dapat dipahami bahwa kiamat di bumi hanya terjadi jika sudah tidak ada lagi orang yang beragama Islam, karena hanya mereka yang berpeluang menyebut asma Allah. Pelajaran lebih lanjut adalah kewajiban setiap Muslim untuk berdakwah, minimal kepada keluarganya, supaya menjadi orang Islam yang taat.
- Empat Formula Zikir Favorit Allah dan Rasul-Nya
Tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir (Subhânallâh, walḩamdulillâh, wa laâ ilâha illallâh, wallâhu akbar) sangat difavoritkan oleh Rasulullah maupun Allah.
أَنْ أَقُولَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ .
(Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda: “Sesungguhnya membaca Subḩânallâh walḩamdulillâh wa laâ ilâha illallâh wallâhu akbar adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari.” HR. Muslim: 2695).
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ. لاَ يَضُرُّكَ بَأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ.
(Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda, “Ada empat ucapan yang paling disukai oleh Allah: Subḩânallâh, Alḩamdulillâh, Lâ ilâha illallâh, dan Allâhu Akbar. Tidak berdosa bagimu dengan mana saja kamu memulai.” HR. Muslim: 2137).
Wallâhu a’lamu bi ṣawâb.
Baca juga: