Shalat Tahiyat (menghormati) Masjid adalah
Shalat yang dikerjakan setiap kali masuk Masjid.
Ada sebuah amalan sunah ringan yang memiliki kedudukan penting dan diperintahkan langsung oleh Nabi Muhammad saw.
Amalan itu adalah Shalat Tahiyatul Masjid. Hanya dua raka’at, namun menjadi penghormatan terbaik kita kepada rumah Allah. Tahukah Anda, perintah ini bahkan ditegaskan Nabi saat khotbah Jumat sedang berlangsung? Simak tuntas tata cara dan dalilnya agar ibadah kita selalu sesuai sunah.
Shalat Tahiyatul Masjid, yang berarti salat penghormatan masjid, memiliki tata cara yang sangat ringkas dan sederhana, yaitu dikerjakan sebanyak dua raka’at.
Berikut adalah penjelasan dan dalil yang mendasari tata cara tersebut, yang disarikan dari buku Tuntunan Shalat-Shalat Tathawwu’ terbitan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY Tahun 2015:
Dalil Kuat Perintah Tahiyatul Masjid
Tuntunan untuk melaksanakan dua raka’at sebelum duduk saat masuk masjid diperkuat oleh dua Hadis sahih dari Rasulullah saw.:
- Kewajiban Sebelum Duduk (Hadis Abu Qatadah)
Nabi Muhammad saw. memberikan perintah tegas kepada umatnya untuk tidak langsung mengambil tempat duduk saat baru memasuki masjid.
Berdasarkan Hadits riwayat Abu Qatadah:
اْﻤَﺴ ْ ﺠ ِ ﺪ َ ﻓَﻼ َ ﻳﺠ َ ْﻠِﺲ ْ ﺣَﺘﻰ َّ ﻳُﺼ َ ﻠﻲ ِّ َ رَْﻌَﺘَﻴﻦ ْ ِ
“Nabi saw. bersabda,”Apabila seseorang masuk masjid, janganlah duduk sebelum ia mengerjakan dua raka’at,”. (HR. Abu Qatadah)
- Ditegaskan Saat Khotbah Jumat (Hadis Jabir bin ‘Abdullah)
Bahkan, saking pentingnya amalan ini, Nabi saw. pernah memerintahkan seseorang untuk melaksanakannya di tengah-tengah khotbah Jumat, yang notabene adalah waktu krusial untuk mendengarkan nasihat.
Hadits riwayat Jabir bin ‘Abdullah:
ﻳﺨ َ ْﻄ ُ ﺐ ُ َﻘَﺎل َ أَﺻ َ ﻠَّﻴْﺖ َ ﻗَﺎل َ ﻻ َ ﻗَﺎل َ ُﻢْ ﻓَﺼ َ ﻞ ِّ رَْﻌَﺘَﻴﻦ ْ ِ دَﺧَﻞ َ رَﺟُﻞ ٌ ﻳَﻮْمَ اﻟﺠْ ُﻤُﻌَﺔِ وَاﻟﻨَّﺒﻲ ِ ُّ ﺻ َ ﻠﻰ َّ اﷲُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ وَﺳ َ ﻠَّﻢَ
“Pernah ada orang masuk masjid pada hari Jum’at ketika Nabi saw sedang berkhutbah, lalu Beliau bertanya:”Sudahkah engkau shalat?,”Dia menjawab:”Belum!” lalu Nabi bersabda:”Berdirilah dan shalatlah dua raka’at” (HR. Jabir bin ‘Abdullah)
Berdasarkan dalil-dalil di atas, Shalat Tahiyatul Masjid merupakan amalan sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) yang harus dilakukan oleh setiap Muslim yang masuk ke masjid.
Prinsip yang Harus Diingat:
- Dikerjakan 2 Raka’at.
- Dilakukan Segera setelah masuk masjid.
- Haram Duduk sebelum menyelesaikannya (sebagian ulama menganggap makruh, namun lebih utama adalah melaksanakannya).
Dengan mengikuti panduan ini, kita telah menghormati masjid sebagai rumah Allah dan mengamalkan sunah Nabi secara sempurna. Jangan biarkan langkah kita terlewat tanpa melakukan penghormatan terbaik di tempat suci ini.