Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.
Tabligh 3 menit baca

Meraih Keutamaan Dunia dan Seisinya dengan Shalat Sunnah di Antara Adzan dan Iqamat

Redaksi

Meraih Keutamaan Dunia dan Seisinya dengan Shalat Sunnah di Antara Adzan dan Iqamat

Ingin panen pahala besar sebelum Shalat Wajib? Pahami dua shalat sunnah powerful: Shalat antara Adzan dan Iqamat dan Shalat Fajar (Qabliyah Shubuh) yang keutamaannya melebihi dunia seisinya. Simak panduan resmi ibadah dari Muhammadiyah ini, termasuk tata cara dan surat pendek yang dianjurkan. Jangan lewatkan kesempatan emas di sela Adzan!

Berikut adalah tuntunan mengenai Shalat antara Adzan dan Iqamat, serta Shalat Fajar (Qabliyah Shubuh) yang disarikan dari buku Tuntunan Shalat-Shalat Tathawwu’ terbitan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY Tahun 2015.

Shalat Sunnah di Antara Adzan dan Iqamat

  1. Shalat ini adalah shalat sunnah yang dikerjakan setelah adzan dikumandangkan dan sebelum iqamat. Shalat ini merupakan kesempatan emas karena waktu di antara adzan dan iqamat adalah waktu mustajab untuk berdoa.

Tata Cara

Shalat ini dapat dikerjakan sebanyak dua raka’at atau lebih (tidak terbatas jumlah raka’atnya, selama iqamat belum dikumandangkan).

Dalil Pelaksanaan:
Berdasarkan hadits riwayat ‘Abdullah bin Mughaffal, Nabi saw bersabda:

“Nabi saw bersabda:”Antara kedua adzan (antara adzan dan iqamat) itu ada shalat, Antara kedua adzan (antara adzan dan iqamat) itu ada shalat, kemudian ketiga kalinya beliau bersabda :”bagi yang mau” (HR. Jama’ah dari Abdullah bin Mughaffal).

Shalat Fajar (Qabliyah Shubuh)

  1. Shalat Fajar adalah bagian dari Shalat Rawatib, yaitu shalat sunnah yang dikerjakan beriringan dengan shalat wajib, khususnya yang dilaksanakan sebelum Shalat Shubuh (Qabliyah Shubuh). Waktunya adalah setelah terbit fajar (setelah adzan Shubuh).

Keutamaan Luar Biasa

Dua raka’at Shalat Fajar (Qabliyah Shubuh) memiliki keutamaan yang sangat besar, bahkan lebih baik dari dunia dan seisinya:

“Bahwa Nabi saw bersabda:”Dua raka’at Fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya” (HR. Muslim, dari Aisyah r.a).
Keutamaan ini menjadikan Nabi saw sangat menjaga pelaksanaannya:

“Bahwa Nabi saw dalam mengerjakan shalat-shalat sunat, tidak serajin dalam mengerjakan shalat sunat dua raka’at sebelum Shubuh” (HR. Al-Bukhari & Muslim, dari Aisyah r.a).
Tata Cara

  1. Jumlah Raka’at: Dikerjakan dua raka’at dengan singkat-singkat (ringan).
  2. Bacaan Surat Pendek (Dianjurkan): Setelah membaca Al-Fatihah, ada beberapa pilihan surat yang dicontohkan Nabi saw, di antaranya:
  • Pilihan 1:
  • Raka’at pertama: Surat Al-Kafirun
  • Raka’at kedua: Surat Al-Ikhlas
  • (Berdasarkan hadits riwayat Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah r.a.)
  • Pilihan 2:
  • Raka’at pertama: Ayat:

ﻗُﻮُﻮا آﻣَﻨَّﺎ ﺑِﺎﷲِ وَﻣَﺎ أُﻧْﺰِل َ إِﻟﻴ َ ْﻨَﺎ
(“Quuluu aamannaa billaahi wamaa unzila ilainaa”… dan seterusnya ayat dari QS. Al-Baqarah)

  • Raka’at kedua: Ayat:

ﻌَﺎَﻮْا إِﻟﻰ َ ﻛﻠ َ ِﻤَﺔٍ ﺳ َ ﻮَاءٍ ﺑَْﻨَﻨَﺎ وََْﻨَُﻢْ
(“Yaa ahlal kitaabi ta’alau ilaa kalimatin sawaa in bainanaa wa bainakum…” dan seterusnya ayat dari QS. Ali ‘Imran)

  • (Berdasarkan hadits riwayat Ibnu ‘Abbas r.a.)
  • Pilihan 3:
  • Raka’at pertama: Ayat:

ﻗُﻮُﻮا آﻣَﻨَّﺎ ﺑِﺎﷲِ وَﻣَﺎ أُﻧْﺰِل َ إِﻟﻴ َ ْﻨَﺎ اﻵ ْ ﻳَﺔَ اﻟَّﺘﻲ ِ ﻓﻲ ِ اﻟﺒ ْ َﻘَﺮَةِ
(“Quuluu Aamannaa billaahi wa maa unzila ilainaa…” dalam surat Al-Baqarah)

  • Raka’at kedua: Ayat:

آﻣَﻨَّﺎ ﺑِﺎﷲِ وَاﺷ ْ ﻬَﺪ ْ ﺑَِﻧَّﺎ ُﺴ ْ ﻠِﻤُﻮن َ
(“Amannaa billahi wasyhad bi annaa muslimuun”)

  • (Berdasarkan hadits riwayat Ibnu ‘Abbas r.a.)
    (Ayat yang dibaca setelah Al-Fatihah bisa memilih salah satu dari pilihan di atas, atau surat/ayat manapun yang mudah, namun disarankan yang ringkas agar shalat tetap singkat.)

Baca juga :

Panduan Singkat: Shalat Tahiyatul Masjid Cuma 2 Raka’at

Editor: Adib Abyan Alb
Isi artikel adalah tanggung jawab kontributor sepenuhnya.
Bagikan: