Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Peta Dakwah Muhammadiyah untuk Wujudkan Gerakan Islam Berkemajuan

20 Oktober 2025, 08:19 WIB • 4 menit baca
Peta Dakwah Muhammadiyah untuk Wujudkan Gerakan Islam Berkemajuan

TEMBALANG, muhammadiyahkotasemarang.org – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang kembali menunjukkan inovasi dalam gerakan dakwah di tengah kota metropolitan yang dinamis. Jawabannya kini ada pada sebuah inisiatif revolusioner yang baru saja diluncurkan: kerangka aksi terstruktur yang mereka namakan Peta Dakwah Muhammadiyah Semarang.

Hal ini disampaikan oleh Dr. H. Krat. A.M. Jumai, S.E., M.M., yang menjabat sebagai Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah sekaligus Wakil Ketua PDM Kota Semarang, pada Ahad,(19/10/25), di Masjid Pangeran Diponegoro.

Program ini bukan sekadar rencana kerja biasa, melainkan sebuah lompatan signifikan untuk mewujudkan cita-cita Islam Berkemajuan dengan landasan yang sangat modern: data dan riset sosial yang mendalam.

“Langkah penyusunan strategi dakwah berbasis data ini didorong oleh kesadaran bahwa gerakan amar makruf nahi mungkar haruslah adaptif dan tepat sasaran di era yang terus berubah,’ tandas Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Binsis Unimus Itu.

Pijakan Filosofis dari K.H. Ahmad Dahlan hingga Al-Qur’an

Menurut AM Jumai, ide ini sejalan dengan spirit dasar yang telah diamanatkan para pendiri. Dahulu, K.H. Ahmad Dahlan pernah berpesan, “Dadiyo kyai sing kemajuan lan aja kesel-kesel anggonmu nyambutgawe kanggo Muhammadiyah”. Artinya, jadilah ulama yang progresif dan jangan pernah lelah berjuang. Pesan inilah yang menjadi energi bagi PDM Kota Semarang untuk terus berinovasi.

Secara filosofis, program ini juga berakar kuat pada nilai Al-Qur’an. Landasan utamanya adalah ayat yang mengingatkan, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 11).

AM Jumai menegaskan relevansi ayat tersebut dengan langkah strategis ini. “Peta dakwah ini adalah implementasi dari perintah Al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 11. Artinya, sebelum kita berdakwah, kita wajib memetakan, mengetahui, dan memahami kondisi sosial umat kita agar perubahan itu tepat sasaran.”

Lima Vektor Gerakan untuk Era Urban dan Digital

Melalui Peta Dakwah Muhammadiyah Semarang, gerakan ini juga menetapkan lima pilar utama yang akan memandu Gerakan Muhammadiyah di masa depan. Kelimanya adalah visi yang menyangga cita-cita Islam Berkemajuan:

Pertama Berbasis Data dan Riset Sosial: Menjadikan data sebagai kompas utama dalam menentukan arah.

Kedua Kolaborasi Lintas Sektor: Membangun sinergi yang kuat antara organisasi persyarikatan, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat sipil.

Ketiga Adaptif Digital dan Urban: Menyesuaikan cara penyampaian dakwah agar relevan dengan perkembangan era digital dan dinamika masyarakat perkotaan.

Keempat Ekonomi Umat yang Kuat: Memperkuat dakwah melalui jalur pemberdayaan ekonomi yang nyata dan terukur.

Kelima Rahmatan Lil ‘Alamin: Mewujudkan kedamaian sosial dan harmoni antar umat, mencerminkan nilai universal Islam.

Menggarisbawahi poin pertama, A.M. Jumai menegaskan, gerakan dakwah di era urban dan digital tidak bisa lagi berjalan meraba-raba. Namun harus berbasis data dan riset sosial yang mendalam. “Ini adalah lompatan dari dakwah yang berbasis semangat (ghirah) menjadi dakwah yang berbasis strategi terukur (hikmah),” ujarnya.

Memecah Kompleksitas Kota ke dalam Tiga Zona Aksi

Tidak semua wilayah di Semarang memiliki tantangan yang seragam, kata AM Jumai. Untuk itu, PDM Kota Semarang melakukan klasifikasi wilayah dakwah menjadi tiga Zona Prioritas. Ini seperti sistem navigasi canggih yang memastikan sumber daya dan energi dakwah disalurkan ke tempat yang paling strategis dan membutuhkan:

Zona Hijau: Wilayah yang sudah matang, di mana kegiatan dakwahnya terbilang aktif dan produktif. Fokus di zona ini adalah menjaga keberlanjutan dan meningkatkan kualitas.

Zona Kuning: Wilayah yang punya potensi besar namun belum tergarap maksimal. Di sinilah PDM akan mengoptimalkan berbagai kegiatan dakwah agar menjadi lebih bersemangat dan berdaya.

Zona Merah: Wilayah yang menjadi perhatian serius karena rawan terhadap masalah akidah, kemiskinan ekstrem, atau minimnya kegiatan keagamaan.

Klasifikasi ini, terang AM Jumai, lahir dari proses empat tahap: pengumpulan data sosial-keagamaan, ekonomi, dan budaya. Kemudian dilanjutkan dengan analisis, klasifikasi zona, hingga penentuan model aksi yang paling pas. Apakah itu model kultural, struktural, pemberdayaan ekonomi, atau digital.

“Kita membagi wilayah Kota Semarang menjadi tiga zona, hijau, kuning, dan merah, untuk menentukan prioritas. Tidak semua wilayah perlu metode yang sama. Di Zona Merah, misalnya, dakwah kita harus lebih berfokus pada pemberdayaan ekonomi dan penanganan isu kemiskinan, bukan hanya ceramah.”

Selain itu, PDM Kota Semarang menekankan pentingnya dakwah komunitas yang menargetkan secara spesifik kalangan kelas atas dan kelas menengah.

Strateginya pun disesuaikan, yaitu melalui pemanfaatan media digital, peningkatan profesionalitas Lembaga Amil Zakat (LazisMu), serta aksi filantropi yang terorganisir.

“Konsep Islam Berkemajuan yang diusung oleh Muhammadiyah harus diterjemahkan dalam aksi nyata. Ini adalah upaya kita mewujudkan rahmatan lil ‘alamin dalam konteks perkotaan,’ ucapnya terkait sasaran dakwah komunitas ini.

Dengan adanya peta dakwah ini, gerakan dakwah di Kota Semarang tidak lagi berjalan meraba-raba, melainkan menjadi gerakan yang terukur dan terencana, layaknya sebuah institusi modern yang mengoptimalkan setiap sumber dayanya.

AM Jumai menutup penjelasannya dengan pesan inspiratif. “Amanat K.H. Ahmad Dahlan, itulah yang memotivasi kami. Muhammadiyah Kota Semarang tidak boleh lelah, tapi harus cerdas. Kita harus menjadi ulama yang progresif, menjadikan Peta Dakwah sebagai kompas untuk mencapai kemajuan itu.”

Baca juga :

Muhammadiyah Tegaskan Perang Total Lawan Narkoba, Dukung Hukuman Mati bagi Bandar

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: