Setelah menunaikan ibadah shalat Jum’at, jangan terburu-buru beranjak. Ada satu amalan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan sayang untuk dilewatkan, yaitu shalat sunnah ba’diyah Jum’at.
Namun, tak sedikit yang masih bingung mengenai jumlah rakaatnya: lebih utama 2 rakaat atau 4 rakaat? Ternyata, kedua amalan tersebut sama-sama memiliki landasan hadits yang kuat.
Berikut adalah panduan tata cara shalat ba’diyah Jum’at yang disarikan dari buku Tuntunan Shalat-Shalat Tathawwu’ terbitan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY Tahun 2015.
Pengertian Shalat Ba’diyah Jum’at
Shalat ba’diyah Jum’at adalah shalat sunnah (tathawwu’) yang dikerjakan setelah selesai menunaikan ibadah shalat Jum’at. Berdasarkan hadits-hadits yang shahih, pelaksanaannya bisa dikerjakan sebanyak 2 rakaat atau 4 rakaat.
Landasan Hadits Pelaksanaan 2 Rakaat
Terdapat beberapa hadits yang menjadi dasar pelaksanaan shalat ba’diyah Jum’at sebanyak 2 rakaat, di antaranya:
- Hadits Riwayat Ibnu ‘Umar
ﺻَﻠَّﻴْﺖُ ﻣَﻊَ رَﺳُﻮلِ اﷲِ ﺻَﻠﻰَّ اﷲُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ وَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺒْﻞَ اﻟﻈُّﻬْﺮِ رَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ وَﺑَﻌْﺪَﻫَﺎ رَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ وَﺑَﻌْﺪَ اﻟْﻤَﻐْﺮِبِ رَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ وَﺑَﻌْﺪَ اﻟْﻌِﺸَﺎءِ رَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ وَﺑَﻌْﺪَ اﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ رَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻓَﺄَﻣَّﺎ اﻟْﻤَﻐْﺮِبُ وَاﻟْﻌِﺸَﺎءُ وَاﻟْﺠُﻤُﻌَﺔُ ﻓَﺼَﻠَّﻴْﺖُ ﻣَﻊَ اﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَﻰ اﷲُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ وَﺳَﻠَّﻢَ ﻓِﻲ ﺑَﻴْﺘِﻪِ
Artinya: “Aku pernah shalat bersama Rasulullah saw. dua raka’at sebelum dzuhur, dua raka’at sesudahnya, dua raka’at sesudah Maghrib, dua raka’at sesudah Isya’ dan dua raka’at sesudah Jum’ah. Adapun pada Maghrib, Isya’ dan Jum’ah, aku kerjakan shalat bersama Nabi saw di rumahnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
- Hadits Riwayat Nafi’
أَنَّ اﺑْﻦَ ﻋُﻤَﺮَ ﻛَﺎنَ إِذَا ﺻَﻠَّﻰ اﻟْﺠُﻤُﻌَﺔَ اﻧْﺼَﺮَفَ ﻓَﺴَﺠَﺪَ ﺳَﺠْﺪَﺗَﻴْﻦِ ﻓِﻲ ﺑَﻴْﺘِﻪِ ﺛُﻢَّ ﻗَﺎلَ ﻛَﺎنَ رَﺳُﻮلُ اﷲِ ﺻَﻠَّﻰ اﷲُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ وَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﺼْﻨَﻊُ ذَﻟِﻚَ
Artinya: “Bahwa Ibnu ‘Umar, apabila selesai shalat Jum’at ia kembali ke rumahnya lalu shalat dua raka’at, kemudian ia berkata: Demikianlah Rasulullah saw. juga mengerjakan seperti itu.” (HR. Muslim, Abu Dawud dan at-Tirmidzi)
(Catatan: Hadits dari Nafi’ dalam teks asli Anda tampaknya terpotong, hadits di atas adalah riwayat lain yang senada dan lebih sering dikutip terkait amalan Ibnu Umar di rumah).
Landasan Hadits Pelaksanaan 4 Rakaat
Selain 2 rakaat, terdapat pula hadits shahih yang menganjurkan pelaksanaan shalat ba’diyah Jum’at sebanyak 4 rakaat.
Hadits dari Abu Hurairah
ﻗَﺎلَ رَﺳُﻮلُ اﷲِ ﺻَﻠﻰَّ اﷲُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ وَﺳَﻠَّﻢَ إِذَا ﺻَﻠﻰَّ أَﺣَﺪُﻛُﻢْ اﻟﺠُْﻤُﻌَﺔَ ﻓَﻠْﻴُﺼَﻞِّ ﺑَﻌْﺪَﻫَﺎ أَرْﺑَﻌًﺎ
Artinya: “Telah bersabda Rasulullah saw: ”Apabila salah seorang di antaramu (telah) shalat Jum’ah, maka shalatlah empat raka’at sesudahnya”.” (HR. Muslim)
Dengan demikian, kedua amalan tersebut (mengerjakan 2 rakaat, terutama di rumah, atau mengerjakan 4 rakaat) memiliki dasar tuntunan yang kuat dari Rasulullah SAW.
Baca juga :
2 atau 4 Rakaat? Pahami Keutamaan Besar Shalat Sunnah Qabliyah dan Ba’diyah Dhuhur